Unlikely Pair

Unlikely Pair
Apa Hobimu?


__ADS_3

Chloe duduk di mejanya, menatap halaman kosong di depannya, dikelilingi tumpukan buku-buku sastra dan buku catatan yang berisi pemikiran dan ceritanya, yang sudah lama terabaikan. Dia selalu suka menulis lagu, tetapi akhir-akhir ini, tidak pernah lagi, kecuali bila ada tugas sekolah menulis puisi. Akhir-akhir ini, Chloe sangat terjebak dalam hubungan nan pelik dengan Jack sehingga dia mengabaikan hobinya.


Tapi, Chloe bertekad dia tidak lagi berkubang dalam relasinya dengan Jack dan teman-teman cowoknya itu. Chloe ingin kembali pada rutinitas, hobi dan kegiatannya sebelum dia dekat dengan Jack.


Chloe menarik napas dalam-dalam, mengambil pena dan mulai menulis. Saat kata-kata mengalir dari benaknya ke kertas kosong di hadapannya, dia merasakan kegembiraan dan kebebasan yang sudah lama tidak dia rasakan. Chloe mencurahkan seluruh waktu dan energinya untuk menulis lagu.


Dia mulai kembali bersemangat saat bergabung dengan klub menulis— akhir-akhir ini, klub itu terasa lebih seperti tugas daripada passion. Chloe mengambil kelas daring, menghadiri webinar, dan melanjutkan novelnya di platform menulis online. Chloe pikir menulis lagu sulit untuk dipublikasikan online, maka dia menjadikannya sebagai puisi atau novel online. 


Dan yang paling membuatnya senang, dia menerima komentar para pembacanya yang menanyakan kabarnya yang terlama hiatius. Mereka juga meninggalkan komentar positif setiap dia meng-upload bab baru. Komentar-komentar yang disematkan pembaca di puisi-puisi yang ditulisnya di platform tersebut menjadi pengakuan atas bakatnya. 


Chloe menutup buku catatannya. Tidak sepatah kata pun keluar dari kepalanya yang dapat mewakili perasaannya saat ini. Bahkan, sekelebat ide pun tidak muncul di benaknya. Chloe menutuskan pergi ke bukit bunga matahari di belakang sekolah. Dari atas bukit itu, pemandangan di luar tembok tinggi Arcadia akan terlihat jelas.


Dalam cahaya keemasan matahari, Chloe mendapati dirinya berdiri di tepi padang rumput yang luas, tempat bunga-bunga matahari berdansa bersama angin sepoi-sepoi. Aroma tanah yang segar dan simfoni kicau burung menyelimutinya. Bisikan-bisikan inspirasi melayang-layang di udara.


Padang bunga matahari dihiasi dengan kaleidoskop warna kuning dari kelopak bunga-bunga matahari yang mekar berpadu dengan warna hijau rumput segar yang dipangkas rapi. Kelopak-kelopak bunga matahari yang semarak menjangkau langit, keindahannya yang lembut mengingatkannya pada keseimbangan halus antara keraguan dan keyakinan yang dibutuhkan untuk mengejar impian menulisnya.


Di kejauhan, pohon-pohon cemara berdiri tegak berjajar seturut tembok Arcadia, membatasi sekolah itu dengan pedesan di sekitarnya. Cabang-cabang cemara menjulur seperti lengan terbuka, menawarkan perlindungan di bawah naungannya. Chloe menatap lurus ke sana. 


Chloe menarik napas dalam-dalam. Angin sepoi-sepoi yang hangat membisikkan semangat. Bilah-bilah rumput di bawah kaki telanjangnya tampak menari-nari diterpa angin. Burung-burung kecil bergerombol mematuki rerumputan sesekali terbang rendah dan menukik tajam kembali ke kawanannya. 

__ADS_1


Chloe tahu bahwa inilah saatnya, kesempatannya untuk membebaskan kata-katanya dan mengejar hasrat kreatifnya. Chloe menikmati momen itu. Dia mendekap buku catatan di dadanya. Dengan tangan gemetar, Chloe membuka buku catatannya dan membiarkan matanya menjelajahi halaman-halaman yang penuh dengan mimpi bernoda tinta. 


Hambatan yang dia hadapi hanyalah penolakkan. Dia cuma butuh memicu tekadnya untuk mengatasinya dan membuktikan bahwa suaranya pantas untuk didengar.


