
Pagi ini senyum Kenanga sangat cerah, secerah matahari bersinar dipagi hari. Dia bergegas menuju kelas dan bertemu dengan teman-temannya. Kacamata yang bertengger di matanya menyembunyikan mata sembab akibat menangis semalaman.
“Pagi gaes”
“Pagi Nga, tumben lo pakai kacamata?”saut Megumi heran melihat Kenanga
“Iya Nga tumben banget”
“Kenapa sih kalian repot banget gue pakai kaca”
“Ya gak biasa aja”
“Yaudah sih”
Bel berbunyi menyelesaikan percakapan mereka, mereka mengikuti pelajaran seperti biasa hingga bel istirahat membuat mereka bernapas lega dan menuju kantin untuk mengisi tenaga.
“Pesan apa kalian biar gue pesenin?” Tanya bunga pada teman-temannya
“Gue bakso sama es jeruk Nga” ucap Megumi
“Gue siomay sama es jeruk Nga” ucap Rora menimpali
“Yaudah gue pesenin dulu ya sekalian gue mau ke toilet dulu”
Kenanga berlalu meninggalkan teman-temannya memesan makanan dan langsung menuju kamar mandi.
__ADS_1
Setelah selesai di kamar mandi Kenanga kembali menuju kanti menemui teman-temannya. Namun saat hendak menuju kantin tiba-tiba saja dia diseret ke taman belakang oleh seseorang. Kenanga ya pasrah mengikuti ketiga wanita itu menuju taman belakang.
Amanda melempar tubuh Kenanga di kursi yang ada di taman belakang
“Lo tu emang gak tau diri ya, gue udah peringatan buat jauhin Bhuana tapi lo masih dekat sama dia bahkan kemarin lo pulang sama dia. Mau lo apa hah?” Ucap Amanda dengan sorot mata tajam yang menandakan dia sangat marah saat ini.
Kenanga hanya diam menunduk mendengar ocehan Amanda untuknya
“Jawab gue ******, gue nanya lo brengsek”
Amanda menendang kursi emosi melihat Kenanga yang hanya diam saat dia bertanya
“Gu uuu ee mau dekat Bhuana” ucap Kenanga terbata-bata
“Apa lo bilang, lo mau sama Bhuana” Amanda memegang dagu Kenanga emosi “Bhuana punya gue asal lo tau, lo tau juga kan mama Bhuana udah jodohin kami jadi gue saranin sama lo jauhin Bhuana kalau lo bener-bener mau hidup tenang ****** sialaan”
“Lo denger gue baik-baik, sekali lagi gue liat lo sama Bhuana habis lo sama gue. Bila perlu teman-teman lo bakalan jadi sasaran karena keegoisan lo itu”
Kenanga mengangkat kepalanya ketika mendengar Amanda berbicara “jangan bawa-bawa teman gue”
Amanda tertawa remeh mendengar ucapan Kenanga “hahaha semua tergantung lo Kenanga, kalau lo gak keras kepala temen lo aman”
Kenanga terdiam melihat Amanda pergi dengan teman-temannya. Dia menangis kembali mengingat kenapa hidupnya bisa sekacau ini. Dia hanya ingin bahagia walaupun hanya sesaat, kenapa susah sekali sih.
Dia berdiri lalu menghapus air matanya dan menuju kantin agar teman-temannya tidak curiga padanya.
__ADS_1
***
Kantin
Lama banget sih lo Nga?” Ucap Gumi melihat Kenanga yang baru saja sampai kantin
“Tadi toilet penuh” jawab Kenanga asal lalu mulai makan makanan yang sudah dipesankan oleh temannya
Melihat hal aneh dari Kenanga, Megumi ingin bertanya namun dia memilih diam melihat Kenanganya tengah menikmati makanannya
Dia akan bertanya nanti ketika mereka sampai dikelas saja
Setelah menikmati makanan, meteka menuhu kelas karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi
“Nga lo jadi jalan sama kak Bhuana nanti? Lo bakal jawab apa nanti? Ini hari terakhir kalian sama-sama gak sih? Tanya Rora bertubi-tubi
Mendengar pertanyaan Rora, Kenanga memutar mata malas dengan sahabatnya satu ini “bisa gak sih lo tanya satu-satu aja?
“Ih Kenanga kok gitu, gue tanya baik-baik lo”
“Gue jadi jalan sama kak Bhuana, titik”
Kenanga dan Megumi meninggalkan Rora yang melongo mendengar jawaban sahabatnya
“Mereka kok jahat sih gue kan peduli” gerutu Rora lalu menyusuk sahabatnya menuju kelas.
__ADS_1
***