Unexpected Loves By Kim Honey

Unexpected Loves By Kim Honey
Bab 11


__ADS_3

Sekitar 20 menit berlalu mereka sudah sampai di rumah Calista, sedikit lebih lambat dari biasanya.


Al benar-benar mengantar Calista Sampai depan pintu sesuai janjinya untuk menjaga Calista selamat sampai dalam rumah.


"Al gue udah sampai depan pintu nih, Btw Lo masih ngikutin gue. Mau sampai mana ngaternya? mau Sampai depan kamar gue?" protes Calista yang sebenarnya deg-degan Al bisa ada di rumahnya.


Itulah Calista menutupi rasanya dengan sikat juteknya.


"Boleh juga. Sekalian gue ketemu camer gue kan?" Al mulai usil lagi. Kebenaran yang selalu ia sembunyikan dengan candaan.


"Udah sampai juga. Terimakasih Lo udah ngater gue. sekarang Lo pulang nanti Aldo nyariin Lo." Cal berusaha membuat Al segera pergi sebelum Al ketemu orang tuanya. Namun takdir berkata lain sebelum Al pergi sang mama sudah membuka pintu diikuti dibelakangnya sang ayah.


"Eh ada tamu, kok ngga disuruh masuk Cal." Mama Calista tersenyum manis sedang sang ayah menelisik penampilan Al.

__ADS_1


Melihat orang tua Calista Al langsung menyalami tangan mereka. "Malam tante, om, saya Alvaro teman Calista dan Aldo maaf kalau saya yang antar Calista karena Aldonya sedang di luar Tante."


"Tidak nak, kami harusnya berterima kasih sudah menjaga anak kami sampai rumah. Ayo nak masuk minum teh dulu sebagai tanda terimakasih kami." ajak mama Calista ramah.


Al melirik Calista yang sedang melihatnya juga kemudian melihat ayah Calista yang sedang menganggukkan kepalanya. akhirnya untuk menghargai keduanya Al pun ikut masuk ke dalam rumah.


Rumahnya Calista memang tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Itulah ciri khas keluarga mereka sederhana meskipun Ayah Calista merupakan CEO dari Pabrik gula yang sudah memiliki beberapa cabang di beberapa kota besar.


"Cal kamu antarkan teh ini ya di ruang tamu mama mau menyiapkan makan malam dulu untuk teman kamu."


"syukurlah, ayo kita ke ruang tamu juga sekalian mama mau kenal teman kamu juga. siapa lagi namanya?" tanya mamanya


"Al, Alvaro ma." menjawab dengan singkat.

__ADS_1


Calista selalu saja tidak bisa jadi diri sendiri ketika menyangkut Al. Inikah cinta yang tidak pernah ia bayangkan akan datang secepat itu? Setelah ia susun sedemikian rupa rencana bahkan cinta tidak pernah ada dalam daftar tapi tiba-tiba masuk ingin merombak segalanya.


Di ruang tamu tidak mereka dapati kedua lelaki itu. Namun dari arah taman mereka mendengar perbincangan dari dua orang yang sedang asik bercengkrama yang sesekali terdengar gelak tawa. Apa yang mereka bahas tidak bisa Calista tebak. Ini pertama kalinya ia melihat sang ayah langsung akrab dengan seseorang. Biasanya teman laki-laki Calista akan takut pada papanya.


Sesampai mereka di taman " Papa kok di sini? kirain tadi di ruang tamu. Dan pada bahas apa sih kok kelihatan seru banget." tanya mama Calista.


"Ngga ada kok ma, biasa pembahasan laki-laki. iya kan Al?" ayah Calista meminta persetujuan Al


"Eh iya Tante, om benar." jawabnya kikuk.


" kalau begitu tehnya diminum dulu pa nak Al."


sementara Al meminum tehnya Calista bersuara

__ADS_1


"Al, jam berapa Lo pulang?"


pertanyaan Calista membuat ketiga orang itu langsung menoleh. Ditatal begitu Calista buru-buru menjelaskan " Maksud aku nanti Aldo nyariin kamu kalau kalau lama-lama di sini." panggilannya berubah karena tidak enak dengan orangtuanya.


__ADS_2