Unexpected Loves By Kim Honey

Unexpected Loves By Kim Honey
Bab 14


__ADS_3

Kadang kita memang berada diantara pilihan yang sulit. Antara mengakui dan mengelak. Mau mengakui tapi belum waktunya sedang ketika mengelak kamu harus merelakan hatimu terluka. Dan sesimpel itu cinta dalam menyakiti.


"Cal, sebenarnya gue mau nanya hal penting tapi Lo harus jawab jujur." Al menatap Calista serius


Calista mendengar kata-kata Al seketika gelisah.


"hmm apa?" Calista berusaha terlihat biasa saja.


"Lo ada rasa nggak sama gue, maksudnya Lo suka nggak sama gue ?"


Calista mendadak bisu tapi sepersekian detik berikutnya nada suaranya meninggi " nggak lah! mana mungkin gue suka sama Lo" memalingkan wajah.

__ADS_1


Calista menjawab secepat mungkin tanpa melalui pertimbangan dulu. Calista ingin mengakui tapi masih bingung kalau pun ia suka ia pun juga akan tetap menjawab hal yang sama.


Pandangan Calista mengenai rasa cinta untuk umurnya yang sekarang bukanlah hal yang tepat. Baginya menyukai boleh tapi untuk ke jengkang pacaran itu belum waktunya. Calista masih sekolah, masa depannya masih panjang, masih ada cita-cita yang mau ia raih, ada orang tua yang harus ia buat bangga.


Calista tidak boleh begitu egois dengan hidupnya. Ia sudah memikirkannya beberapa hari ini. apalagi kemarin ada kejadian yang membuat Calista sedikit trauma jika harus memutuskan sekarang.


Anna sahabat Calista yang sudah pindah keluar kota. Anna pernah begitu bahagia hingga ia lupa waktu karena sibuk pacaran hingga pada akhirnya kebahagiaan itu sirna semenjak pacarnya selingkuh. Hal ini yang ia takutkan, takut bernasib sama seperti temannya.


Masih teringat diingatan Calista saat Anna menangis tersedu-sedu dan hampir galau setiap harinya. Masih jelas juga ingatan Calista ditengah - tengah tangis itu Anna menasehati Calista untuk tidak berpacaran dulu sebelum mengenal betul si laki-laki. Jangan sampai mudah terberdaya karena sejatinya laki-laki akan melakukan seribu hal ketika ingin memiliki atau merasa penasaran tapi ketika sampai pada tahap sudah dimiliki akan disia-siakan.


..."Kim Honey"...

__ADS_1


"Jadi Lo benar-benar tidak punya perasaan apa-apa ke gue? meskipun itu sedikit?" Tanya Al memperjelas lagi.


"Ya iya lah. Ngapain juga gue suka sama Lo yang ngeselinnya tingkat tinggi." Bohong Calista padahal ia merasa senang jika Al selalu seperti itu padanya.


"hmm baiklah Cal. Lo baik-baik ya. itu penjemput lo sudah datang. Gue duluan." pamit Al dengan muka yang tidak secerah sebelumnya. Ia merasa mungkin selama ini hanya perasaannya saja yang mengatakan bahwa Calista juga menyukainya.


Calista tersadar pun segera menuju mobilnya. "jalan pak".


"Baik non." kata pak sopir sopan


sepanjang perjalanan ia terus memikirkan kata-kata yang sudah ia lontarkan ke Al. Benarkah keputusannya? haruskah ia tadi mengakui perasaannya?

__ADS_1


Ia ingin menjawab iya tapi ia masih ragu dan ia juga takut jika Al tidak memiliki rasa yang sama juga dengannya. Hari ini benar-benar menguras energi Calista. sepanjang jalan ia melamun sampai di depan rumah pun ia baru sadar ketika pak Mamang memanggilnya. " Non, kita sudah sampai! non ? non Calista? "


"Eh iya pak sudah sampai ya. maaf ya pak saya melamun." Calista tersenyum dan pamit masuk ke dalam rumah. yang ia tuju sekarang adalah kamarnya rasa laparnya tidak lagi ia rasakan karena saat ini ia hanya ingin langsung berbaring.


__ADS_2