Tujuh Hari Bersama Senja

Tujuh Hari Bersama Senja
Episode 17 - Hari ke Dua (2)


__ADS_3

Di Sebuah taman, terlihat seorang gadis yang sedang duduk sambil melihat ke arah sekelilingnya. Dia melihat banyak pasangan yang sedang duduk dan bercanda sangat bahagia pikirnya.


“Kapan ya gue bisa gitu, senyum sama pasangan” gumannya lirih.


“Kayaknya senang, kalau ada yang hibur lagi sedih gini”


Lama dia terdiam di sana, sampai sebuah suara memanggilnya dia “Haii”


Dia menoleh melihat siapa yang menyapanya di taman itu. Saat melihat orang itu dia terkejut “loh kak kok bisa ada disini”


“Aku nyariin orang yang tiba-tiba kabur padahal udah janji mau pergi sama aku”


“Siapa kak orangnya? Jahat banget”


“Iyaa emang jahat banget orangnya, hahah” Bhuana tertawa sambil mengusap kepala Kenanga.


Kenanga yang diperlakukan seperti itu kaget dan terdiam melihat tangan Bhuana di atas kepalanya.


“Kamu kenapa kok duluan pulang?”


“Aku lagi pengen main ditaman kak, liat tu anak-anak kecil main-main seru”


“Iya juga ya, gimana kalau hari ini kita mainnya sama anak kecil ditaman aja”


“Boleh, ayoo kesini kak”


Kenanga berlari menuju anak-anak disana meninggalkan Bhuana dan melupakan masalah yang membuat dia kabur dari Bhuana.

__ADS_1


Bhuana hanya geleng-geleng kepala melihat Kenanga sangat antusias ketika melihat anak kecil. Satu hal lagi yang Bhuana tau, Kenanga adalah gadis penyuka anak-anak.


“Kak ayo sini, ikut main”


Bhuana yang merasa namanya dipanggil menuju arah Kenanga dan anak-anak itu bermain. Dengan tawa dan penuh kebahagiaan mereka bermain bersama anak-anak disana sambil sesekali mengajak mereka bernyanyi dan berhitung.


Tak hanya mereka disana juga terlihat bahagia dengan adanya Kenanga dan Bhuana bermain bersama mereka.


Tak terasa hari sudah mulai sore, mereka berdua pamitan dengan anak-anak disana. Wajah sedih menghiasi wajah anak-anak disana.


“Haii jangan sedih, kakak janji besok-besok kita main lagi ya” ucap Kenanga lembut pda mereka.


“Tapi janji ya kakak, berlmain sama kami lagi”


“Iyaa janji”


“Iya janji” Kenanga menautkan kelingkingnya dan mengusap lembut rambut anak itu.


“Kami pamit ya adik-adik, byeee” ucap Bhuana berlalu mengajak Kenanga.


“Byeee kakak cantik, kakak ganteng” ucap mereka kompak.


“Seru kan kak main sama anak-anak gitu?”


“Iyaaa seru banget, mereka polos dan lucu”


“Itu yang buat aku suka sama mereka, aku merasa bebanku hilang kak kalau ketemu mereka”

__ADS_1


Sampai di parkiran mereka berpisah menuju mobil masing-masing dan menuju rumah mereka.


“Duluan ya kak”


“Hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut, sampai rumah kanarin ya”


***


Setelah seharian berkegiatan di luar, saat ini Kenanga tengah duduk di balkon kamarnya sambil melihat bintang-bintang.


“Kenapa kak Bhuana gak jelasin tentang anak baru itu ya?”


“Apa sebenarnya mereka punya hubungan dan kak Bhuana hanya mempermainkan gue ya?”


“Aduhh pusing” ucapnya sambil mengacak-acak rambutnya kesal.


“Lagian gue kenapa sih, uring-uringan sendiri padahal gue ini siapanya kak Bhuana sih”


“Udah Kenanga, lo harus sadar diri”


Akhirnya dia memilih berlalu menuju kamar dan menutup balkonnya. Dia memilih tidur dan melupakan Bhuana sejenak. Dia tidak ingin terlalu overthinking dengan apa yang terjadi. Dia masih berpikir positif tentang Bhuana dan anak baru itu.


***


🌸🌸🌸


*** Terimakasih sudah membaca cerita '7 Hari Bersama Senja' semoga ceritanya menarik untuk kalian baca. Jangan lupa tekan tombol like dan kasi saran pada kolom komentar yang, i saya tambah semangat menulis.

__ADS_1


Terimakasih 🌸🌸***


__ADS_2