Tujuh Hari Bersama Senja

Tujuh Hari Bersama Senja
Episode 18 Hari ke Tiga


__ADS_3

“Pagi ma, pa, abang, adek”


“Pagi sayang”


“Pagi sayang, kemarin kenapa pulang malam kak?


“Kemarin habis main di taman sama anak-anak disana jadi kelupaan waktu pa heheh”


“Lain kali jangan gitu kak, anak cewek gak baik pulang malam”


“Iya pa, maaf” dia menundukkan kepala merasa bersalah kepada papanya


“Udah-udah jangan ribut pagi-pagi”


“Kak aku nebeng dong, abang mau meeting pagi ini”


“Naik angkot aja dek”


“Ihhh kakak mah gitu” wajah yang ditekuk membuat semua orang di meja makan itu gemes dengan si bontot ini


“Hahahah iya ya kakak anter, yaudah cepet habisin sarapannya habis itu kita berangkat.


Mereka menikmati sarapan dengan hening tanpa suara. Ya memang gitu seharusnya etika saat makan tidak boleh ada suara.


***


“Kak…”


“Apa?”


“Kakak sama abang yang waktu itu kerumah pacaran ya?” Tanya Dira kepo


Kenanga menoleh ke arah adiknya bingung dengan pertanyaan adiknya itu “Kenapa kamu tanya gitu?”


“Gak baik pertanyaan dijawab pertanyaan kak” sebal dengan kakaknya yang tidak langsung menjawab pertanyaan.


Kenanga tertawa mendengar jawaban adiknya “hahaha kepo banget sih dik”


Dira memajukan bibirnya kesal, bukannya mendapat jawaban malah dia yang diledekin.


“Kakak gak pacaran sama dia kita cuma temen”


“Hmm…. Tapi kak” Dira tampak berpikir sebelum melanjutkan ceritanya


“Tapi apa?”


“Kemarin waktu kakak pulang malam papa marah-marah kak, papa pikir kakak keluar sama abang itu kemarin jadinya papa marah dan larang kakak dekat sama abang itu.”

__ADS_1


“Jadi papa gak suka sama Bhuana dik?”


“Iyaa kak, papa mau ngomong sama kakak tapi kata mama kakak bahagia sama abang itu”


Kenanga terdiam mendengar penuturan adiknya, dia menatap lurus kedepan memikirkan tentang papanya yang tak menyukai Bhuana.


“Kak …” panggil Dira menyadarkan lamunan Kenanga


“Kakak gak usah takut, lama-lama juga papa luluh” ucap Dira menenangkan sang kakak. Namun dalam hati Dira juga sebenarnya tidak menyukai Bhuana. Entah mengapa pertemuan pertama mereka rasanya Dira ingin melarang kakaknya dekat dengan laki-laki itu.


“Kak aku berangkat ya, kakak hati-hati bawa mobilnya”


Kenanga berlalu meninggalkan sekolah Dira dengan pikiran yang berkecamuk setelah mendengar penuturan dari adiknya.


***


Kenanga memasuki kelasnya dengan wajah murung. Dia menuju mejanya dan duduk sambil meletakkan kepalanya diatas meja dengan tangan sebagai bantalan.


“Nga lo kenapa pagi-pagi?” Megumi yang baru sampai aneh sekali melihat sahabatnya pagi ini.


“Gue gak kenapa-kenapa, lemes aja”


“Ehhh kemarin lo gak pergi sama kak Bhuana ya?”


“Pergi kok”


“Tapi kok doi nyariin lo sih”


Mendengar jawaban Kenanga yang sepertinya enggan membahas Bhuana. Megumi memilih diam dan duduk disamping Kenanga.


***


“Lo ke kantin gak Nga?”


“Iya”


“Yaudah ayo”


Mereka menuju kanti tanpa banyak bicara. Mereka sangat tau jika suasana hati Kenanga sedang tidak baik mereka hanya akan bicara seperlunya. Mereka membiarkan Kenanga untuk merenungkan hatinya dulu.


“Mau makan apa kalian” tanya Rora memecah keheningan sejak tadi


“Gue bakso sama air mineral” jawab Kenanga seadanya


“Gue mie ayam sama es jeruk”


“Oke gue pesen ya”

__ADS_1


Menunggu pesanan datang mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing tanpa ada bahasan apapun.


“Haii, boleh gabung disini gak?”


Mereka kompak menoleh ke sumber suara, mereka mengangguk bersama mempersilahkan duduk.


“Kalian udah pesen makan?”


“Udah kok kak”


“Kemarin sampai rumah jam berapa?”


Tak ada jawaban yang didapat saat Bhuana mengajak Kenanga berbicara. Bhuana melirik kedua sahabat Kenanga, namun hanya dibalas gelengan oleh mereka.


“Nga, Kenanga”


“Ehhh, gimana kak” Kenanga terkejut dengan tepukan bahu dari Bhuana


“Kamu ngelamun ya”


“Engga kok kak, lagi main hp ini”


Bhuana hanya menganggukan kepalanya berusaha percaya dengan pernyataan Kenanga tadi.


“Kemarin sampai rumah jam berapa? Kok gak ngabarin”


“Maaf kak, kemarin langsung tidur”


“Capek ya habis main gitu?”


“Heheh iya”


“Nanti pulang bareng mau?”


“Aku bawa mobil kak”


“Pakai mobilmu gak apa-apa, nanti mau kemana?”


“Kemana ya kak gak tau”


“Ke pantai mau?”


Mendengar kata pantai Kenanga langsung berbinar. Dia ingin suasana pantai saat ini, melupakan sejenak masalahnya dan menikmati kebersamaan dengan Bhuana.


***


🌸🌸🌸

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya ☺️


Terimakasih yang sudah membaca cerita ini 🙏


__ADS_2