Unlikely Pair

Unlikely Pair
Waswas


__ADS_3

Chloe tidak bisa menghilangkan waswas bahwa ada yang tidak beres dengan Jack. Bukan hanya cara dia menghindari memperkenalkannya kepada teman-temannya di kelas basket—terutama kepada cewek-cewek cheerleader—atau fakta bahwa dia tampak ragu untuk terlihat bersamanya di depan teman-teman lainnya. Jack sepertinya menahan diri.


Suatu hari, saat mereka berjalan-jalan di Taman Teratai, Chloe mengangkat topik tersebut.


"Jack, apakah semuanya baik-baik saja?" dia bertanya, merasa gugup.


"Apa maksudmu?" Jack menjawab, menatap Chloe bingung.


"Kau terlihat ragu untuk terlihat bersamaku di depan umum. Dan kau belum mengenalkanku pada salah satu teman cheerleader. Apa ada yang salah?"


Jack menghela napas dan memalingkan muka, seolah sedang berusaha menemukan kata-kata yang tepat untuk diucapkan. Akhirnya, dia berbicara.


"Chloe, bukannya aku tidak ingin terlihat bersamamu. Hanya saja teman-temanku... cewek-cewek cheerleader… kupikir mereka bukan kelompok orang yang paling bisa menerima hubungan kita. Mereka bisa menghakimi dan kejam, dan aku tidak menginginkanmu tunduk pada mereka."


Chloe cemas. Dia tahu bahwa teman-teman Jack adalah bagian besar dalam hidupnya, dan dia tidak ingin menjadi pemisah di antara mereka. Tapi dia juga tidak ingin disembunyikan seperti rahasia yang memalukan.


"Jack, aku mengerti bahwa teman-temanmu penting bagimu. Tapi aku tidak ingin disembunyikan. Aku tidak ingin merasa tidak cukup baik untuk terlihat bersamamu di depan umum."


Jack meraih tangannya dan meremasnya untuk meyakinkan.


"Chloe, kamu lebih dari cukup baik. Hanya saja aku tidak ingin kamu terluka oleh komentar atau penilaian mereka. Mereka bisa sangat keras, dan aku tidak ingin kamu harus berurusan dengan itu."


Chloe memikirkan apa yang dikatakan Jack. Dia tahu bahwa teman-teman Jack bisa menjadi kasar dan menghakimi, tetapi dia juga tidak ingin bersembunyi seperti rahasia kotor.


"Jack, aku menghargai perhatianmu, tapi aku tidak ingin disembunyikan. Aku ingin bersamamu, dan aku tidak peduli apa yang teman-temanmu pikirkan. Jika mereka tidak bisa menerimaku apa adanya, maka itu masalah mereka, bukan masalahku."


Keraguan Jack untuk terlihat bersama Chloe di depan umum sangat meluaskan jarak antara mereka. Hati Chloe hancur memikirkan bahwa Jack mungkin tidak ingin terlihat bersamanya. Dia berusaha menahan emosinya, tetapi dia tidak bisa menahan perasaan sakit hati.


"Apakah karena kamu malu terlihat bersamaku?" Chloe bertanya, suaranya nyaris berbisik.

__ADS_1


"Tidak, bukan itu," kata Jack cepat-cepat, meraih tangannya. "Hanya saja aku tidak ingin kamu terlibat dalam semua drama yang muncul saat terlihat bersamaku."


"Apa maksudmu?" Chloe bertanya, kebingungan terukir di wajahnya.


"Yah, kau tahu bagaimana jadinya beberapa teman-teman kita," kata Jack, matanya berputar-putar dengan gugup. "Kakak tingkat tidak selalu baik, dan aku tidak ingin kamu terjebak dalam apa pun."


Hati Chloe semakin sedih saat dia menyadari bahwa Jack benar. Dia telah mendengar cerita tentang beberapa masalah yang dialami teman-temannya saat berurusan dengan kakak tingkat—terutama masalah rebutan kekasih, dan dia tidak ingin dikaitkan dengan semua itu. Dia tahu Della juga menyukai Jack dan ditolak. Besar kemungkinan Della dan gengnya akan mengacaukan hidupnya di Arcadia. Tetapi pada saat yang sama, Chloe tidak ingin Jack berpikir bahwa dia malu bersamanya.


"Aku mengerti," kata Chloe pelan. "Tapi aku tidak ingin kamu berpikir bahwa aku malu bersamamu…


Jack memotong ucapan Chloe, “Aku tidak pernah berpikir begitu. Sungguh. Aku hanya tidak ingin kamu mendapat masalah."


“Aku tahu,” sahut Chloe.


Jack meraih tangan Chloe dan meremas tangannya lembut. "Aku juga tidak ingin kamu berpikir bahwa aku malu bersamamu. Aku hanya tidak ingin menempatkanmu pada posisi di mana kamu mungkin akan menyesal bersamaku."


Jack dan Chloe terus membicarakan situasi mereka, dan akhirnya, Jack setuju untuk mencoba lebih terbuka tentang hubungan mereka. Dia memahami kekhawatiran Chloe dan tidak ingin menyakitinya atau membuatnya merasa malu padanya.


