
Kenanga pun sampai dirumah, saat akan membuka pintu rumah tiba-tiba pandangan Kenanga membuyar selanjutnya semuanya terasa gelap dan Kenanga sudah tidak sadarkan diri. Melihat itu sang kakak berlari kearah Kenanga.
“Dik astaga bangun dik bangun” ucap Rio sambil menepuk pelan pipi Kenanga.
Melihat tidak ada respon dari Kenanga, Rio mengangkat tubuh sang adik dan memanggil mamah dan papahnya.
“Mah, Pah tolong ini Kenanga pingsan” ucap Rio panic membopong sang adik
Mendengar ada suara memanggil, sang mamah yang sedang sibuk didapur lari menuju ruang keluarga.
“Astaga abang adik kamu kenapa?” ucap sang mamah melihat sang anak pingsan.
“Abang gak tau mah, tadi Kenanga mau masuk tiba-tiba pingsan mah”
“Bawa naik keatas aja bang, mamah telepon dokter dulu”
Rio membawa adiknya kekamar dan menunggu sang mamah datang untuk menggantikan pakaian Kenanga. Mamah pun datang dan langsung mengganti pakaian Kenanga sambil menunggu dokter datang.
“Nak kamu kenapa lagi sih, bisa-bisanya pulang sore malah pingsan gini” ucap mamah sambil mengelus rambut Kenanga pelan.
__ADS_1
Tak lama setelah itu dokter pun datang dan mulai memeriksa Kenanga. Dokter menjelaskan bahwa Kenanga hanya kecapekan dan banyak pikiran. Dokter menyarankan untuk Kenanga diperhatikan untuk makan dan tidak terlalu capek dalam berkegiatan.
***
Di sebuah kamar yang cukup megah, Kenanga sedang beristirahat ditemani oleh mamahnya. Mengingat kejadian pingsannya Kenanga membuat sang mamah memaksa untuk menemani Kenanga istirahat dikamar.
“Kamu kenapa sih kak, kok bisa pingsan gitu tadi?” tanya mamah sambil mengelus lembut rambur Kenanga.
“Kayaknya aku kecapekan deh mah, aku dipilih jadi panitia ulang tahun sekolah mah dan aku tadi ada rapat sampai sore” jelas Kenanga.
“Tapi tadi dokter bilang kamu seperti banyak pikiran, mau cerita?”
“hmmm… gimana ya mah, kakak bingung mau cerita dari mana. Tapi mamah jangan ketawain kakak ya” ucapnya menghadap sang mamah.
“Tapi mamah janji setelah aku cerita mamah jangan ketawa” ucapnya meyakinkan sang mamah kembali
“Iya iya anak mamah yang bawel mamah gak ketawa, sekarang coba cerita sama mamah”
“Jadi mah… hmmm gimana ya, jadi aku tu suka sama cowok mah” ucap Kenanga gugup sambil meremas-remas selimut yang menutupi kaki sampai pinggangnya.
__ADS_1
Sang mamah pun tersenyum melihat pengakuan dari anak gadisnya ini, dia membiarkan Kenanga menceritakan semua yang dia rasakan.
“Tapi mah, aku kalau dekat aku gugup mah bingung mau ngelakuin apa. Dan sekarang aku lagi satu divisi sama dia mah. Jadi aku kepikiran kalau dia tau aku suka dia gimana cob amah, pasti aku bakalan diledek satu sekolahan. Belum lagi kalau dia ilfeel sama aku gimana mah, aku takut mah” ucapnya sambil nada sedikti frustasi kepada sang mamah.
“Kak… dengar mamah, suka sama orang itu wajar. Kalau kamu takut suka sama orang itu mending kamu mundur aja. Kamu gak boleh mikir terlalu jauh sayang, ini otak kamu kasian buat mikir yang susah-susah gitu. Gini aja deh…dijalani aja dulu nikmatin waktu sama dia, siapa tau ini jalan tuhan buat deketin kamu sama dia. Atau enggak ini kesempatan kamu buat dekat sama dia. Kesempatan gak datang dua kali loh kak, jadi dijalani aja ya sayang gak usah mikir terlalu jauh gitu. Sekarang anak mamah yang cantik ini tidur ya besok kan sekolah lagi” ucap sang mamah menasehati Kenanga.
“Tapi mamah temani sampai aku tidur ya mah? Baru mamah boleh pergi”
“Aduh anak gadis mamah yang katanya udah suka sama cowok malah tidurnya minta ditemenin” ledek sang mamah
“Mamah mah gitu, kan dirumah tetep jadi anak mamah”
“Yaudah tidur ya, mamah temani sampai tidur”
Melihat sang anak sudah memejamkan mata, mamah pun beranjak meninggalkan kamar Kenanga. Tak lupa membenarkan selimut dan mematikan lampu kamar Kenanga.
“Satu anak gadis ku ternyata bener-benar sudah beranjak dewasa, bahagia selalu nak” bantinnya
🌸🌸🌸
__ADS_1
*** Terimakasih sudah membaca cerita '7 Hari Bersama Senja' semoga ceritanya menarik untuk kalian baca. Jangan lupa tekan tombol like dan kasi saran pada kolom komentar yang, biat saya tambah semangat menulis.
Terimakasih 🌸🌸***