
Tidak apa kamu berjauhan darinya hari ini. Ingat konsep takdir? Yang ditakdirkan untuk mu akan menemukan jalannya untuk bersama namun jika tidak ditakdirkan untuk mu maka sedekat apapun kamu hari ini tetap tidak akan bersama.
Kini Calista hanya bisa menyesali semuanya. Ia tetap teguh mempertahankan prinsipnya. prinsip untuk meraih cita-cita sebelum cintanya dan ia sudah siap dengan resiknya. Namun ia lupa ternyata mengucapkan tidak semudah saat mengalaminya.
" Do, gue harus gimana sekarang? haruskah gue hubungi Al duluan, atau gue susul? Lo punya nomornya?" Calista meminta saran pada Aldo. Ia sudah merasa begitu menyesal.
Mendengar itu Aldo tiba-tiba memukul lengan Calista. plakkk "gila Lo Cal? Lo sadar nggak sih kodrat mu sebagai apa? perempuan kan? Lo itu perempuan harus punya harga diri yang tinggi Cal. suka boleh bodoh jangan."
"Apa-apaan sih Al, sakit tau." protes Calista menatap Aldo
__ADS_1
"Lo tuh yang apa-apaan, Lo suka Al ya nggak mesti gitu juga Cal. Lo sebaiknya kembali ke fase awal, Lo fokus ke tujuan Lo. karena melihat lo begini Lo belum pantas untuk cinta-cintaan Cal. Lo masih labil. udah deh Al fokus ke cita-cita Lo jika nanti kalian berjodoh pasti Lo bakalan dipertemukan lagi." jelas Aldo
Menurut Aldo Sebesar apapun rasa suka kamu ke seseorang jangan pernah merendah untuk itu apalagi mengorbankan masa depan kamu hanya untuk kebahagiaan sesaat. kenapa kebahagiaan sesaat? karena belum tentu rasa mu dimasa labil hari ini akan bertahan hingga di kemudian hari.
Bagaimana jika kamu sudah mengorbankan cita-cita demi cinta mu tapi pada akhirnya cintamu gagal?
mendengar ucapan Aldo, Calista tiba-tiba memukulnya lagi. "hmm itu sih maunya Lo, suka gratisan. by the way terimakasih untuk sarannya ya Do. Gue sedikit lebih tenang." ucapnya tulus.
setelah Calista tenang dan sudah tahu arahnya lagi mereka pun melanjutkan perjalanan ke rumah mereka.
__ADS_1
***
Beberapa bulan telah berlalu, kini Calista telah menapaki jalan hidup yang berbeda. Calista masuk di universitas salah satu kota ternama di Jakarta Selatan. Hari-harinya dilalui dengan baik meskipun kerap kali ia merindukan sosok Alvaro.
Calista menjadi primadona di kampusnya namun tidak ada yang digubrisnya. Hatinya tetap pada Alvaro.
satu semester, dua semester, tiga semester berlalu dengan baik namun pada semester lima ia mengalami guncangan. Calista mendengar kabar jika Alvaro telah memiliki tunangan dan akan segera menikah ketika lulus kuliah. Calista tiba-tiba menjadi sesak. Disaat ia berjuang memantaskan diri nyatanya Al meninggalnya dengan mudah. Dan bisa ia simpulkan bahwa Al memang tidak pernah menyukainya. hanya dia yang menyukainya. pantas saja Al tidak pernah mengungkapkan tapi hanya menanyakan perasaan Calista saja. mungkin hanya untuk bahan bercandaan kepada Calista jika seandainya Calista menjawab iya.
Hancur karena berharap pada manusia. sebuah kalimat mengajarkan kita bahwa jika ingin merasakan kecewa maka beranilah berharap pada manusia. Intinya jangan menyimpan kebahagiaan mu di orang lain karena pada saat orang itu berubah maka hatimu akan tersakiti.
__ADS_1