
...Tidak ada yang salah dalam memendam. Mungkin sedikit menyakitkan tapi ingat ini hanya sementara. Jangan pernah menukarkan masa depan mu dengan cinta semu. ...
..."Kim honey"...
Jawaban Calista benar-benar membuat Al murung. Ia kembali dalam keadaan lesuh.
"Al belum tidur nak?" sapa mama Al yang saat itu sadar bahwa sejak anaknya pulang ia belum makan apapun
"mama, iya ma belum ngantuk."
melihat anaknya seperti itu ia tahu pasti sudah terjadi sesuatu. " kenapa? mau cerita ke mama hmm?"
karena mamanya adalah tempat ia menumpahkan segala gundanya, Al pun menceritakan semua yang dialaminya. bagaimana ia menyukai Calista dan Sampai pada Calista yang tidak memiliki perasaan yang sama padanya.
Terkesan Jahat karena ini adalah kali pertama menyukai seseorang namun tidak terbalaskan.
__ADS_1
setelah memikirkan matang-matang ia memutuskan satu hal. Hal yang membuat mamanya kaget namun merasa bangga dengan alasan anaknya. Namun mungkin tidak dengan Calista. keputusan ini bisa saja membuatnya bersedih.
***
Sejak kejadian itu Calista terus saja memikirkan tindakannya. sudah benarkah langkah yang sudah ia ambil. Haruskah kemarin ia mengakui saja sehingga hatinya terasa plong?
Tapi rasa gengsinya mengalahkan semuanya. Saat Al mendekat ia akan spontan menjauh, saat Al mengajaknya berbicara ia akan bersikap judes. padahal dalam hati ia juga senang berinteraksi dengan Al.
Hingga ia benar-benar berada di puncak penyesalan. Al akan pindah sekolah. pekan ini adalah pekan terakhir Al bersekolah di tempat yang sama dengannya. setelah ujian Al akan pindah. Tapi kenapa bisa ia tahunya belakangan? karena ia terlalu menutup diri dari semua yang berhubungan dengan Al. setiap temannya atau akan bercerita ia akan memotong dan mengatakan tidak ingin membahasnya padahal ia juga ingin tahu kenapa dengan Al. tapi lagi-lagi egonya mengalahkan hatinya .
"Al gue suka sama Lo, tapi gue nggak bisa ngaku harusnya Lo tahu. kenapa Lo nggak peka sih." keluh Calista memandang langit yang dihiasi bintang-bintang.
Dan dibawah langit yang sama Al pun demikian " Cal Lo lagi apa? sepertinya gue benar-benar sayang sama Lo. tapi kenapa Lo ngga punya perasaan yang sama dengan gue? padahal gue nggak jelek, udah hampir mapan juga (Al sudah memiliki bisnis kecil-kecilan selain dari perusahaan ayahnya), dan gue bukan orang jahat. apa ada yang salah ya? banyak yang suka gue tapi kenapa Calista tidak? normal kan Lo Cal?"
pikiran Al kali ini benar-benar diluar nalar. Hanya karena Calista satu-satunya yang tidak menyukainya ia sudah over thinking. Jika saja Al tahu kalau Calista juga mati-matian memendam rasanya maka Al pasti sangat bahagia.
__ADS_1
***
keesokan harinya di sekolah Al lagi-lagi mendekati Calista. Ia ingin menghabiskan waktu dengan Calista sebelum ia benar-benar pergi. Ia sekali lagi mau memastikan.
"Dorrrr.. Al mengangetkan Calista yang tengah melamun di koridor.
"Alvaroooo, Calista berteriak dan memukuli Al. ngapain Lo ngagetin gue? Calista memberenggut."
"hehe sorry sorry, lagian Lo ngelamun aja. ngelamunim siapa? gue? tebak Alvaro
Calista melototkan matanya "Gila Lo ngapain gue ngelamunin hal nggak penting". padahal jelas dalam hati "iya gue mikirin Lo Al kenapa harus pindah."
"hmm harusnya Lo mikirin gue. gue udah pindah pekan depan Cal.
"trus? ya pindah aja Al ngapain lo ngasih tahu gue?" berusaha mengendalikan dirinya.
__ADS_1
"ya nggak apa-apa. Kira-kira Lo bakalan kangen ngga sih sama gue nantinya?" tanya Al serius