
Tak berselang lama Aldo tiba di tempat Calista. Dengan tampang tengilnya ia menyapa Calista “Hai Cal, sorry gue agak telat jemput lo”.
Calista yang melihat Aldo dengan geram langsung memukul pinggung Aldo. Calista mengamuk karena menunggu terlalu lama. "Keterlaluan lo ya Do. Gue berjamur di sini menunggu. kalau saja gue hamil gue udah ngelahirin karena nungguin lo. Lo darimana sih. Rumah al itu nggak terlalu jauh tapi kenapa lo lama banget. Atau lo sama Al bekerja sama nmgerjain gue? Jawab Do jangan Cuma diam doing.” Protes calista dengan menyerbu Aldo tanpa ampun.
Calista bukan hanya menyerbunya dengan pertanyan tapi juga dengan timpukan buku. Jadi bagaimana bisa Aldo menjawab sedang ia tengah melindungi kepalanya dari pukulan Calista. “Aldoooo jawab gue” teriak Calista lagi.
“okok. Tapi berhenti dulu mukulin gue, gue nggak bisa nafas ini” Aldo menangkap buku yang digunakan Calista memukulnya. Calista akhirnya tenang tapi tetap dengan muka judesnya. Aldo melihat itu memberikannya air minum “ini minum dulu baru gue jelasin di perjalanan nanti.”
Calista tetap tak bergeming hingga Aldo menempelkan minum itu di wajah Calista dan kembali mendapatkan protes dari si empunya. “apaan sih do, dingin tahu.”
“iya gue tahu itu dingin makanya gue tempelin tuh ke muka lo yang sudah memerah. Bagaimana? Enakan kan?” dengan alis naik turun ia menggoda Calista.
“apa sih” Calista meminum minuman itu dan merasa agak tenang.
“ok karena lo udah tenang ayo naik kita pulang!” ajak Aldo. Karena calista belum naik juga Aldo melihat ke belakang lagi menatap Calista “ kenapa belum naik?”.
__ADS_1
Dengan menunjuk Aldo Calista kembali protes “Lo belum jelasin ke gue, gue masih ngambek ya.”
Dengan menghembuskan nafasnya Aldo kembali membujuk “hufft... naik dulu Cal sebentar di jalan gue jelasin, lo liat kan ini sudah sore nanti mama lo khawatir lagi kita telat pulang.” Calista sejenak terdiam dan pada akhirnya ia menurut pada Aldo.
Calista naik di jok motor Aldo dan segera aldo melajukan motornya. Belum lama Mereka dalam perjalanan Calista kembali memukul kepala Aldo. “kok lo mukul gue lagi? Kalau kita jatuh bagaimana?” aldo memberenggut kesal.
“Bodo, lagian lo belum jelasin ke gue kenapa bisa telat jemput gue.”
“iya sorry jadi gini ceritanya, Aldo menjelaskan semua pada calista terutama tentang dia yang terjebak di dalam mobil.
Setelah Aldo menjelaskan panjang lebar yang terjadi adalah keheningan “krikkk… krikk”.
Dan pada akhirnya tawa Calista pecah. “hahah… kok lo lucu banget sih. kenapa Al cepat banget bukain mobil buat Lo? Kenapa nggak sekalian lo pingsang aja dulu di dalam mobil dan keesokan harinya ada berita yang terbit seorang siswa SMA telah ditemukan kehilangan nafas dalam mobil karena terkunci”
"enak aja Lo. Lo mau nggak ada lagi yang antar jemput ke sekolah? meskipun tampang gue begini, gue masih berguna tahu." jelas Aldo pada Calista yang masih tertawa
__ADS_1
"hahah iya iya maaf. lagian lo nggak fokus dan keenakan tidur gue kekeringan tahu di sana tadi."
tetap pada protesnya.
"iya maaf juga tapi lagian tadi kenapa Lo nggak mau ikut di mobil Al sih? kan kalian nggak berdua aja, ada gue juga." jelas Aldo heran
Calista tetap pada kebisuannya.
"Cal? Cal? Lo masih sadar kan?" panggil Aldo
"iya gue masih sadar. kenapa tadi?" Calista mengulang pertanyaannya
"kenapa Lo nggak mau ikut tadi di mobil Al. Dia kecewa tahu Cal" jelas Aldo serius
"nggak apa-apa sih. Dan tahu darimana Lo dia kecewa? memangnya dia bilang ke lo? lagian kami juga nggak Deket banget." jelas Calista meskipun tanpa bisa ia pungkiri pun ia menyesal tidak ikut di mobil Al tadi.
__ADS_1
"Al memang nggak bilang apa-apa sih tapi, perubahan muka dia ngga bisa bohong Cal." terus terang Aldo saat mengingat Al di dalam mobil.
"Cal? menurut Lo Al itu gimana?" lanjutnya