Tujuh Hari Bersama Senja

Tujuh Hari Bersama Senja
Episode 24 Hari ke Enam


__ADS_3

Pagi ini dihiasi mata sembab Kenanga, dia turun ke bawah untuk sarapan dengan kacamatanya.


“Kok tumben kak pakai kacamata?” tanya papa, walaupun sebenarnya papa sudah tau kalau anaknya habis menangis.


“Lagi pengen pa, kemarin kakak habis begadang matanya agak bengkak”


Papa hanya mengangguk mendengar cerita Kenanga.


“Mau makan apa kak?” Tanya mama


“Kakak mau nasi goreng ma, abang sama adik kemana ma?”


“Abang belum pulang dari semalam, kalau adik udah berangkat pagi-pagi katanya ada piket”


“Kakak mau berangkat sama papa atau bawa mobil sendiri?”


“Kakak berangkat sendiri pa”


“Kalau gitu papa duluan ya nak, mama papa berangkat dulu”


Kenanga dan mama salim kepada papa, mama mengantar papa ke depan. Kenanga sarapan sendiri dengan diam.


“Ma aku berangkat ya”


“Iya nak hati-hati”


Kenanga berangkat kesekolah dengan membawa mobil sendiri.


***


Suasana kelas pagi ini begitu ramai, semua siswa sudah datang dan melakukan aktivitas mereka sebelum pelajaran dimulai. Sama halnya dengan Kenanga dan dua sahabatnya yang tengah duduk di salah satu meja di kelasnya.


“Nga lo ngapain pakai kacamata?”


“Pengen aja”


“Tumben, lo ngapain sih sibuk amat?”

__ADS_1


“Gue lagi baca novel,nanggung nih”


“Jangan bilang lo begadang baca novel terus mata lo bengkak makanya lo pakai kacamata?” Selidik Gumi pada sahabatnya itu”


Kenanga menatap Megumi dan menunjukkan giginya “Hehehe”


Megumi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala heran dengan sahabatnya ini.


Saat tengah asyik berbincang bel berbunyi mereka melakukan pembelajaran seperti biasanya.


\~bel berbunyi\~


“Gaes seperti biasa ya gue gak ke kantin, gue mau ke perpus aja”


Kedua sahabat Kenanga hanya bisa menghela napas pelan “iya terserah lo aja”


Mereka berpisah menuju tempat masing-masing, Kenanga yang berjalan menuju perpustakaan tak sengaja melewati gudang kosong sedang terbuka. Awalnya Kenanga hanya cuek berjalan namun ada suara mengganjal yang membuat Kenangan menghentikan langkahnya.


“To..oo..long jangan”


“To…oolong”


“Brakkkk”


Suara pintu tertutup dengan kencangnya.


“Prok prok prok”


Suara tepuk tangan membuat Kenanga menoleh kebelakang.


“Bodoh juga lo ya, mau aja ditipu sama kita”


“To..oo..long jangan”


“To…oolong”


Suara yang ternyata dari audio rekaman yang membuat Kenanga bengong.

__ADS_1


“Gimana?”


Saat mereka berempat mulai maju, Kenanga berusaha mundur dan kabur


“Mau kemana lo? Gak bakalan bisa lari. Ruangan ini udah gue buat kedap suara”


Hahahahaha suara tawa Amanda dan teman-temannya menggema membuat Kenanga semakin takut.


Saat ini posisi Kenanga sudah sangat mepet di tembok, tidak bisa kagi berkutik kemana-mana.


Amanda maju mencengkram dagu Kenanga keras, dengan seluruh emosinya.


“Gue sebenarnya gatel banget pengen nampar pipi mulus lo ini. Tapi belum saatnya”


“Am….ampun Manda”


“Diem…” bentak Amanda


“Lo tau gue udah peringati baik-baik sama lo buat jauhin Bhuana. Tapi lo masih ngeyel buat deketin dia, salah lo kan sekarang mintanya gini” semakin keras cengkraman tangan Amanda di dagu Kenanga.


Kenanga hanya bisa meringis menahan sakit di dagunya. Air mata Kenanga menetes, dia sudah tidak tahan dengan sakit itu


“Nangis lo sekarang, dimana jiwa pemberani lo hah”


“Gue bilang sekali lagi sama lo Kenanga, jauhi Bhuana dia punya gue dan lo harus sadar diri mama Bhuana udah gak suka sama lo lagi”


Amanda menghempas wajah Kenanga kesamping sampai Kenanga jatuh terduduk di lantai gudang itu.


“Lo dengan ya gak usah sok cantik jadi cewek” ucap salah satu teman Amanda sambil menginjak pelan tangan Kenanga yang ada di lantai


“Aduhhhh lepas”


Hahahahaha suara tawa menggelegar dari ketiga cewek tersebut memenuhi gudang itu.


Setelah mereka rasa puas menyiksa Kenanga mereka meninggalkan Kenanga yang masih terduduk memegangi tangan dan dagunya yang terasa sakit.


“Salah gue apasih, cuma sayang sama orang aja salah” Kenanga terus menangis sampai suara bel menyadarkan Kenanga dia bergegas kembali ke kelas agar tidak ada yg curiga dengan apa yang dia lakukan di gudang.

__ADS_1


***


🌸🌸🌸


__ADS_2