Unlikely Pair

Unlikely Pair
Sahabat Beda Pendapat


__ADS_3

Akhir-akhir ini, Chloe tampak terlalu sering menghabiskan banyak waktu bersama Jack dan teman-temannya, dan ini membuat Tyler sangat frustrasi. Dia merasa sepertinya Chloe terlalu bersikeras mengubah dirinya agar cocok dengan lingkaran sosial Jack. Tyler tidak suka Chloe menjadi orang yang seperti itu.


Kejadian saat makan bersama klub basket membuat Tyler resah. Dia berkirim pesan pada Chloe ingin bertemu dengan gadis itu. Dalam sudut pandang Tyler, hubungan Chloe dan Jack sudah tidak sehat. Tyler memperhatikan beberapa pilihan yang dibuat Chloe terasa salah.


Dia ingin menyelamatkan gadis itu dan membawanya menjelajahi dunia baru yang penuh cinta.


Suatu hari, Tyler bertekad menuntaskan kekesalan hatinya atas sikap Chloe dengan mengajak gadis itu bertemu. Dia ingin segera memuaskan kekhawatirannya dengan hal yang lebih pasti. 


Pada suatu malam sepulang sekolah, Chloe duduk di kafe bersama Tyler, menyesap latte-nya saat mereka membahas kejadian di restoran piza itu. Mereka telah menjadi teman dekat selama perpisahannya dari Jack, dan Tyler telah menjadi pilar pendukung sepanjang perjalanannya. 


"Chloe, aku merasa seperti kehilangan dirimu sejak kamu dekat dengan Jack," katanya, nadanya serius.


Chloe terkejut dengan kata-kata Tyler. Dia selalu menghargai pendapatnya, dan mendengar Tyler mengungkapkan kekecewaannya sulit untuk ditanggung. "Apa maksudmu?" dia bertanya dengan defensif.


"Chloe, aku harus jujur padamu," kata Tyler, suaranya diwarnai rasa putus asa. "Aku benar-benar khawatir dengan keputusan yang kamu buat akhir-akhir ini. Rasanya seperti kamu terlalu mencoba menyesuaikan diri dengan dunia Jack, bahkan jika itu berarti mengorbankan siapa dirimu sebenarnya."


Alis Chloe berkerut saat dia mengambil waktu sejenak menyerap kata-kata Tyler. Dia menyadari perubahan yang dia buat untuk mencoba berbaur dengan teman-teman Jack, tetapi dia tidak menyadari bagaimana hal itu diketahui Tyler.


"Aku... aku tidak menyadari bahwa akan tampak sejelas itu," aku Chloe, suaranya diwarnai penyesalan dan kebimbangan. "Aku hanya berpikir bahwa jika aku bisa menyesuaikan diri dengan teman-temannya, itu akan membuat mereka kembali dekat dengan Jack. Dan pada akhirnya, hubunganku dan Jack pun akan membaik."

__ADS_1


"Maksudku, kamu terlalu mengubah caramu bertindak dan hal-hal yang kamu sukai hanya agar cocok dengan Jack dan teman-temannya," jelas Tyler. "Kamu dulu sangat percaya pada dirimu dan minatmu sendiri, tapi sekarang sepertinya kamu hanya berusaha untuk menyenangkan mereka sepanjang waktu."


Chloe merasakan ada simpul mengikat perutnya saat dia menyadari bahwa Tyler benar. Dia terlalu berfokus membuat Jack dan teman-temannya terkesan sehingga dia mengabaikan nilai dan minatnya sendiri. "Aku bahkan tidak menyadari bahwa aku seperti itu," akunya. "Aku hanya ingin menjadi bagian dari dunianya."


Tyler menatap Chloe dengan lembut, dan berkata sehalus mungkin agar Chloe kembali merasa nyaman. "Aku mengerti, Chloe. Tapi kamu tidak harus mengubah siapa dirimu untuk menyesuaikan diri dengan dunia orang lain. Jack harus menerimamu apa adanya, termasuk menerima perubahan sikap teman-temannya, bukan kamu yang harus berpura-pura."


Chloe mengangguk, merasa bersyukur atas kata-kata bijak Tyler. Dia tahu dia benar, bahwa dia perlu berbicara serius dengan Jack tentang perasaannya dan keinginannya untuk jujur pada dirinya sendiri. Dan juga tentang harapan-harapannya. Chloe ingin Jack juga bisa jujur dengan dirinya sendiri, bahwa hubungan mereka suka tidak suka akan mengubah cara teman-temannya bergaul.


