
Setelah kedua orang tua Kenanga keluar, mereka beranjak menuju kasur tempat Kenanga berbaring.
“Nga gimana keadaan lo? Kok bisa sakit sih?” tanya Megumi sambil duduk disamping tempat tidur Kenanga.
“Gue juga gak tau dan gak mau sakit Gumi” ucap Kenanga lemah
“Nga ada kak Andra, Kak El, kak Galih sama kak Bhuana tuh jenguk lo” ucap Rora sambil menunjuk mereka
Kenanga sedikit kaget saat Rora menyebutkan siapa yang ikut menjenguknya, dia menoleh ke arah yang ditunjuk Rora “Halo kak, makasih udah jenguk Kenanga”
“Santai aja Nga, cepet sembuh ya Nga” ucap Andra
“Iya kak makasih kak duduk aja kak gak usah berdiri nanti capek”
“Iya Nga, cepet sembuh dong Nga jangan sakit-sakit gitu temen gue galau nanti” ucap El sambil ketawa menyindir temannya yang dari tadi hanya diam saja.
“Apasih kak, temen siapa coba yang galau ada-ada aja kak El ini” ucap Kenanga dengan kekehan pelan
Mereka yang mengerti maksud dari El hanya bisa tertawa melihat kelakuan dua teman mereka ini. Lain hal dengan Bhuana merasa disindir oleh temannya dia hanya bisa menghela nafas pelan, kesal dengan kelakuan temannya ini.
“Udah ah kasian Kenanga keganggu kita ketawa, btw nih gaes kayaknya ada yang mau ngomong berdua nih. Gimana kalau kita tunggu diluar aja, biarin temen kita ini berusaha gitu kita sebagai teman ngertilah ya” ucap Galih sambil melirik ke arah Bhuana.
Bhuana mendelik ke arah Bhuana, dia sangat malu saat ini namun dia berusaha untuk terlihat biasa saja. Namun teman-teman yang lain malah tertawa melihat tingkah Bhuana yang menurut mereka sangat lucu ketika gugup.
“Kita keluar dulu yuk, Nga kak Bhuana mau ngomong sama lo kita keluar ya” ucap Megumi mengajak mereka keluar dan membiarkan Bhuana dan Kenanga berbicara berdua.
Setelah teman-teman mereka pergi Bhuana dan Kenanga hanya terdiam membisu. Mereka berdua sama-sama bingung bagaimana memulai percakapan. Karena jujur saja mereka sama-sama gugup saat ini.
“Hmmm boleh duduk disini kan Nga?” ucap Bhuana pada akhirnya memecah keheningan mereka
“Oh iya kak silahkan, maaf kak” ucap Kenanga pelan
__ADS_1
“Gimana keadaan kamu sekarang? Masih ada yang sakit?” ucap Bhuana basa basi pada Kenanga
“Udah mendingan sih kak, gak sakit lagi Cuma masih lemes aja”
“Istirahat yang cukup ya, jangan sakit-sakit lagi gak enak kan di rumah sakit hehehe” ucap Bhuana sambil sedikit tertawa.
“Iya kak, tapi kan aku gak tau juga sakit datangnya kapan”
“Hehehe iya juga sih” jawab Bhuana sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.
Mereka terdiam lagi, bingung harus membicarakan apa lagi. Sepertinya sudah habis kata-kata yang akan mereka ucapkan.
“Kenanga/Kak” ucap mereka bersamaan
“Hmm kamu dulu deh”
“Kakak dulu aja, aku gak jadi”
“Hmmm Nga maaf ya sebelumnya aku bingung mau ngomong dari mana tapi kamu jangan marah ya”
“Janji ya gak marah?”
“Iya kak” ucap Kenanga seperti tidak sabar untuk mendengar apa yang akan Bhuana katakana, semoga tidak hal buruk.
“Hmm.. jadi jadi gini, duh gimana ya ngomongnya, jadi gini kata temen kamu Gumi sama Rora kamu suka ya sama aku?”
