
“Gaes astaga gimana nih gue, aduhhh” ucap Kenanga sambil mondar-mandir di depan teman-temannya
“Lo kenapa sih, duduk dulu sini habis itu lo jelasin ke kita lo kenapa” ucap Megumi bingung melihat tingkah Kenanga
“Iya nih lo kenapa sih Nga datang-datang langsung panik gitu” ucap Rora menimpali
“Kalian tau gak sih, gue satu divisi sama kak Bhuana yang artinya gue bakalan sering berhadapan sama dia. Gue harus apa coba?” ucapnya denga nada frustasi
Melihat hal itu teman-teman Kenanga hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan temannya. Cuma karena dia satu divisi sama orang yang dia suka sampai sepanik itu.
“Udahlah Nga, bagus dong jadinya lo bisa liat dia dari dekat dan siapa tau bisa dekat beneran” ucap Megumi kembali
“Bukan gitu Gumi, ini masalahnya beda kalau gue malu-maluin gimana?” ucap Kenanga kembali sambil duduk dengan muka memelasnya.
“Gini ya Nga lo gak bakal tau nanti gimana jadinya kalau lo gak jalani itu, jadi untuk saat ini lo jalani aja dulu kedepannya liat aja nanti gak usah diambil pusing. Sekarang lo duduk sebentar lagi guru datang” ucap Meguni akhirnya karena jengah dengan sikap salah satu temannya ini.
***
Jam pulang sekolah sudah berbunyi, semua aktivitas belajar di sekolah sudah berakhir. Kenanga yang mempunyai janji bertemu di aula dengan divisi acara menuju ke aula setelah membereskan barang-barangnya.
“Gue duluan ya, takut ditunggu gue gak enak” pamit Kenanga pada kedua temannya.
__ADS_1
“Hati-hati jantung neng” ucap Rora meledek sahabatnya.
Mendengar hal itu, Kenanga memutar bola mata males dan berlalu meninggalkan kedua temannya yang sedang tertawa menggodanya.
Sesampainya di aula, Kenanga melihat kakak-kakak satu divisi sudah berkumpul disana. Dia menjadi malu karena datang paling belakang.
“Siang kak, maaf terlambat aku baru selesai kelasnya kak” ucap Kenanga dengan nada tidak enak pada mereka karena terlambah.
Melihat hal itu mereka hanya tersenyum dengan kalakuan Kenanga yang menurut mereka sangat polos.
“Santai aja dik, kita baru datang juga kok duduk dulu gih bentar lagi kita mulai” ucap Bhuana.
Melihat tingkah Kenanga, Bhuana juga melihat jam tangan dan dia sedikit terkejut karena hari sudah sangat sore. “Gaes ternyata udah sore ya, kita lanjut besok aja deh”
Mereka pun bubar dari aula dan menuju keluar gerbang sekolah. Kenanga bingung dia harus naik apa sesore ini untuk pulang. Dia mengambil ponsel dan mencoba menghubungi sang kakak. Setelah ada jawaban dari sang kakak dia memilih menunggu dan duduk di kursi dengat pos satpam.
“Loh Kenanga kok belum pulang? Ini udah sore loh” ucap Bhuana mengagetkan Kenanga yang sedang melamun disana.
“Eh kak, aku lagi nunggu jemputan nih kak”
“Belum dijemput ya? Mau bareng sama aku aja gak?”
__ADS_1
“Ehh gak usah kak, aku udah dijemput kok”
Melihat hal itu Bhuana memutuskan untuk menemani Kenanga menunggu jemputan. Karena Bhuana melihat wajah Kenanga sedikit memucat.
“Wajah kamu pucat, kamu kenapa?” tanya Bhuana akhirnya
“Hah? Pucat? Aku gak apa-apa kok kak, mungkin karena aku gak pakai liptint aja kak” ucap Kenanga sambil menyentuh bibrinya.
“Oh gitu ya, aku temani ya sampai dijemput”
Mereka pun menunggu dalam diam, tidak ada yang memulai percakapan. Mereka memilih sibuk dengan pikiran masing-masing sampai sebuah mobil berhenti dan ternyata jemputan Kenanga.
“Kak itu aku udah dijemput, makasih ya kak sudah menemani aku duluan kakak hati-hati pulangnya.” Ucap Kenanga dan berlalu meninggalkan Bhuana.
Melihat Kenanga menjauh Bhuana hanya bisa menghela napas panjang “Susah banget sih dimengerti” ucapnya sambil berlalu mengambil mobil dan pulang.
🌸🌸🌸
*** Terimakasih sudah membaca cerita '7 Hari Bersama Senja' semoga ceritanya menarik untuk kalian baca. Jangan lupa tekan tombol like dan kasi saran pada kolom komentar yang, biat saya tambah semangat menulis.
Terimakasih 🌸🌸***
__ADS_1