Tyler mengulurkan tangan ke seberang meja dan dengan lembut menggenggam tangan Chloe. "Chloe, aku mengerti niatmu, tapi mengubah kepribadianmu demi orang lain hanya akan menyebabkan ketidakbahagiaan. Kamu pantas dicintai apa adanya, bukan karena berpura-pura menjadi orang lain."


Mata Chloe berkaca-kaca, dan dia mengangguk, berterima kasih atas kejujuran dan perhatian Tyler. "Kamu benar, Tyler. Aku kehilangan kuasa atas diriku sendiri saat mencoba menyenangkan orang lain. Kueasa, aku perlu menemukan jati diriku kembali dan yakin pada diriku sendiri."


Tyler tersenyum hangat padanya. "Itu baru Chloe yang kukenal. Kalau Jack itu cinta sejatimu, dia akan menerimamu apa adanya, kekurangan dan semuanya. Termasuk juga perubahan sikap teman-temannya saat ada kamu. Jangan pernah menggantungkan kebahagiaanmu pada pundak orang lain."


Tyler mengajak Chloe berjalan-jalan sambil bercakap-cakap tentang banyak hal dari hati ke hati. 


Ketika mereka sedang melintas di tengah-tengah taman bunga krisan, Tyler memetik sekuntum bunga krisan putih mungil dan memberikannya pada Chloe. "Chloe, aku hanya ingin memastikan kamu menjaga dirimu sendiri," katanya, suaranya dipenuhi kekhawatiran yang tulus. "Aku tahu kamu sangat mencintai Jack, tapi kamu juga harus memprioritaskan kebahagiaanmu sendiri." Tyler mengungkapkan kepeduliannya terhadap kebahagiaan Chloe.


Chloe memandang Tyler, menghargai perhatiannya yang tulus. "Aku mengerti, Tyler," jawabnya. "Aku menyadari bahwa aku tidak bisa terus-terusan mengorbankan diriku sendiri dalam hubungan ini. Aku perlu menemukan keseimbangan antara cintaku pada Jack dan kebahagiaanku sendiri."

__ADS_1


Tyler mengangguk, senyum kecil terbentuk di bibirnya. "Senang mendengarnya, Chloe. Ingat, kamu kuat dan mampu membuat keputusan yang terbaik untukmu. Jangan biarkan orang lain mendikte kebahagiaanmu, termasuk Jack."


Chloe memandang Tyler dengan rasa terima kasih, menghargai dukungannya yang tak tergoyahkan. "Persahabatanmu sangat berarti bagiku, dan aku sangat bersyukur memilikimu di sisiku." Kata Chloe. Suaranya terdengar penuh ketulusan


Tyler mengangguk, senyum kecil terbentuk di bibirnya. "Senang mendengarnya, Chloe," katanya hangat. "Aku selalu percaya pada kekuatan dan ketangguhanmu. Kamu mampu membuat keputusan yang terbaik bagi dirimu sendiri."


Chloe tersenyum, percaya diri kembali memenuhi hatinya. "Aku akan mencoba kembali percaya pada diriku sendiri," katanya sebulat hati. Sinar matanya yang meredup kembali bersinar-sinar. 


Tyler meletakkan tangannya di bahu Chloe, ekspresinya serius. "Aku hanya tidak ingin melihatmu terluka, Chloe. Teman-teman Jack mungkin tidak bisa bebas bercanda dengan Jack lagi, tapi mereka harus menerima kenyataan bahwa sekarang Jack sudah menjadi milikmu."


“Kamu benar. Aku harus fokus pada apa yang membuatku bahagia dan tidak khawatir untuk menyesuaikan diri dengan lingkaran pertemanan Jack."


"Aku hanya ingin kamu bahagia."


“Aku tahu, Tyler. Aku yakin aku bisa mengatasinya. Dan jika keadaan menjadi terlalu berlebihan, aku tahu aku bisa mengandalkanmu yang selalu ada untukku."


Tyler tersenyum meyakinkan. "Selalu, Chloe. Aku akan selalu ada untukmu."


Chloe balas tersenyum pada Tyler, berterima kasih atas dukungannya. "Terima kasih, Tyler. "

__ADS_1


Chloe merasakan gelombang kelegaan menyapu dirinya saat dia menyadari bahwa Tyler benar-benar peduli padanya. Mereka mengobrol tentang harapan dan impian mereka, ketakutan dan kekhawatiran mereka, dan di akhir percakapan, Chloe merasa lebih terhubung dengan Tyler daripada sebelumnya.


Saat Chloe bersama Tyler, dia menemukan bahwa cinta bukan tentang kehilangan diri sendiri atau terhanyut dalam diri orang lain. Cinta adalah tentang merangkul dirimu, berdiri teguh dalam keyakinanmu, dan menemukan pasangan yang akan melakukan hal yang sama.


__ADS_2