Chloe mengambil napas panjang dan mengembuskannya pelan-pelan, lalu menggoreskan penanya. Setiap halaman diisi dengan mimpinya, cita-citanya, dan kisah yang menunggu untuk diceritakan; menggembirakan sekaligus menakutkan.


Saat matahari naik lebih tinggi di langit, menyinari dirinya dengan hangat, Chloe menutup matanya, membiarkan energi padang rumput menanamkan semangatnya. Angin sepoi-sepoi membisikkan rahasia inspirasi, mengingatkannya bahwa kata-katanya memiliki kekuatan untuk menyentuh hati, menyalakan imajinasi, dan menciptakan dunia dalam benak pembaca.


Tepat saat kata terakhir dituliskannya di buku catatan, ponselnya berdering. Pesan dari Jack, dia mengajak Chloe bertemu di kafe. Sebetulnya, Minggu adalah hari bebas. Artinya, mereka sepakat di hari itu melakukan kegiatan masing-masing tanpa bertemu. Ini dilakukan untuk menjaga lingkungan pertemanan mereka agar teman-teman mereka kembali akrab dan tidak merasa kikuk. 


Tapi rupanya, Jack berniat melanggar perjanjian itu. Chloe pun demikian. Dia ingin berbagi puisi barunya dengan Jack, mungkin bersama Jack, puisi itu bisa menjelma menjadi lagu indah.


Jack tiba lebih dulu di kafe, ketika dia melihat Chloe, dia melambaikan tangan dengan semrigah.Chloe tersenyum manis.


“Ada apa, Jack? Kamu tak sabar bertemu denganku sampai Senin besok?” godanya.


Jack nyengir. “Selamat ya,” katanya sambil mengulurkan sebuah majalah sastra.


Chloe mendelik dan terkejut. Itu majalah sastra edisi terbaru dan halaman yang dibuka Jack menampilkan puisinya. Chloe menyeruput latte dan membaca edisi terbaru majalah sastra yang memuat puisinya itu. Dia merasakan kebanggaan menyelimuti dirinya. Dia telah membuat keputusan tepat untuk memprioritaskan hobinya menulis, dan itu terbayar dengan cara yang tidak pernah dia bayangkan.

__ADS_1


"Aku telah berhasil mengejar mimpiku," bisik Chloe.


Ekspresi Jack adalah campuran dari bangga dan takjub. "Luar biasa, Chloe. Aku tahu kamu berbakat, tapi melihatmu diakui seperti ini... aku sangat senang untukmu."


Chloe tersenyum, merasakan kehangatan menyebar di dadanya. "Terima kasih, Jack. Tapi ini bukan hanya tentang dipublikasikan. Ini tentang menemukan kembali apa minatku dan apa mimpiku. Dan sekarang aku tahu bahwa aku tidak sia-sia mengejar impianku."


Jack meraih tangan Chloe, matanya terpaku pada tangan Chloe. "Aku juga menginginkan itu, Chloe. Aku ingin mendukungmu dalam segala hal yang kamu lakukan, dan aku ingin memastikan bahwa kita berdua memprioritaskan impian kita masing-masing maupun hubungan kita."


Chloe merasakan cinta dan pengertian yang belum pernah dia alami sebelumnya. Dia tahu bahwa mengejar mimpinya tidak selalu mudah, tetapi dia yakin bahwa dengan Jack di sisinya, dia dapat mencapai apa pun.


"Chloe," Jack memulai, suaranya penuh ketulusan, "Aku ingin kau tahu bahwa aku telah membuat keputusan. Mulai saat ini, aku akan memprioritaskan hubungan kita di atas segalanya."


Mata Chloe bertemu dengannya, campuran keterkejutan dan harapan bersinar di dalamnya. "Jack, aku... aku tidak menyangka..."


Dia dengan lembut meletakkan jari di bibirnya, membungkamnya. "Tidak perlu ragu lagi, Chloe. Aku menyadari bahwa apa yang kita miliki layak untuk diperjuangkan. Aku tidak ingin kehilanganmu lagi."


Air mata menggenang di mata Chloe saat dia mengulurkan tangan dan meraih tangannya. "Jack, aku sangat senang mendengarmu mengatakan itu. Itu sangat berarti bagiku."


Jack meraih tangan Chloe, tangan mereka terjalin erat. Dunia di sekitar mereka memudar menjadi dunia baru milik mereka berdua. 

__ADS_1


__ADS_2