Unexpected Loves By Kim Honey

Unexpected Loves By Kim Honey
Bab 17


__ADS_3

Calista benar-benar bimbang antara menerima atau menolak. Mau menerima takutnya nanti Al berpikiran yang tidak-tidak, mau menolak takutnya Al sakit hati. Dan pada akhirnya Calista mengambil kotak itu "Al makasih ya, niat baik Lo gue udah terima dan ini barangnya gue kembalian lagi."


Calista berpikir ini adalah jawabnya yang terbaik. setidaknya ia sudah menerima maksud baik dari Alvaro meskipun ia tidak mengambil barangnya.


Mendengar jawaban Calista Al tidak percaya Calista ternyata se keras kepala itu. Al benar-benar kecewa padanya. Menurutnya apa susahnya menerima pemberian toh tidak ada maksud lain. Kalau pun kamu tidak menyukai tapi sebagai bentuk penghargaan harusnya ia terima.


"Cal Lo bisa nggak sih sedikit ngehargain orang? sedikit aja Cal, sedikit aja nggak usah banyak-banyak. Lo nggak suka gue itu nggak apa-apa dan itu tidak ada sangkut pautnya dengan hadiah ini."


mata Calista mulai memerah, tangannya terkepal sekuat tenaga air matanya tidak jatuh dihadapan Al. " Al, maafin gue tapi memang gue nggak bisa Nerima itu. kan intinya niat baik Lo gue udah terima jadi sudah kesampaian." jelas Calista


"Apa alasan Lo hingga nggak bisa terima ini?" Mata Al pun memerah frustasi dengan sikap Calista yang tidak bisa ia baca .

__ADS_1


"Ya, ya gu gue nggak bisa. itu aja." Calista tidak bisa menjelaskan lebih banyak alasan kenapa ia begitu sulit menerima pemberian Al. " Maaf Al gue turun dulu makasih untuk hari ini. Lo baik-baik ya di sana. selamat tinggal.' pamit Calista yang sudah tidak tahan. Air mata yang sekuat tenaga ia bendung kini tumpah begitu saja seiring langkah kakinya.


Belum sampai Calista masuk dalam rumah terdengar suara Al yang bergetar dari dalam mobil. "Lo seperti nggak punya hati Cal. Lo perempuan paling egois yang pernah gue temuin Cal."


Mendengar perkataan dari Alvaro, membuat langkah Calista mendadak berhenti. Sakit, sesak itu yang ia rasakan. Air matanya kini semakin deras tapi tak mampu untuk berbalik menatap Al yang tengah kecewa padanya.


Setelah mendengar kata-kata yang dilontarkan Al, Calista berlari masuk hingga tanpa sadar kedua orangtuanya melihat kejadian itu.


"itu anak mu juga ma. tapi apapun keputusan yang ia pilih pasti ada alasan dibaliknya."


Ayah dan anak itu memang dekat, jadi apapun keputusan Calista ayahnya sudah yakin ada alasan kuat kenapa ia begitu.

__ADS_1


"mama ke kamarnya Calista saja buat nenangin dia. Papa temuin Al dulu."


ketika ayah Calista keluar, benar saja Al masih berada dalam mobilnya. Dengan pintu mobil yang masih terbuka membuat ayah Calista bisa melihat Al tengah menelungkup kan wajahnya di stir mobil.


"Al ?" tegur sapa oleh ayah Calista yang membuatnya mengangkat wajahnya melihat sumber suara.


karena sadar dengan penampilannya yang kacau Al buru-buru terlihat lebih baik lagi. Dengan senyum kikuk "eh iya om. maaf saya terlalu ribut dan mengganggu kenyamanan om dan tante ya." maafnya merasa bersalah.


Ayah Calista melihat itu menepuk punggungnya "nggak apa-apa, terkadang ada beberapa hal yang sangat menguji kita. Dan sebagai laki-laki tidak masalah jika ingin menangis tapi setelah itu harus kuat kembali . Jangan mudah menyerah anggap ini ujian pertama kamu."


"maksud om?"

__ADS_1


__ADS_2