Tujuh Hari Bersama Senja

Tujuh Hari Bersama Senja
Episode 16 - Hari ke Dua


__ADS_3

Pagi ini senyum manis menghiasi wajah Kenanga, mengingat hal yang kemarin dia lakukan dengan pujaan hatinya Bhuana. Dia berharap hari ini akan menjadi lebih indah ketika dia bersama Bhuana lagi.


Langkahnya terhenti, memilih masuk ke satu ruangan yang merupakan ruangan kelasnya. Dia berjalan menuju tempat duduknya dan sudah nampak teman-temannya berada disana.


“Selamat pagi wahai kaum penunggu jodoh”


“Songong ya lo sekarang, mentang-mentang habis jalan bareng ngeledek kita kan lo”


“Astaga sensi banget sih lo Gumi”


“Stok jangan pegang-pegang gue, kita bukan teman sekarang”


“Ihhh lebay deh lo Gumi”


“Btw Rora mana?”


“Temen lo itu pagi-pagi udah nongkrong di kantin”


“Kok lo gak ikut?” Ucapnya seraya menaruh tas dan duduk di bangkunya.


“Gue udah sarapan”


“Cie pada nyariin gue ya lo pada” ucap Rora ya baru saja masuk ke dalam kelas dengan sedikit teriakan


“Enggak ya, ngapain kita nyari lo ya gak Gumi”


“Iya males banget sih”


“Kalian semua jahat” ucapnya mendramatisir nada bicaranya.


“Lo pada tau gak, katanya ada murid baru dikelas sebelah” ucap Rora


“Anak baru? Cowok bukan?”


“Ihh Gumi mah pikirannya cowok terus”


“Katanya sih cewek, cantik gitu pindahan dari luar negeri”

__ADS_1


“Oiyaaa? Bagus dong menambah populasi anak cantik di pintar di sekolah kita” ucap Kenanga bijak


“Kok bagus sih, harusnya lo gak suka dong itu bakalan jadi saingan lo nanti” ucap Gumi heran dengan perkataan temannya ini


“Gak boleh gitu, kita tu semua sama”


“Serah lo aja deh, males juga gue” ucap Gumi beranjak dari tempat duduknya menuju tempat duduknya yang sebenarnya.


Bel berbunyi pembicaraan gadis itu terpotong dan mereka melakukan pembelajaran seperti biasanya.


***


“Gue gak ke kantin ya, mau ke perpus aja gue gak laper” pamit Kenanga pada teman-temannya


“Gak makan terus lo Nga, nanti sakit lagi”


“Gue bawa bekal Gumi, nanti siang aja makannya”


“Yaudah deh terserah lo, gue sama Rora ke kantin dulu ya”


Mereka berpisah di depan kelas, Kenanga menuju perpus dan Rora serta Gumi menuju kantin.


Tak sengaja pandangan mata Kenanga menangkap sosok yang sangat dia kenapa bersama seorang wanita. Siapa wanita itu? Ada hubungan apa mereka, pikir Kenanga.


Kenanga mengamati apa yang mereka lakukan dan berusaha mencerna sedang apa mereka disana.


Disisi lain Bhuana sedang bersama seorang gadis yang ternyata adalah siswi baru disekolahnya.


“Lo ngapain sih kesini?”


“Aku kesini buat kamu Bhuana, aku masih sayang kamu”


“Tutup mulut kosong lo itu, jangan sok kenal lo sama gue disini”


“Bhuana kamu kok jahat sama aku sekarang”


“Diam” bentak Bhuana lalu dia berlalu meninggalkan gadis itu.

__ADS_1


“Bhuana… Bhuana tunggu aku”


Saat bersamaan tiba-tiba tersandung, Bhuana yang melihat itu menolong gadis itu. Saat itu mereka menjadi tontonan banyak orang. Banyak yang bilang mereka cocok dan serasi sebagai pasangan.


Mereka tak tau ada sepasang mata yang mengawasi mereka di pojok perpustakaan. Dengan dada yang sesak dia tetap melihat apa yang terjadi disana. Entah mengapa dia merasa dadanya seperti tertekan sesuatu.


“Rasanya sakit ya tuhan” ucapnya lirih dalam hati.


Bhuana yang tak sengaja melihat ke arah pojok kaget dengan keberadaan Kenanga. Dengan buru-buru dia melepas gadis itu dan menuju pojok perpustakaan.


“Hai Nga, udah dari tadi disini?”


“Ehhh hai kak, barusan kok kak”


“Bhuana… ihhh kok tinggalin aku sih” ucap gadis tadi datang merangkul lengan Bhuana.


Kenanga kaget melihat gadis itu dan melihat tangan gadis itu di lengan Bhuana.


Bhuana yang melihat perubahan wait wajah Kenangan. Tersadar melepas rangkulan tangan gadis disampingnya itu.


“Kak duluan ya, aku mau ke toilet sekalian balik ke kelas”


“Udah sana pergi aja gak usah ganggu Bhuana lagi” usir gadis itu pada Kenanga


Kenanga pamit pergi dari sana meninggalkan Bhuana dan gadis itu yang masih terdiam disana.


Bhuana yang melihat Kenanga pergi hanya bisa pasrah. Dia hanya takut gadis disampingnya ini akan mencelakai Kenanga.


“Manda lepasin tangan gue dan pergi lo ke kelas sebelum gue bertindak lebih jauh” ucap Bhuana tegas pada gadis disampingnya yang ternyata Amanda


Amanda yang melihat raut wajah Bhuana berubah, dia pun terdiam dan mulai berlalu dari sana.


***


🌸🌸🌸


*** Terimakasih sudah membaca cerita '7 Hari Bersama Senja' semoga ceritanya menarik untuk kalian baca. Jangan lupa tekan tombol like dan kasi saran pada kolom komentar yang, biat saya tambah semangat menulis.

__ADS_1


Terimakasih 🌸🌸***


__ADS_2