Unexpected Loves By Kim Honey

Unexpected Loves By Kim Honey
Bab 16


__ADS_3

"Iya Al, gue bakalan kangen dengan Lo. tapi itu hanya ia ungkap dalam hatinya. "ya nggak lah ngapain kangen sama Lo?


"hufft... ya siapatau Cal." dengan senyum terpaksa Al menanggapi Calista. "Harusnya Lo bilang akan kangen dengan gue Cal, bohong pun nggak apa-apa itung-itung sebagai penawar rasa sedih gue"


"hmm by the way kalau Lo pindah rumah Lo di sini bagaimana?"


"hmm ada bibi yang jaga." jawab Al.


Entah angin darimana suasana yang selalu tak bersahabat itu seketika berubah, mereka yang ketika bersama akan saling beradu argumen kini hilang entah kemana. mereka bercerita layaknya seorang teman yang begitu akrab dan damai.


"Cal?" panggil Al dengan lembut


"apa?" tidak seperti biasanya Calista pun menjawab dengan nada santai tanpa menoleh ke Al yang sedang menatapnya.


"Lo jaga diri Lo baik-baik ya. Hidup dengan baik. jangan nakal, jangan mudah akrab dengan orang baru, Lo sebisa mungkin harus kenal dia dulu. kalau bisa Lo pertahankan sikap cuek Lo itu tapi jangan keterlaluan juga hehe.

__ADS_1


Cal, kok nyesek ya gue mau ninggalin Lo. janji ya Lo akan baik-baik saja setelah gue pergi dan Lo harus bahagia karena Mungkin gue nggak bisa lagi gangguin Lo."


Calista yang mendengar itu tidak berani menatap Alvaro. Ia merasakan sesak untuk kesekian kalinya karena Al. kata-kata Al yang sederhana begitu menusuk. Sekuat tenaga agar pertahannya tidak runtuh. "Al, haruskah gue mengakuinya sebelum terlambat?"


"Cal? "


"iya?"


"Cal?"


"tuh kan kembali lagi ke mode juteknya. kayaknya gue bakalan rindu banget dengan Lo yang kaya kini deh Cal." tatapan sendu Al seakan-akan mengungkapkan semuanya.


"....." tidak ada jawaban dari Calista.


"Cal Lo sebenarnya normal nggak sih, Lo masih suka sama laki-laki kan? perasaan semenjak SMP Lo belum pernah pacaran atau pun terdengar suka sama seorang laki-laki sampai sekarang. Lo selalu cuek dengan siapapun itu " Al kembali menatap lurus ke depan sambil tersenyum.

__ADS_1


Calista melototkan matanya dan menoleh menatap Al, dalam hati"iyalah Al gue masih normal dan lelaki itu adalah Lo." sepersekian detik tatapan itu ia alihkan lagi dan kemudian menjawab pertanyaan Al "nggak. Gue nggak suka cowok"


Jawaban Calista membuat Al mendadak tertawa sedang Calista hanya tersenyum simpul senang bisa melihat Al tertawa lepas.Tanpa disadari keduanya mereka telah larut dalam percakapan yang begitu hangat dan suatu saat akan mereka rindukan.


***


setelah percakapan di koridor sekolah kini Alvaro Calista, Bella dan Aldo sedang berada di sebuah mall yang ada di kota itu. Banyak hal yang dilakukan. Mereka makan bersama, menonton bioskop bersama dan membeli buku bersama-sama hingga malam menjelang mereka ke pasar malam.


sebenarnya Al mengajak Calista pergi berdua namun ia ditolak dengan alasan Calista tidak ingin ada cerita yang tidak-tidak. Hingga Al pun mengajak Aldo dan Bella ikut serta demi kenyamanan Calista. Tujuan Al hanya satu menghabiskan waktunya dengan Calista sebelum ia benar-benar pergi.


Setelah pukul sembilan malam mereka baru pulang. Al mengantar Bella duluan, kemudian Aldo dan trakhir Calista. Sebelum Calista keluar dari mobil Al sudah menyiapkan sebuah kotak sebagai kenang-kenangan darinya.


"Cal tunggu dulu, ini buat Lo. semoga Lo suka." Al mengulurkan tangannya memberi hadiah terakhirnya untuk Calista dengan senyuman tulus.


Calista menatap bimbang kotak itu. Hatinya menolak tapi ia juga ingin menghargai Al. karena selama ini Calista tidak pernah menerima apapun dari sosok Al begitupun yang lainnya.

__ADS_1


Calista bukan tipe gadis yang suka menerima sembarang pemberian. Rasa gengsinya benar-benar tinggi. Tapi kali ini bagaimana ia menolak tanpa menyakiti hati Alvaro kembali.


__ADS_2