Kenanga kaget dengan pertanyaan yang diucapkan Bhuana tadi, dia menoleh tanpa menjawab pertanyaan. Dia bingung harus menjawab apa dan dia kesal sama kedua temannya yang ember itu apa maksudnya ini apa mereka mau membuat Kenanga malu pada Bhuana.
“Ehh gini Nga kamu jangan salah paham dulu sama Gumi dan Rora, jadi aku sebenarnya juga suka sama kamu dari lama. Mereka berdua bilang ke aku karena mereka duluan udah tau kalau aku suka sama kamu. Katanya mereka pengen kamu bahagia gitu kamu jangan marah ya sama mereka.” Ucap Bhuana sedikit gugup melihat perubahan raut wajah Kenanga.
Mendengar apa yang Bhuana katakana tadi membuat napas Kenanga tercekat, apa katanya Bhuana juga menyukainya rasanya Kenanga ingin teriak saat ini “A aapa kak? Kakak juga suka aku? Dari kapan?”
__ADS_1
“Dari awal mos saat aku lihat kamu di taman samping lapangan tertawa menikmati keindahan taman itu, gak tau kenapa pas liat senyum kamu aku merasa nyaman dan adem”
“Tapi kenapa kakak diam aja?”
“Aku diam karena aku ngerasa kamu gak suka aku, tiap kali kita papas an kamu menghindar seolah kamu emang gak mau ketemu sama aku. Kalau kamu suka sama aku dari kapan?”
“Bukan gitu kak, aku bukan menghindar aku gak siap aja ketemu atau papasan sama kakak makanya aku milih menghindar aja. Aku juga takut kalau misalnya kakak malah ilfeel sama aku gitu tau kak. Kalau aku suka sama kakak pas kakak nolongin anak baru yang lagi dihukum di lapangan pas mos hari pertama.”
“Ohh saat itu, gak nyangka ya kita memendam hal yang sama” ucap Bhuana mulai berani menyentuh tangan Kenanga.
Kenanga yang diperlakukan seperti itu kaget dan dia mendadak gugup “I iiya kak”
“Nga, kamu mau gak kalau kita lebih mengenal satu sama lain. Mulai sama-sama gitu menghabiskan waktu berdua biar kita tambah saling mengenal, gimana?”
“Hmm… kak, apa gak apa-apa kalau kita dekat?” ucap Kenanga ragu kalau seandainya Bhuana punya teman spesial lainnya.
“Gak apa-apa maksud kamu?”
“Gak ada yang marh gitu lo kak ihhh?” ucap Kenanga sedikit kesal dengan Bhuana
“Ohh itu, ya gak lah kalau aku ngajak kamu saling kenal berarti Cuma kamu gak ada yang lain. Lagian aku sukanya sama kamu dan aku gak ada dekat sama cewek mana pun gimana kamu mau gak? Aku gak mau ditolak lo ya” ucap Bhuana denga kekehan kecil mengancam Kenanga.
Melihat hal itu Kenanga tersenyum dengan tingkah Bhuana itu, dia menatap dalam mata Bhuana melihat ketulusan disana “Iya kak aku mau, kita saling mengenal 7 hari gimana kak? Kita menghabiskan waktu sama-sama sampai nanti kita mengambil keputusan untuk kedepannya gimana?”
“7 hari? Boleh tuh kita haru tiap hari sama-sama selama 7 hari”
“Iya kak”
Senyum terpancar dari kedua orang ini, senyum kebahagiaan karena sebentar lagi mereka bisa sama-sama dengan orang yang mereka suka. Tidak perlu lagi mengagumi dalam diam karena mulai hari ini mereka bisa mengagumi dengan langsung.
🌸🌸🌸
__ADS_1
*** Terimakasih sudah membaca cerita '7 Hari Bersama Senja' semoga ceritanya menarik untuk kalian baca. Jangan lupa tekan tombol like dan kasi saran pada kolom komentar yang, biat saya tambah semangat menulis.
Terimakasih 🌸🌸***