
"Al sudah papa suruh hubungi Aldo kalau nanti supir papa saja yang antar Al pulang dan kemungkinan agak larut." ayah Calista yang menjawab.
mama Calista yang mendengar itu langsung bertanya "Loh jadi tadi kalian naik apa ke sini?"
Lagi-lagi ayah Calista yang menjawab "Tanya aja sama anak kamu itu"
Calista yang disebut namanya langsung menoleh. " hehe nggak naik apa-apa ma, kami jalan kaki."
Sang mama yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya bukan khawatir dengan anaknya tapi kasian dengan Al. kalau dilihat -lihat Al bukan orang yang terbiasa dengan hal seperti itu.
"Maaf Tante, saya tadinya mau antar pakai motor tapi Calistanya nggak mau jadi terpaksa saya antar jalan kaki saja daripada dia sendirian pulang kami juga akan khawatir." tiba-tiba Al tidak enak karena mengantar anak gadis orang dengan berjalan kaki.
"Aduh nak Al, seharusnya mama yang minta maaf.
Calista ini memang sedikit keras kepala. maaf ya" jawab mama Calista tidak enak hati.
"Tidak apa - apa Tante." Al tersenyum
Setelah pembicaraan itu Calista dan mamanya kembali ke kamar masing-masing sedang kedua lelaki berbeda usia itu masih asik membicarakan hal serius namun tetap santai. Kopi dan catur pun menemani mereka.
Keesokan harinya di sekolah.
__ADS_1
Bel berbunyi menunjukkan waktu istirahat mereka sudah tiba. Calista dan sahabatnya Bella sedang sedang berada di kantin menunggu pesanan mereka datang. pesanan belum datang tapi mereka sudah dikagetkan dengan kedatangan orang yang tidak dia harapkan. Iya siapalagi kalau bukan Al, Aldo dan Kevin. ketiganya tiba-tiba duduk di depan Calista dan Bella .
"sudah pesan Cal?" tanya Al basa basi
Calista melirik Al "sudah, itu menunya sudah datang."
"Oh ok kalau gitu Lo makan duluan aja."
Calista hanya mengangguk tanda ia mengiyakan perkataan Al. melihat itu Bella, Aldo dan Kevin hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.
"Singkat banget jawaban Lo Cal." sindir Aldo dengan tampang usilnya. Bella yang mendengar itu lansung setuju dan mencubit pelan sahabatnya.
Al dalam hati "Kira-kira Lo ada rasa ngga sih cal ke gue. Kenapa bisa ya gue suka sama Lo padahal Lo kan tukang marah jutek lagi tapi untung pinter sih"
Calista dalam hati " Cal fokus! Itu juga apa-apaan sih Lo Al melihat gue segitunya? Mau ngerjain gue supaya baper? no way ya. Gue ngga bakalan suka sama Lo"
Aldo "Aduh Dasar sama-sama batu, yang satu tidak peka yang satunya penakut. Harusnya cal menyadari perasaannya sebelum terlambat."
sedang Bella dan Calvin hanya geleng -geleng kepala.
Calista dan Bella lebih dulu meninggalkan kantin. dalam perjalan menuju kelas Bella bertanya " Cal?"
__ADS_1
"apa?" tanya Bella kembali.
"bagaimana rasa Lo ke Al?" lanjutnya bertanya
Melihat Calista hanya diam, memandang lurus ke depan Bella sudah tahu sebenarnya Calista juga ada rasa ke Al hanya saja ada yang menghambatnya dalam mengakui. "Cal?"
Calista yang baru menyadari Bella memangginya "Eh gue nggak tahu Bel. Lo tahu gue belum pernah pacaran sebelumnya tapi kalau dekat dia itu bawaannya dag Dig dug gitu" menoleh ke Bella.
Bella yang memang memiliki kekasih sudah tahu bahwa "fikss Lo sudah jatuh cinta Calista! Ya ampun seorang Calista yang kutu buku yang bagaikan batu sudah jatuh cinta? oh my Go....upp" mulut Bella langsung dibekap oleh Calista. Bagaimana tidak, sahabatnya itu begitu heboh.
"Bel, Lo berisik banget. Yang lain nanti mendengarnya dan jadi gosip. Belum tentu gue suka, lagian gue kadang ngerasa mudah jengkel dengannya Bel, bahkan suara gue akan berubah jadi orang jutek tapi disaat yang bersamaan gue seneng di dekat dia" bingung gue.
Bella lagi-lagi menepuk jidatnya. "kalau itu gue tahu. Gue bisa simpulkan kalau Lo itu GENGSIAN." lanjutnya dengan penekanan "suka kok gengsi, hati-hati belakangan nyesel Lo"
Calista mendengar itu memukul lengan sahabat hingga yang punya lengan meringis.
Calista berhenti sejenak dan menatap Bella" Gue suka sama Al? nggak mungkin Bel. Mustahil gue suka dia. Al itu bukan tipe gue." setelah mengatakan itu Calista berlalu meninggalkan Bella.
"Cal tungguin gue. ishh anak itu belum sadar juga." Bella mengejar Calista yang akan masuk kelas.
Tanpa mereka sadari sepasang telinga telah mendengar kalimat trakhir Calista.
__ADS_1