Unexpected Loves By Kim Honey

Unexpected Loves By Kim Honey
Bab 13


__ADS_3

Masih terngiang dalam ingatannya apa yang sudah dikatakan Calista. "Nyess" Rasanya menyakitkan tapi bukankah perasaan tidak bisa dipaksakan?


Benar, yang mendengar itu adalah Alvaro Mahendra Anggara. Tidak bisa ia pungkiri rasa sesak yang ia rasa. Ibarat belum menanam sudah mati, belum dibangun tapi sudah runtuh.


Tapi Al bukan tipe orang yang mudah menyerah. Melihat Calista yang sedang asik bercengkrama dengan teman-temannya ia menguatkan hatinya "Lo pasti ada rasa juga kan Cal? tapi Lo gengsi aja."


Al sudah bertekad akan bertanya langsung kepada Calista tentang perasaan. Ia akan memastikan sebelum ia kembali mengambil langkah selanjutnya.


Dalam perjalanan pulang, Calista sudah berjalan menuju parkiran menunggu sopirnya menjemput.


Al yang melihat itu mengikuti Calista.


Dari arah belakang Al berteriak" Cal, Calista tungguin gue".


Calista berbalik " Apa?"


Al yang ngos-ngosan karena berlari menyusul Calista "Aldo mana? tumben Lo ngga pulang bareng?


"Nggak apa-apa, Aldo izin pulang duluan tadi"


Di area parkir, "jadi Lo pulang sama siapa?" Tanya Al


"Gue sama supir, ini baru gue mau kirim pesan." jawab Calista


"Nggak usah dichat, Sini bareng aja gue anterin Lo pulang." tawar Al serius


"Nggak, Nggak usah deh Al. ini pesan gue udah kirim." Calista memperlihatkan HP nya.

__ADS_1


Al melihat itu tetap membujuk Calista ikut dengannya. "Ikut gue aja Cal, lagian lo aman sama gue."


Beberapa kali dibujuk Calista tetap pada pendiriannya. Ada perasaan bahagia saat Al menawarinya tapi ia tepis rasa itu dan kembali menolak.


sudah hampir 1 jam menunggu sipir Calista belum datang juga. Sebelumnya Calista sudah mendapatkan balasan kalau mobilnya kini masuk bengkel jadi agak lama.


Melihat sekolah mulai sepi Calista takut sendiri di parkiran. Melihat ia gelisah Al kembali masuk menghampiri Calista. Iya. Al masih belum pulang, ia menunggu sopir Calista di depan gerbang tapi lama menunggu sopirnya belum datang juga.


"Cal. Sopir Lo belum datang juga?"


Karena kaget ada yang memegang bahunya, Calista berbalik melihat.


"Astaga Lo tuh ya Al bikin kaget aja. Ih tangan Lo juga tuh lepas." Calista mode galak lagi padahal dalam hatinya Calista merasa lega Al masih ada di sekitarnya. Rasa gelisah yang ia rasakan tadi hilang begitu saja saat melihat Al.


"iyaa maaf maaf. Sopir Lo belum datang juga?"


"Iya belum tadi mobilnya masuk bengkel tapi udah jalan ke sini. Kenapa Lo belum pulang?" Tanya Calista


" hmm sok peduli lagi. udah pulang sana." padahal dalam hati Calista please stay Al. Lo jangan pulang dulu gue takut sendiri.


Melihat mata Al ia tahu kalau Cal tidak ingin ditinggal membuatnya menurunkan ego. "Nggak apa-apa gue tungguin Lo Sampai sopir datang."


hmm syukurlah makasih Al. Dalam hati.


"Ya sudah. Dasar keras kepala." mendengar itu Al hanya tersenyum.


Al beranjak mencari tempat "Cal duduk sini aja disitu nggak nyaman."

__ADS_1


Calista yang merasa perkataan Al benar mengikuti Alvaro. Kini Calista tengah duduk di samping Al dengan tas menjadi pembatasnya.


Suasana di tempat mereka sedikit canggung. Al mengeluarkan dua botol minum yang sudah ia beli tadi. " Nih Cal meminum dulu pasti Lo capek menunggu dari tadi." Al menyodorkan botol minuman ke Calista yang kebetulan minuman favoritnya.


Calista merasa canggung untuk menerimanya. Ia kembali menatap Al dan botol minumannya secara bergantian.


"kenapa? Lo tahu? udah tenang aja, gue nggak masukin sesuatu kok dalam minuman Lo lagian ini masih ada segelannya. Ayo ambil" jelas Al


Calista merasa tidak enak menolak lagi, ia pun menerimanya.


" Nah gitu dong, lagian inikan minuman kesukaan Lo." jelas Al membuat Calista yang sedang minum menoleh


"Kenapa Lo bisa tahu? Lo stalking gue?" Calista memicingkan matanya


"Jangan ke PD an. Aldo pernah bercerita saat kami memilih minuman dan tiba-tiba Aldo liat ini dan bilang kalau minuman ini tuh favorit Lo." jelas Al padahal ia sudah mencari tahu kesukaan Calista.


"Oh gitu." Calista berOh ria.


"hmm.. Cal?" Tiba-tiba nada Al menjadi serius


"Apaan?" mode ketus lagi


"Gue boleh nanya nggak sama Lo? tapi jawab yang serius" pinta Al


Calista tiba-tiba gugup. "i iya, tentang apa? soal matematika Yang sulit" berusaha terlihat santai.


"Bukan, ini tentang hal pribadi." Al semula menatap Calista kemudian kembali memandang lurus ke arah parkiran.

__ADS_1


"hmm memang apa?"


"Cal? sebenarnya...


__ADS_2