Tujuh Hari Bersama Senja

Tujuh Hari Bersama Senja
Episode 4


__ADS_3

Di sebuah rumah yang luas, sepasang suami istri tengah berbincang-bincang sembari menunggu kepulangan anak-anak mereka.


“Mah, anak-anak udah semakin gede aja ya? Gak kerasa padahal baru kemarin papah gendong-gendong” ucap laki-laki dewasa itu.


“Itu artinya papah juga semakin tua, hahaha” saut sang istri


“Kalau papah tua, mamah juga tua dong hahaha, tapi mah papah tua-tua gini masih keren tau. Kalau jalan sama Kenanga kayaknya papah bisa dibilang pacarnya Kenanga deh” ucapnya sambil menggoda sang istri.


“Mana bisa gitu pah, harusnya papah itu udah jalan sama cucu bukan ngaku jadi pacar anaknya” ucap sang istri dengan nada yang kesal.


Suara bel menghentikan percakapan mereka, mamah bergegas membukakan pintu dan melihat siapa yang datang.


“Ehh anak-anak mamah ternyata yang datang” ucapnya sambil menyambut kedatangan sang anak.


“Selamat siang mamahku” ucapa Kenanga sambil mencium pipi sang mama


“Selamat siang sayang, kok bisa bareng sama abang kamu nak?”


“Iya mah, tadi abang pulang kantor cepet jadi sekalian jemput adik aja”ucap Rio sambil mencium tangan dan pipi sang mama.


“Yaudah kalau gitu ayo masuk papah udah nunggu di dalam”


Mereka pun masuk ke dalam rumah dan menuju ke ruangan keluarga mencari sang papah.


“Selamat siang papahku” ucap Kenanga sambil mencium tangan sang papah dan memeluknya


“Anak papa udah pulang, bau acem nih peluk-peluk papah”


“Ihh papah kok gitu sih, aku wangi tau pah” ucap Kenanga dengan bibir monyongnya


“Bohong pah, tadi aja waktu abang jemput dia lari-lai keringatan pasti bau asem pah” tambah Rio yang juga ikut menggoda sang adik.


Melihat Kenanga yang sudah memajukan bibirnya, sang mama melerai dan meminta mereka untuk naik dan mengganti baju dan makan siang bersama.


“Loh mah, Dira kemana kok aku belum liat” tanya Kenanga sambil duduk dimeja makan


“Adik kamu belum pulang, dia katanya pulang malam langsung les” ucap sang mama


“Gaya bener ya dia, masih SD udah sibuk ngalahin aku yang SMA” ucap Kenanga


“Udah ah, daripada ngomongin adik kamu mending kita makan aja habis itu kalian istirahat pasti capek pulang sekolah dan kerja” ucap papah menengahi pembicaraan dimeja makan.


Selesai makan siang, mereka kembali menuju kamar mereka masing-masing melanjutkan aktivitas mereka.


Seperti biasanya, di dalam kamar Kenanga menuju meja belajarnya dan mengambil buku untuk menulis sesuatu.

__ADS_1


Selamat siang semesta


Hari ini aku bahagia…


Aku melihat lagi senyum itu, senyum penyemangatku ditiap hariku


Hari ini dia begitu tampan semesta, dengan keringat yang membasahi dahinya


Tapi semesta…


Tadi hamper saja aku berpapasan dengan dia, aku belum siap harus berhadapan dengan dia


Rasanya seperti tidak pantas


Sudah yang semesta aku ingin istirahat sejenak


                                                                                                            Kenanga,12 Juli 2021


***


Keesokan hari sekolah berjalan seperti biasanya, jam pelajaran pun sudah mulai. Semua siswa fokus dengan kegiatan belajar dikelas masing-masing. Hingga bel pun berbunyi menandakan seluruh siswa dapat keluar kelas untuk mengisi energi untuk melanjutkan pelajaran. Namun saat akan menuju kanti terdengar suara microphone berbunyi.


“Bagi seluruh siswa yang sudah terpilih sebagai panitia acara ulang tahun sekolah diharapkan untuk berkumpul diaula sekolah 15 menit lagi, sekian pengumumannya selamat beristirahat”


Mendengar hal itu Kenanga mengajak teman-temannya untuk pergi ke kantin sebelum mereka kumpul sesuai instruksi tadi.


“Duhh gini ni kalau kepilih jadi panitia semuanya serba dadakan” ucap Megumi


“Yaelah gak usah ngedumel deh lo, mending kita ke kantin aja” jawab Rora menarik tangan kedua temannya.


Tak membutuhkan waktu lama, meraka telah membeli makanan dikantin dan bergegas menuju aula sesuai perintah pengumuman tadi


“Ini kita duduknya gimana ya, gue jadi bingung sendiri” ucap Rora sambil melihat ke kanan dan kiri mencari tempat duduk


“Kayaknya ngasal aja deh, itu di sana ada tempat kosong kita ke sana aja” jawab Kenanga sambil menuju kearah tempat duduk yang ditunjuk.


Saat sedang asik bercakap-cakap seorang guru datang masuk ke aula bersama beberapa anggota OSIS.


