
Jack dan Chloe telah berkencan selama beberapa hari, dan hubungan mereka dengan cepat berkembang dari persahabatan menjadi sesuatu yang lebih. Chloe tidak percaya betapa bahagianya perasaan Jack padanya, dan dia semakin jatuh cinta padanya setiap hari.
Suatu hari, usai ulangan harian, Jack mengajak Chloe menonton film di bioskop sekolah. Biokop Arcadia di malam minggu itu seakan disediakan untuk para siswa Arcadia memadu kasih dan sudah rahasia umum di antara para siswa, kalau mereka hendak menonton film bersama teman-teman lebih baik memilih selain malam minggu. Setiap kursi diisi pasangan-pasangan.
Ketika lampu bisokop dimatikan, Jack mendekap Chloe. Jantung gadis itu berdegup kencang. Dia tahu bahwa ini bisa menjadi malam ketika mereka akhirnya berbagi lebih dari sekadar cinta.
Jack menatap Chloe tepat pada manik matanya dengan tatapan yang belum pernah dilihat Chloe sebelumnya. Jack meraih tangan Chloe. "Chloe, ada sesuatu yang perlu kuberitahukan padamu," bisik Jack, menatap matanya dalam-dalam.
Jantung Chloe berdetak kencang saat dia menunggu Jack melanjutkan. Tangan kekar Jack terasa menghangat di perutnya.
"Aku tahu kita baru berkencan sebentar, tapi aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpamu. Aku ingin bersamamu, Chloe. Bolehkah aku….?"
Chloe merasakan air mata mengalir di matanya saat dia menganggukkan kepalanya. "Ya, Jack. Aku juga ingin bersamamu," katanya, suaranya nyaris berbisik.
Jack mencondongkan tubuh dan menyentuhkan bibirnya ke bibirnya, membuat punggungnya menggigil. Chloe menutup matanya dan mencium Jack kembali, hatinya penuh dengan cinta.
Saat mereka menjauh, Jack tersenyum padanya. "Aku sudah lama menunggu untuk melakukan ini," katanya, matanya berbinar.
Chloe hanya bisa membalas senyumnya. "Aku juga," katanya, merasa lebih bahagia dari yang pernah dia rasakan sebelumnya.
Saat mereka melepaskan diri dari ciuman itu, Chloe merasakan kepala dan hatinya gegap gempita, campuran bahagia dan perasaan lain yang terasa asing tapi menyenangkan. Dia tidak percaya bahwa dia baru saja berciuman dengan Jack, pria yang dia taksir selama ini.
Jack mundur sedikit dan menatapnya, matanya dipenuhi kehangatan dan kasih sayang. "Itu tadi menajubkan." bisiknya.
Chloe tersenyum, jantungnya berdegup kencang. "Ya, memang begitu," katanya, suaranya hampir tidak terdengar seperti bisikan.
Mereka diam di sana sejenak, hanya saling memandang, ketegangan di antara mereka terlihat jelas. Chloe bisa merasakan perutnya berjungkir balik, dan dia tahu bahwa ini adalah awal dari sesuatu yang istimewa.
__ADS_1
Akhirnya, Jack angkat bicara. "Chloe, aku tahu kita baru bertemu sebentar, tapi aku ingin bertualang bersamamu." Jack menyandarkan kepalanya ke bahu Chloe.
Gelombang kebahagiaan menyapu Chloe mendengar kata-kata Jack. Dia takut bertanya apakah Jack merasakan hal yang sama, tetapi dari deru jantung Jack, Chloe tahu bahwa Jack juga merasakannya. "Aku merasakan hal yang sama, Jack," katanya pelan, jantungnya berdegup kencang.
Mereka berciuman lagi, dan lagi. Chloe melayang menuju puncak dunia. Dia tidak percaya betapa beruntungnya dia memiliki seseorang seperti Jack dalam hidupnya. Jack menariknya ke dalam pelukan erat, dan Chloe merasa tidak ada yang salah lagi. Dia bersama orang yang dia cintai, dan segala sesuatu yang lain tampak memudar.
Jack mengambil jarak dari ciuman itu, menatap Chloe dengan campuran keterkejutan dan kegembiraan. "Wow," bisiknya. Aku sudah lama ingin melakukannya denganmu."
Jantung Chloe berlarian saat Jack menatap matanya. "Aku juga," akunya, merasa lega karena Jack juga merasakan hal yang sama.
"Chloe," kata Jack, tiba-tiba berhenti dan berbalik menghadap Chloe. "Aku tahu ini baru pertama kali, jadi aku harus menanyakan sesuatu padamu. Apa kamu senang?"