Jack menarik napas dalam-dalam dan menatap Chloe dengan serius. "Maaf, aku ragu untuk terlihat bersamamu di depan umum," katanya. "Aku tahu itu tidak adil untukmu. Aku sudah terbiasa merahasiakan kehidupan pribadiku, dan kurasa aku masih berusaha menyesuaikan diri dengan hubungan kita dalam lingkaran teman-temanku. Ini pengalaman pertamaku."


Chloe mengangguk, memahami sudut pandang Jack. "Aku mengerti," katanya. "Tapi penting bagi kita bisa terbuka tentang hubungan kita. Aku tidak ingin menyembunyikan tentang kita kepada siapa pun."


Jack menatap Chloe, matanya melembut. "Aku juga tidak ingin menyembunyikanmu," katanya. "Aku akan mencoba melakukan yang lebih baik, aku janji."


Chloe tersenyum, merasakan beban terangkat dari pundaknya. Dia membungkuk untuk mencium kening Jack, dan Jack membalas dengan mengecup bibirnya lembut. Mereka berciuman dengan penuh kasih, berlatar belakang lampu-lampu taman berkelap-kelip.


Saat mereka menjauh satu sama lain, Chloe merasakan perasaan puas menyelimuti dirinya. Dia tahu bahwa hubungan mereka tidak akan mudah, tetapi dia bersedia berjuang untuk itu. Dia tidak pernah merasa begitu bahagia atau hidup, dan dia tahu dia ingin bersama Jack, tidak peduli tantangan apa pun yang mungkin mereka hadapi.


Jack memandang Chloe dengan heran, seolah-olah dia tidak menyangka dia begitu tegas. Tapi kemudian senyum menyebar di wajahnya.

__ADS_1


"Oke, Chloe. Kamu benar. Seharusnya aku tidak malu bersamamu. Ayo keluar dan tunjukkan pada dunia betapa hebatnya kita bersama."


Chloe balas tersenyum, merasa lega. Dia tahu tidak mudah berurusan dengan teman-teman Jack, tetapi dia bersedia mengambil risiko jika itu berarti tetap bersama Jack.


Jack dan Chloe berjalan bergandengan tangan. Mereka keluar dari taman Teratai dan memutari halaman sekolah. Mereka sengaja melewati panggung terbuka, dan ternyata murid-murid kelas teater sedang berlatih. 


Mereka memutari panggung terbuka menuju gelanggang olahraga. Jack menggenggam tangan Chloe makin erat ketika mereka tinggal selangkah lagi menuju lapangan basket. Jack memutar kenop pintu dan mendorong sampai pintu itu terbuka.


Berdua mereka masuk ke stadion. Chloe merasakan tatapan murid-murid basket dan tim cheerleader menghunjam tajam ke arah manik matanya. Saat mereka berjalan memasuki lapangan basket yang ramai, Chloe merasa gugup saat terlihat bersama Jack di depan kelompok basket. Dia terus melihat sekeliling, bertanya-tanya apakah yang ada dipikiran orang-orang yang kini ada dihadapannya. Mereka hanya sekadar menatap atau menilai hubunganku dengan Jack? Jack merasakan kegelisahan Chloe dan meraih tangannya, meremasnya dengan lembut.


"Jangan khawatir tentang apa yang dipikirkan orang lain," bisik Jack. "Aku bersamamu karena aku ingin, dan itu yang terpenting."


Chloe tersenyum, merasa bersyukur atas kata-kata jaminan Jack.


Saat mereka berjalan, Chloe memperhatikan teman-teman Jack dari kejauhan. Dia mengenali mereka dari sekolah, tetapi belum pernah berbicara dengan mereka sebelumnya. Jack memperhatikan tatapannya dan membungkuk untuk berbisik di telinganya.


"Mereka adalah teman-temanku," kata Jack. Dia membawa Chloe ke teman-temannya, yang menyapanya dengan tos dan kepalan tangan. Mereka menatap Chloe dengan rasa ingin tahu.


"Hai teman-teman, ini Chloe," kata Jack, memperkenalkannya. "Chloe, ini teman-temanku. Ini Tom, Mike, dan Jake. Dan ini… Tyler"


"Hei," kata Chloe, merasa sedikit canggung.


"Senang bertemu denganmu," kata Tom, tersenyum padanya. 


Chloe lega. Mungkin teman-teman Jack tidak terlalu jahat.


Saat mereka mengobrol, Chloe merasa santai dan tertawa bersama teman-teman Jack. Mereka sebenarnya cukup lucu dan mudah diajak bicara. Dan Jack tampak bangga memilikinya di sisinya.


Ketika mereka mengucapkan selamat tinggal dan berpisah, Jack meraih tangan Chloe lagi. Chloe tersenyum, merasa bersyukur atas kepastian Jack. Dia mulai menyadari bahwa mungkin teman-teman Jack tidak jauh berbeda darinya. Entah bagaimana dengan Della karena Chloe tidak melihat cewek itu ada di antara tim cheerleader.

__ADS_1


__ADS_2