
Beberapa hari kemudian, Chloe mengumpulkan keberaniannya dan mengatur untuk bertemu Jack di taman favorit mereka. Saat Jack mendekat, ketidakpastian terukir di wajahnya, membuat Chloe gelisah dan gugup.
"Jack," kata Chloe, menarik napas dalam-dalam. "Aku ingin berbicara denganmu."
"Dengar, Jack," Chloe memulai. "Aku mencintaimu, dan aku ingin hubungan kita berhasil. Tapi aku tidak bisa terus berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diriku. Aku tidak bisa terus-menerus berusaha menyesuaikan diri dengan teman-temanmu, padahal mereka memang tidak berniat menerimaku."
Jack menatapnya, wajahnya mengeras. "Aku mengerti, Chloe. Dan aku minta maaf telah memaksamu. Aku juga mencintaimu, dan aku ingin bersamamu. Tapi aku tidak bisa tersisih dari lingkungan pergaulanku hanya gara-gara hubungan kita."
"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" tantang Chloe.
Jack terdiam. Dia tidak mau kehilangan Chloe—untuk kesekian kalinya. Tapi dia juga tidak mau teman-temannya mengambil jarak dengannya. Bagaimanapun, klub basket adalah tempatnya menghabiskan hampir separuh hidupnya selama di Arcadia ini.
"Aku…." kata Jack, membungkuk untuk mencium kening Chloe. “Aku… mencintaimu.”
Chloe menatapnya, hatinya terbelah antara cinta yang masih dia rasakan dan ketidakpastian masa depan mereka. Saat Chloe mempertimbangkan pilihannya, kenangan akan saat-saat indah yang dia alami bersama Jack memenuhi pikirannya.
Dia memikirkan tentang tawa mereka, impian mereka bersama, dan hubungan tulus yang mereka miliki. Terlepas dari tantangan yang mereka hadapi, dia tidak dapat menyangkal masih ada cinta untuk Jack.
Dan saat mereka terus mengarungi liku-liku kehidupan yang tak terduga, Chloe tahu bahwa apa pun tantangan yang akan menerpa, dia akan selalu memiliki Jack di sisinya. Itulah kekuatan sepasang kekasih.
Chloe menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab, "Aku juga mencintaimu, Jack.”
"Terima kasih Chloe," kata Jack, meraih tangannya. "Aku akan berusaha bergaul dengan teman-temanku seperti biasa. Tapi… kalau mereka tetap mengasingkanku… yah, apa boleh buat. Ini konsekuensi dari pilihanku; pilihanku untuk memilihmu.”
__ADS_1
Chloe tersenyum lega. Separuh bebannya menguap pergi. “Aku senang mendengarnya.”
Mereka saling memandang dan tersenyum, siap menghadapi apa pun masa depan yang menanti mereka, bersama-sama.
Jack menoleh ke Chloe, senyum lembut tersungging di bibirnya. "Aku tahu, aku belum menjadi pasangan terbaik bagimu, tetapi aku bersedia memperbaiki diri demi hubungan kita."
"Berkonflik itu wajar, Jack. Cinta tidak selalu mudah, dan seringkali mengharuskan kita membuat pilihan yang sulit. Tapi ingat, yang paling penting adalah kebahagiaan dan kesejahteraanmu sendiri," ucap Chloe sungguh-sungguh.
Jack mengangguk, mengambil napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. "Kau benar, Chloe. Aku tidak bisa terus-terusan mengorbankan kebahagiaanku demi memenuhi harapan orang lain. Aku perlu memprioritaskan apa yang terasa tepat bagiku."
Dalam ketenangan taman yang hening, Chloe dan Jack merasakan secercah optimisme menyala di dalam hati mereka. Seolah-olah dunia di sekitar mereka membisikkan kata-kata penyemangat, menegaskan keputusan mereka untuk memberikan cinta mereka kesempatan lagi.
"Chloe," kata Jack lembut. "Aku sudah memikirkan banyak hal, dan aku menyadari betapa aku telah menyakitimu. Aku ingin kamu tahu bahwa aku bersedia berubah, untuk memperbaikinya."
"Jack, perjalanan kita tidak mudah. Kita berdua melakukan kesalahan dan menghadapi tantangan di sepanjang jalan. Tetapi, aku tetap percaya pada cinta kita. Aku percaya pada cinta yang kita bagi akan terus terjaga."