Jantung Chloe berdetak kencang mendengar pertanyaannya. Chloe berharap Jack bertanya, tetapi dia masih gugup. "Ya, Jack," katanya, tersenyum padanya. "Aku senang."
Jack menariknya ke dalam pelukan erat, dan Chloe merasa tidak ada yang salah lagi. Dia bersama orang yang dia cintai, dan segala sesuatu yang lain tampak memudar. Jack berbisik, “Mari kita lanjutan menoonton film.” Chloe mengangguk. Sepanjang sisa film, keduanya tidak ada yang bisa berfokus pada cerita film. Adegan ciptaan mereka sendiri lebih menguasai pikiran.
Ketika mereka tiba kembali di asrama, Jack menoleh pada Chloe sambil tersenyum. "Tadi itu sungguh luar biasa," katanya.
Chloe balas tersenyum padanya. "Aku juga," katanya, merasakan kehangatan menyebar ke seluruh tubuhnya.
Jack menengok ke kanan dan kiri lalu cepat-cepat membungkuk dan memberikan ciuman kilat di bibir Chloe. Gadis itu merasakan jantungnya melonjak. Dia tahu bahwa akan ada tantangan di depan, tapi selama mereka bersama, dia tahu bahwa mereka bisa menghadapi apa pun.
Chloe melamaikan tangan kea rah Jack yang hendak kembali ke asramanya. Saat Chloe berbalik, dia melihat Tyler baru kembali dari dalam asrama cewek dan hendak kembali ke asramanya.
"Hai, Chloe," kata Tyler.
"Hei, Tyler," jawab Chloe, merasa sedikit canggung. Dia melirik ke arah jalan dan melihat Jack sudah berbelok menuju asrama cowok. “Kamu mengantar cewekmu?”
__ADS_1
Tyler memanyunkan mulutnya, “Aku belum punya cewek, kok.” Dia lalu mengayun-ayunkan buku tebal ke muka Chloe. “Aku meminjam novel, milik Sarah, temanku.”
“Apa tidak ada versi digitalnya?”
Kening Tyler berkerut dia hampir salah paham mengira Chloe cemburu seandainya dia tadi tidak melihat ciuman kilat Chloe dan Jack. Tyler menghela napas, “Ada sih, di perpustakaan pun ada. Aku hanya ingin meminjam saja.”
Chloe mengangguk. “Aku masuk dulu ya,” Chloe berpamitan dan hendak beranjak pergi, ketika tiba-tiba tangan Tyler meraih tangannya, “Kamu jadian dengan Jack?”
Wajah Chloe merona malu “Yah… bisa dibilang demikian.”
“Kalau begitu, aku kehilangan penonton setiaku,” keluh Tyler.
“Penonton? Basket?”
Tyler mengangguk. “Minggu depan sekolah kita tanding dengan sekolah lain. Tadinya aku akan mengajakmu, tapi… sudahlah. Jack pasti sudah mengajakmu kan?”
Chloe menggeleng dan berkata dengan gugup. “Tadi… terlalu banyak yang kami bahas, mungkin Jack lupa.”
Tyler menatap Chloe dengan curiga, dan menggoda Chloe yang merah padam, “Kamu tadi ke bioskop ya?”
Pertanyaan itu semakin membuat Chloe bersemu merah. Sebelum dirinya semakin malu, dia buru-buru berpamitan pada Tyler. Cowok itu hanya membalas dengan tertawa jail. “Chloe! Hari minggu nanti tetap datang mendukung kami ya,” pinta Tyler sambil terus tertawa.
Chloe masuk ke asramanya. Momen romantisnya dengan Jack porak-poranda berganti dengan bayangan tertawa lebar Tyler yang menyebalkan tapi justru sampai terbawa ke dalam mimpi.
Sejak hari itu, Chloe dan Jack tidak dapat dipisahkan. Mereka menghabiskan seluruh waktu luang mereka bersama, bertualang dan menjelajahi dunia di sekitar mereka. Chloe tidak percaya betapa beruntungnya dia menemukan seseorang seperti Jack, dan dia bersyukur atas setiap momen yang mereka habiskan bersama.
Saat hubungan mereka terus terjalin, Chloe tahu bahwa dia telah menemukan orang yang dia inginkan untuk menghabiskan sisa hidupnya. Dan dia tidak sabar untuk melihat ke mana cinta mereka akan membawa mereka selanjutnya.
__ADS_1