Tujuh Hari Bersama Senja

Tujuh Hari Bersama Senja
Episode 15- Hari pertama (2)


__ADS_3

Sesuai janji tadi, kini Kenanga dan Bhuana sudah berada di mobil Bhuana untuk pulang bersama. mereka akan menghabiskan waktu untuk pertama kalinya hari ini.


“Kita kemana dulu ni?”


“Kita ke toko kue dulu ya kak, beliin pesanan mama dulu baru ke rumah ku”


“Oke, lets goooo”


Mereka menikmati perjalanan ditemani lagu yang terdengar dari radio mobil Bhuana. Sambil sesekali bercanda menghilangkan rasa canggung mereka. Sampai di toko kue yang dimaksud tadi, mereka turun menuju toko kue itu untuk membelikan mamah Kenanga kue.


“Mau beli kue apa Nga?”


“Mau beli cheese cake kak, mamah suka banget sama cheese cake”


“Itu cheese cakenya disana, yuk kita kesana” tak sengaja Bhuana menggenggam tangan Kenanga dan menariknya.


Kenanga yang kaget akan perlakuan Bhuana hanya bisa melihat tangan yang digenggam dan mengikuti langkah Bhuana menuju Cheese cake yang dimaksud tadi.


“Mbak tolong bungkus cheese cake ini satu ya” ucap Bhuana ada salah satu pelayan di sana yang diganggu oleh pelayanan tersebut.


“Ada lagi gak kue yang mau dibeli Nga?”


Tak mendapat jawaban dari Kenanga, Bhuana menoleh kesamping melihat Kenanga tengah melamun. “Hei Kenanga” Bhuana mengibaskan tangan nya menyadarkan lamunan Kenanga.


“Ehh gimana kak?”


Bhuana tertawa dengan tingkah gadis di sampingnya ini, bisa-bisanya dia melamun di toko kue ini “Aku tanya ada lagi gak yang mau dibeli?”


“Oh maaf kak aku gak dengar hehehe, ini aja kak gak ada lagi”


“Udah itu aja mbak yang dibungkus”


“Baik mas, silakan dibayar ke kasir mas”


Mereka menuju kasir untuk membayar kue yang mereka beli tadi


“Kue cheese cake nya satu ya mas, ada tambahan lagi?”


“Gak ada mbak itu aja”


“Totalnya 170.000 mas”


Saat Bhuana akan membayar pesanannya tiba-tiba Kenanga menarik tangan Bhuana “Gak usah kak, ini kan belanjaan aku”


“Gak apa biar aku yang bayar, buat mamah kamu”


“Tapi kak…”


“Udah aku yang bayar, ini mbak uangnya”


“Uangnya 200.000 ribu ya mas, kembalian 30.000 ribu. Ini belanjaannya silahkan mas terimakasih belanja kembali”


Setelah mengambil cheese cake, mereka kembali menuju mobil dan berangkat menuju rumah Kenanga.


“Kak, ini uangnya aku balikin aja yak an kuenya aku yang beli”


“Aku bilang gak usah Nga, aku beli buat mamah kamu”

__ADS_1


“Tapi kan…”


“Udah uangnya simpan buat beli novel kesukaan kamu”


“Yaudah, makasih ya kak aku ngerepotin”


“Udah gak apa, simpan uangnya ya”


***


Mereka kini tengah berada di ruang keluarga Kenanga, Bhuana duduk menunggu Kenanga ganti baju ditemani mamah Kenanga.


“Nak Bhuana ini kuenya terimakasih ya, jadi ngerepotin tante”


“Tidak apa-apa tante, saya minta ijin ajak Kenanga keluar sebentar tidak apa-apa kan tante?”


“Mau kemana nak Bhuana?”


“Hanya jalan-jalan ke cafe dekat sini saja tante”


“Boleh, pulangnya jangan malam-malam ya”


“Siap tante, nanti dikembalikan tepat waktu. Om dimana ya tante?”


