
Sudah 30 menit Kenanga menunggu di parkiran sekolah, menunggu Bhuana yang berjanji pulang bersama. Perasaan kecewa dan kesal sudah dirasakan Kenanga namun dia tetap menunggu disana.
“Mungkin lagi ada keperluan osis kali ya”
Sambil melihat kanan kiri dan sesekali melihat jam tangan. Kenanga menunggu dalam gelisah, dia takut menunggu sampai sore mengingat jam di tangannya menunjukkan pukul setengah 6 sore.
Saat melihat langit mulai mendung, Kenanga memutuskan untuk memasuki mobil dan pergi meninggalkan sekolah.
Dalam perjalanan hujan mulai turun dengan deras, tak hanya itu air mata Kenanga pun juga sudah terjatuh.
Lampu merah menghentikan jalan Kenanga, dia berhenti sejenak sambil melihat taman di samping jalan raya. Namun matanya tertuju pada satu objek yang membuat air matanya jatuh kembali. Sepasang manusia yang sedang berpelukan dibawah hujan. Yang dia tau laki-laki itu adalah Bhuana, laki-laki yang dia tunggu sampai 1 jam lamanya sedang berpelukan dengan wanita yang merupakan anak baru itu.
“Sesak” lirihnya sambil memegang dadanya
Dia melaju menembus hujan menuju rumah, dia ingin cepat-cepat pergi dari sana dan menangis di dalam kamar sendirian.
\~ Disisi lain \~
“Duduk” perintah si cowok pada cewek itu
“Mau lo apa sekarang?”
“Aku mau kamu Bhu, mau kamu”
“Kalau gue gak mau gimana? Gue udah punya gebetan gak mau balikan lagi sama lo. Dulu lo yang buang gue sekarang kenapa muncul lagi?”
__ADS_1
“Aku dipaksa dulu Bhu, aku terpaksa”
“Omong kosong, gak gak peduli lagi. Gue mau lo ngejauhin gue dan cewek gue” dengan nada marah Bhuana membentak wanita itu yang tak lain adalah Amanda
“Kalau kamu gak mau aku bakalan ganggu cewek kamu dan buat dia benci kamu” tantangannya pada Bhuana
“Arghhhhh… berani lo nyentuh Kenanga mati lo”
“Aku gak takut, pliss kasih aku kesempatan buat sama-sama kamu sebelum aku pergi lagi. Aku mohon” ucap Amanda memohon pada Bhuana diikuti dengan air mata yang sudah deras mengalir di pipinya.
“Oke gue bakalan sama-sama lo setelah gue pergi sama Kenanga. Setelah itu lo pergi dari hidup kami ngerti”
Amanda mendongakkan kepalanya menatap Bhuana tak percaya dan memeluk Bhuana dibawah rintikan hujan.
***
Dia menangis sekencang-kencangnya, dia tak peduli apapun hari ini, dia kecewa, marah semua bercampur menjadi satu.
“Aku benci harus jatuh cinta kalau begini adanya, kenapa dia harus hadir kalau hanya buat sakit saja”
Isakan Kenanga mulai menghilang, dia bangkil menunu kamar mandi untuk membersihkan diri. Selepas itu dia beranjak ke kasur dan melihat ponselnya. Dia terkejut melihat banyak notifikasi dari Bhuana. Dia memilih mendiamkan hal itu dan tiba-tiba Bhuana menelepon kembali.
Kenanga menguatkan hati dan mengangkat panggilan itu “Hallo”
“Hallo, Kenanga, Kenanga kamu baik-baik aja kan” ucapnya dengan nada khawatir
__ADS_1
Kenanga yang mendengar itu hanya bisa tersenyum simpul “Aku baik, memang aku kenapa?”
“Aku minta maaf buat kamu nunggu tadi, aku ada urusan mendadak lupa ngabarin kamu”
Seketika nyeri di dada Kenanga muncul kembali, lupa katanya sebegitu tak pentingnya kah dia hingga laki-laki itu mengucapkan kata lupa mengabari nya. Miris sekali
“Gak apa-apa kak, tadi aku gak nunggu lama langsung pulang kok” ucapnya berusaha tegar
“Maaf ya hari ketiga kita jadi gagal gini, mau ngobrol lewat telpon aja gak?”
“Hmmm terserah kakak aja, kalau boleh tau urusan tadi ngapain kak?”
“Tadi aku di chat sepupuku, dia minta tolong anterin ke rumah sakit”
Mendengar hal itu, Kenanga hanya bisa tersenyum. Bohong ternyata
“Oalahhh kirain kemana kak”
Lama mereka berbincang-bincang sampai akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri panggilan teleponnya dan bersiap untuk tidur
“Apa aku harus bertahan? Atau aku sudahi janji 7 hari itu?” gumam Kenanga
“Tapi aku pengen merasakan sama-sama kak Bhuana, aku bertahan aja selama 7 hari ini. Semangat Kenangat” ucapnya menyemangati dirinya sendiri.
🌸🌸🌸
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya 🙏🙏 terimaksih sudah membaca cerita ini, tolong berikan kritik agar cerita saya lebih menarik ☺️