Unexpected Loves By Kim Honey

Unexpected Loves By Kim Honey
Bab 19


__ADS_3

Mungkin Calista hanya ditakdirkan untuk memendam untuk waktu yang lama. bahwa mungkin Al tidak akan pernah tahu. Tapi jangan juga berkecil hati karena dibalik sebuah hal ada hikmah yang tersembunyi.


Bisa jadi kamu menyukai sesuatu tapi itu amat buruk bagimu sedang bisa jadi kamu membenci sesuatu tapi ia amat baik bagimu.


kita memang sebagai hamba harus memegang prinsip bahwa diatas segala keinginan ada pencipta sang pemilik takdir.


***


Calista sudah berada di sekolah, dari awal datang hingga pulang ia mencari Alvaro tapi hari ini ia tidak melihatnya. Biasanya ia akan datang mengganggu atau sekedar iseng dengan Calista tapi hari ini berbeda. Al seakan-akan menghilang dari Calista.." jangan-jangan Al sakit kali ya. nanti deh tanya Aldo saja ." senyumnya masih mengembang.


Saat jam istirahat Calista melihat Aldo di kantin tapi ia tidak berani menanyakan Al di sana. Ia masih tetap malu untuk itu.


Bel berbunyi menandakan waktunya para siswa siswi pulang. "Al ayo pulang." melihat Calista yang mengajaknya pulang dengan wajah berseri-seri membuat Aldo bingung sendiri. "tumben Lo ngajak balik dengan ekspresi begitu?"


Calista memukul lengan Aldo. "apaan, gue setiap hari gini kok." Calista masih mempertahankan bahwa memang begitu ekspresi wajahnya setiap hari.

__ADS_1


"iya, iya pokoknya Lo menang deh. Ayo buruan naik." melihat itu Aldo pasrah. Tahu bahwa Calista sosok keras kepala maka jika tidak mengalah mereka bisa-bisa sampai sore di sana.


"Ok deh." jawab Calista.


Beberapa menit berlalu kini Calista memulai pembicaraan. Ia ingin menanyakan tentang Al tapi tiba-tiba ia menjadi gelisah. Rasa gengsinya muncul lagi. Aldo yang peka menyadari hal itu bahwa Calista ingin mengungkapkan sesuatu tapi Sulit ia keluarkan.


"ada apa? mau cerita?"


" iya. Tapi sebelumnya Lo harus janji dulu nggak boleh tertawa atau pun kaget dan menyerbu gue dengan pertanyaan." syarat dari Calista karena ia tidak ingin Aldo membully nya.


"iya iya janji." Aldo berjanji karena jika tidak dituruti maka akan ada drama lain lagi.


Aldo tidak terkejut dengan pertanyaan Calista. Aldo hanya tersenyum simpul karena sudah tahu pada akhirnya akan seperti ini. Sepupunya baru akan mencari ketika sudah kehilangan.


"Cal, Calista, Lo lupa ya?"

__ADS_1


"eh lupa apa?" Calista mulai bingung


"Al sudah pindah Cal. tadi subuh ia berangkat. Dia nggak pamit apa sama kamu sebelumnya?" tanya Aldo


"Al pindah? tanyanya dalam hati. Dalam sepersekian detik ia menyadari bahwa benar Kemarin adalah hari terakhir Al pergi ke sekolah dan semalam adalah pertama dan terakhir kalinya Al mengantar.


Menyadari Calista terdiam, Aldo kembali menyadarkannya. "Cal?, hei Lo dengar gue nggak?"


"eh iya maaf Do."


"kita sudah sampai. ayo turun."


saat mengedarkan pandangan ia melihat sesuatu yang berbeda. ini bukan di rumahnya.


"Do, kok kita ke sini? ngapain Lo bawa gue ke laut?" tanya Calista

__ADS_1


Aldo tertawa "ya kali Lo mau cerita di sini lagian ini akan sedikit menenangkan Lo Cal. Gue tahu Lo sudah menyadari perasaan Lo."


"iya. tapi gue lambat Do. Gue lambat menyadarinya gue lambat menurunkan ego gue. kenapa sih dia harus pergi ketika gue sudah mati-matian memberanikan diri? kenapa Al? tanya Calista yang sudah duduk menghadap ke laut.


__ADS_2