“Selamat siang semua, saya mengumpulkan kalian disini untuk mengumumkan pembagian divisi kepada panitia acara ulang tahun sekolah yang akan dilaksanakan pada bulan September. Di sini untuk siswa kelas X akan di bagi dan digabung dengan kakak-kakak kelas XI dan XII. Untuk pembagiannya bisa dilihat di depan papan tulis ini ya akan di tempelkan oleh kakak OSIS.”


Pembagian divisi pun dilakukan, Kenanga berpisah dengan kedua temannya. Dia masuk kedalam divisi acara. Dimana anak kelas X hanya dia seorang.


“Buat yang masuk divisi acara bisa kumpul dipojok kanan belakang sebentar ya mau ada pembahasan sedikti” ucap salah satu anggota OSIS yang masuk ke divisi acara.


Mendengar hal tersebut Kenanga menuju tempat yang ditujukan tadi dan mulai bergabung dengan teman-teman satu divisinya.

__ADS_1


“Baik temen-temen selamat datang di divisi acara, kita dipercaya sama sekolah buat megang acara saat ulang tahun sekolah nanti, aku minta kerjasamanya yang teman-temen. Mungkin sebelumnya perkenalan antar anggota dulu aja ya. Namaku Aca aku disini sebagai ketua kalian, mohon bantuannya ya, lanjut yuk” ucap gadis manis yang ternyata kelua divisi acara.


“Selanjutnya perkenalkan aku Dimas, kelas XII mohon bantuannya.”


Berlanjutlah acara perkenalan antara anggota divisi acara sampai pada girilan Kenanga. “Halo kakak-kakak perkenalkan nama saya Kenanga, saya kelas X”


“Wahh… ada satu adik kelas kita nih kelas X yang ikut divisi acara, selamat bergabung ya dik jangan sungkan sama kami kalau gak ngerti bilang aja” ucap aca pada Kenanga sambil tersenyum.


“Sebelum ke pembagian tugas kita nunggu salah satu anggota kita dulu ya teman-teman dia anak OSIS jadi agak sibuk. Kalian boleh ngobrol sama kenalan satu sama lain lagi ya selagi nunggu dia datang” ucap Aca lagi


Saat mereka tengah asik berkenalan satu dengan yang lain sebuah suara mengintrupsi mereka dan semuanya menoleh kearah suara itu “Maaf teman-teman aku telat, udah sama mana nih bahasannya?” ucapnya sambil


duduk diselah Aca.


“Nah ini dia yang ditunggu-tunggu… kita baru perkenalan aja sih tadi nungguin lo habis itu bahas tugas masing-masing” ucap Aca


“Gue gak usah kenalan lah ya kalian pasti udah kenal gue, langsung pembagian tugas ajalah”


“Yaudah kalau gitu, karena Bhuana udah dateng lanjut bagi tugas yang. Disini karena ada satu adik kita yang kelas X dan pasti baru pertama ikut acara ini jadi nanti dia digabung sama kakak kelas XII aja ya” ucap Aca sambil mengambil kerta pembagian tugas yang sudah dia siapkan.


Pembagian tugas-tugas pun dimulai, satu persatu tugas dan nama anggota disebutkan sampai akhirnya nama Kenanga disebut. “Nah disini buat tugas pentas seni dan pembagian hadiah pemenang lomba di hari H ada 4 orang yang mempersiapkan dan bertanggung jawab, ada Bhuana, Dira, El sama Kenanga”.


Mendengar namanya disebut Kenanga terkejut dan menoleh kearah Aca. “Kenapa Kenanga kamu keberatan?” tanya Aca melihat ekspresi keterkejutan Kenanga


“Ehh enggak kok kak, aku mau kok tapi aku mohon bantuannya ya kak” ucap Kenanga membuat yang lain tersenyum gemas dengan tingkah Kenanga.


“Di sini kita satu tim yang teman-teman kalaupun aku bagi-bagi tugas gini tapi semuanya tetap bisa bantu tugas anggota yang lain. Kita kerjasama biar acaranya suskse ya, ada yang ditanya lagi? Kalau enggak silakan diskusi dengan anggota masing-masing kalau bingung silakan tanya” ucap Aca sambil menutup sesi divisi acara.


Melihat tidak ada yang bertanya Aca menyerahkan kepada masing-masing kelompok untuk mendiskusikan apa yang perlu mereka persiapakan dan mereka lakukan.


“Dira, El sama siapa tadi namanya?” ucap Bhuana menggantung melihat Kenanga


“Kenanga kak” jawab Kenanga sambil menunduk


“Oh iya Kenanga, nanti pulang sekolah kumpul di aula bentar ya buat bahas persiapan nanti. Tugas kita lumayan banyak nih, gak ada yang keberatan kan?”


“Gue enggak sih Bhu, selo gue” ucap El


“Gue juga bisa Bhu, kebetulan lagi longgar” sahut Dira selanjutnya


“Aku bisa kak” saut Kenanga terakhir


“Kalau semuanya bisa nanti pulang sekolah diaula jangan lupa ya, sekarang balik ke kelas masing-masing aja”


🌸🌸🌸

__ADS_1


*** Terimakasih sudah membaca cerita '7 Hari Bersama Senja' semoga ceritanya menarik untuk kalian baca. Jangan lupa tekan tombol like dan kasi saran pada kolom komentar yang, biat saya tambah semangat menulis.


Terimakasih 🌸🌸***


__ADS_2