“Papanya Kenanga masih kerja nak, belum pulang jam segini”


Tengah asik bercerita Kenanga datang dengan pakaian yang sudah diganti “Hayo lagi ngomongin aku kan ini”


“Dihh geer banget sih kak kamu”


“Ishhh mamah mah gitu”


“Oke mah, kita pergi ya mah” ucap Kenanga sambil menyalami sang mamah


“Kami pamit ya tante” ucap Bhuana juga menyalami mamah Kenanga


***


Mereka tiba di cafe pelangi, mereka menuju meja di pojok ruangan dekat jendela untuk menikmati senja bersama.


“Cafe ini indah ya? Aku suka disini”


“Iya kak ini cafe favoritku, liat senja dengan secangkir kopi”


“Anak senja ya anda, hahahaha”


Saat tengah asih bercanda, pelayan datang membawa buku menu untuk mereka


“Mau pesan apa mbak mas?”


“Kamu mau pesan apa Nga?”


“Aku apa ya kak? Hmmm ini aja deh salah sayur sama jus melon”


“Gak jadi pesen kopi?”


“Kopinya nanti aja kak, senja masih lama aku laper hehehe”

__ADS_1


“Ya bener juga ya, salad sayur satu, nasi goreng seafood satu, jus melon sama mangga satu mbak”


“Baik saya ulang pesanannya ya salad sayur satu, nasi goreng seafood satu, jus melon sama mangga satu, ada tambahan lagi?”


“Gak ada mbak”


“Baik ditunggu ya mbak mas”


“Sambil nunggu pesanan kita ngapain ya?” Bhuana mulai membuka pembicaraan untuk mengurangi sedikit kecanggungan diantara mereka.


“Apa ya kak? Aku bingung” Kenanga menahan debaran di dadanya


“Kamu mau tau tentang apa dari aku?”


“Ihhh kak gak tau, kakak aja deh dulu tanya ke aku?”


“Yaudah kamu gak suka hal apa?”


“Aku apa ya kak hmmm aku gak suka dibohongin kak, kalau udah dibohongin bye”


“Waduhh berat ya, aku akan berusaha gak ngecewain kamu”


Saat tengah asik bertukar cerita satu sama lain makanan mereka pun datang dan mereka menikmati makanan sambil menunggu senja datang.


“Kak pesan kopi sekarang sedikit lagi senja datang”


“Udah aku pesankan tadi, tinggal tunggu aja”


“Okedeh”


Kenanga melihat ke jendela mulai menikmati munculnya senja yang indah itu.


Bhuana melihat Kenanga yang sangat antusias ketika melihat senja. Senyum manis terpancar pada wajahnya. Sungguh indah ciptaan tuhan didepan Bhuana saat ini. Bhuana berjanji akan membuat wajah itu dihiasi senyum terus.


“Serius banget sih, sampai aku dikacangin gini”


Kenanga menoleh ke arah Bhuana dia tak sadar jika tengah bersama orang lain melihat senja “Aduh kak maaf aku gak sadar kalau kesini sama orang heheh”


“Astaga jahat banget sih, aku dianggap apa dong”


“Hihihihi maaf deh kak”


“Apa yang kamu suka dari senja”


Mendengar pertanyaan Bhuana, Kenanga terdiam sejenak dia melihat lagi ke arah luar jendela mengagumi senja itu lagi.


“Ya aku suka dari senja, dia itu indah, menarik dan selalu ada. Dia tak pernah berkhianat maupun ingkar janji. Dia selalu menepati janji untuk datang di sore hari, walaupun dia akan pergi setelahnya. Tapi satulah yang dia tak pernah lupa, tak pernah lupa menyapa penikmatnya walaupun hanya sebentar”


Mendengar penjelasan Kenanga dia hanya bisa diam terpesona dengan gadis di depannya ini. Cantik dan pintar dual hal itu terlintas di kepala Bhuana.


“Aku temani menanti senja ya mulai hari ini”


Mereka pun menikmati senja sampai habis dan hari pertama mereka bersama juga berakhir bersamaan dengan tenggelamnya senja itu.


🌸🌸🌸


*** Terimakasih sudah membaca cerita '7 Hari Bersama Senja' semoga ceritanya menarik untuk kalian baca. Jangan lupa tekan tombol like dan kasi saran pada kolom komentar yang, biat saya tambah semangat menulis.

__ADS_1


Terimakasih 🌸🌸***


__ADS_2