Mata Jack melebar karena terkejut, secercah harapan bersinar melaluinya. "Apakah kamu mengatakan...?"
Chloe mengangguk, senyum kecil menghiasi bibirnya. "Ya, Jack. Aku ingin memberi kesempatan pada hubungan kita lagi. Tapi kali ini, semuanya harus berbeda. Kita tidak bisa membiarkan teman-teman mendikte kebahagiaan kita."
Campuran kelegaan dan rasa terima kasih menyapu wajah Jack saat dia mengulurkan tangan memegang tangan Chloe. "Aku berjanji, Chloe. Aku akan berusaha sekuat mungkin memperbaikinya. Aku mencintaimu, dan aku ingin membangun masa depan bersamamu…."
Air mata menggenang di mata Chloe saat Jack mengatakan itu. "Aku juga mencintaimu, Jack. Mari gunakan kesempatan ini untuk belajar dari masa lalu kita. Bersama, kita bisa menciptakan sesuatu yang indah."
__ADS_1
Janji mereka satu sama lain bergema di udara, terbawa angin sepoi-sepoi. Itu adalah janji untuk memelihara ikatan mereka dengan kelembutan dan kasih sayang, merangkul perjalanan cinta unik yang telah mereka lalui.
Saat Chloe dan Jack berpelukan, beban perjuangan dan ketidakpastian perjalanan mereka terangkat, digantikan oleh cinta yang baru ditemukan untuk mengatasi segala rintangan yang ada di depan. Chloe dan Jack telah memutuskan tetap bersama, siap menghadapi dunia bergandengan tangan, dan dengan cinta serta dukungan dari mereka yang percaya pada ikatan mereka yang luar biasa.
"Ini tidak akan mudah, Jack" ujar Chloe, memecah kesunyian. "Tapi jika kita benar-benar bersama, aku percaya kita bisa mengatasi apa pun."
Jack mengangguk, ekspresinya penuh dengan tekad. "Kamu benar, cinta kita bisa mengatasinya.”
Selama beberapa saat, Jack dan Chloe duduk di taman dengan jari-jari mereka yang terjalin erat melambangkan komitmen mereka untuk bersama, ditingkahi angin sepoi-sepoi bertiup melalui dedaunan, membawa kesejukan pada hubungan baru yang terjalin. Kesulitan masa lalu pelan-pelan beterbangan, digantikan oleh cinta untuk terus bersama selamanya.
Chloe bersandar pada bahu Jack. "Aku percaya pada cinta kita," bisiknya lembut. "Aku percaya cinta kita mengatasi apa pun yang mengadang kelak."
Jack menatap mata Chloe, tatapannya dipenuhi dengan campuran rasa terima kasih dan kasih sayang. "Chloe, aku telah banyak merenung selama ini," akunya. "Aku pikir keinginanku tetap akrab dengan tim cheerleader adalah hal bodoh. Yang paling penting adalah cinta yang kita. Mungkin, mereka akan mengasingkanku dari pergaulan mereka… tapi… tetap berada di sisimu itu yang terpenting bagiku."
Senyum terulas di bibir Chloe saat dia meremas tangan Jack. "Terima kasih telah mengatakan itu," jawabnya. "Tapi ingat, kamu bukan sekadar mengucapkan kata-kata. Kamu perlu menunjukkannya melalui tindakan. Kita perlu selalu ada untuk satu sama lain melalui saat-saat baik dan buruk."
Jack mengangguk, ekspresinya sungguh-sungguh. "Kamu benar, Chloe. Akan kubuktikan betapa berartinya dirimu bagiku. Akan kubuktikan itu setiap hari."
Hati Chloe dipenuhi cinta dan syukur ketika mendengar kata-kata Jack. "Aku percaya padamu, Jack," katanya sambil meremas tangannya. "Dan aku percaya pada hubungan kita."
Mereka berbagi pelukan lembut, keduanya merasakan beban terangkat dari pundak mereka. Rasanya seperti awal yang baru, kesempatan untuk memulai kembali dan menciptakan sesuatu yang indah.
Dengan harapan baru mengalir di nadi mereka, Chloe dan Jack bangkit dari tempat duduk dan berjalan kembali ke asrama. Bintang-bintang mulai mengintip melalui dahan-dahan, menyinari jalan mereka dengan cahaya keemasan. Alam semesta sedang memeluk mereka dan menerangi bahkan sudut tergelap di hati.
__ADS_1