
Jack menggandeng tangan Chloe dan membawanya keluar dari kedai kopi menuju Taman Teratai. Di sana sedang diadakan malam kesenian, para siswa dari berbagai klub kesenian unjuk bakat di sana. Udara segar, dan suara-suara musik dari pertunjukan di panggung terbuka serta tawa siswa dan siswi Arcadia yang menikmati malam minggu, memenuhi udara.
Saat mereka berjalan menuju taman, Jack memperhatikan murid-murid klub grafiti sedang menggambar di dinding yang membatasai Taman Teratai dan halaman sekolah. Secara berkala grafiti di sana diganti dengan yang baru agar dinding itu selalu sesuai dengan semangat dan kegelisahan para murid Arcadia. Taman Teratai adalah ruang kreativitas para siswa Arcadia.
Grafiti yang mengelilingi dinding Arcadia merupakan tampilan ekspresi artistik yang menakjubkan. Warna dan bentuk berpadu menjadi satu, mencerminkan perjalanan hidup para siswa Arcadia. Warna-warna terang meledak dalam simfoni yang rancak, memikat perhatian. Karya seni itu tampak hidup, menceritakan kisah ketahanan, semangat, dan pengalaman murid-murid Arcadia.
Detail yang rumit dan guratan berani menciptakan pesta visual bagi mata yang memandang. Setiap bagian membawa pesan dan emosi yang unik dari senimannya kepada seluruh penghuni Arcadia yang melintas.
Dari pola abstrak yang menari-nari di dinding hingga gambar rumit, grafiti Taman Teratai berbicara dalam bahasa yang bergema jauh di dalam jiwa. Dinding khusus grafiti ini adalah kanvas hidup, bukti kekuatan kreativitas dan ekspresi diri.
Chloe dan Jack berjaaln pelan menikmati grafiti di hadapan mereka. Ketika pandangan Jack beralih dari tembok ke Chloe, dia tidak bisa mengabaikan kecantikan yang terpancar pada Chloe, walaupun dia dikelilingi grafiti memukau yang memesona mata.
Tatapan Jack menetap pada diri Chloe, hatinya dipenuhi kekaguman. Dia mengagumi cara Chloe mengubah dunianya, menaburkan warna dan keindahan dalam hatinya.
"Lihatlah," kata Jack, suaranya penuh kekaguman, menunjuk grafiti berupa kumpulan segiempat berbagai ukuran dan berbagai warna. "Ini cerminan dari perjalanan kita, Chloe. Sama seperti warna-warna cerah dan bentuk aneka ukuran ini, kisah cinta kita unik dan penuh kemungkinan tak terbatas."
Chloe tersenyum, matanya berbinar penuh penghargaan. "Kamu benar, Jack. Perjalanan kita tidak mulus, tetapi pengalaman dan tantangan unik kitalah yang telah membentuk kita menjadi seperti sekarang ini."
__ADS_1
Mereka terus berjalan, langkah mereka selaras dengan irama musik yang dimainkan kelompok band sekolah. Mereka berhenti di depan sebuah grafiti yang menggambarkan dua tangan hitam dan latar belakang putih, saling mengulurkan tangan, jari-jari mereka saling bertautan.
Jack menunjuk ke arah grafiti, suaranya terdengar penuh keyakinan. "Itulah kita, Chloe. Apa pun rintangan yang mengadang, kita akan selalu menjangkau satu sama lain. Kita tidak akan membiarkan apa pun atau siapa pun memisahkan."
Chloe mengangguk, pandangannya tertuju pada grafiti itu. "Aku percaya, Jack. Cinta kita tangguh, dan tidak ada yang bisa meredupkan cahayanya."
Mereka berjalan-jalan melewati graffiti-grafiti lain. Ada yang sudah jadi ada pula yang masih dalam tahap pembuatan. Mereka mengagumi ekspresi artistik yang mengelilingi mereka, dan kelihaian para senimannya menyapukan setiap cat menjadikan warna-warna menjadi penuh makna yang menceritakan berbagai kisah kehidupan.
Taman Teratai tampak hidup di sekitar mereka, bersemangat dan penuh energi. Musik mengalir dari panggung utama, menambahkan latar melodi dalam setiap langkah Jack dan Chloe. Sesekali mereka menari mengikuti irama, menjentik-jentikkan jari, atau bersenandung pelan. Mereka benar-benar menikmati kemeriahan Taman Teratai dengan riang gembira. Bahkan, tanpa sadar, Chloe melonjak-lonjak kecil di samping Jack. Tingkahnya itu mau tidak mau membuat Jack tertawa.
Berjalan bergandengan tangan dengan Chloe, Jack merasakan beban terangkat dari pundaknya dalam setiap langkah. Dia meninggalkan persahabatan pura-pura dan memilih cinta sejati. Dia siap membuktikan dirinya pada Chloe.
"Ayo berdansa," katanya, “Seperti dulu waktu kita baru saja berpacaran.” Jack menarik tangan Chloe, dan berputar secara spontan di tengah-tengah kerumunan. Para siswa yang lewat menyaksikan dengan kagum saat mereka berdansa dan tertawa, kebahagiaan mereka terpancar di setiap langkah.
Mereka melanjutkan perjalanan semakin masuk ke dalam taman, tawa mereka bercampur dengan suara-suara keramaian malam kesenian. Jack mau tidak mau merasakan kebebasan. Hatinya terasa ringan, tanpa beban.
Ketika mereka sampai di sudut taman, mereka menemukan bangku kosong yang menghadap ke kolam teratai. Jack duduk, menarik Chloe ke dekatnya. Mereka menyaksikan air mancur menari-nari ditingkahi lampu-lampu hias warna-warni.
__ADS_1
"Chloe," Jack memulai, suaranya penuh ketulusan. "Aku akan memastikan bahwa kamu tidak pernah meragukan cintaku padamu lagi."
Chloe menatap mata Jack, melihat kebenaran dalam kata-katanya. Dia mengulurkan tangan dan dengan lembut menyentuh pipinya.
"Aku percaya padamu, Jack," bisiknya, sedikit air mata dalam suaranya. "Dan aku berjanji untuk berdiri di sisimu, mendukungmu dan mencintaimu di setiap langkah."
Jack dan Chloe menutup komitmen mereka dengan ciuman lembut. Itu adalah ciuman yang penuh dengan harapan, pengampunan, dan janji akan masa depan yang lebih cerah.
Saat mereka duduk di sana, bergandengan tangan, harapan baru menyelimuti mereka. Mereka tahu bahwa membangun kembali hubungan mereka tidak akan mudah, tetapi mereka bersedia menghadapi rintangan bersama. Pada saat itu, Chloe dan Jack membuat keputusan bersama untuk memberikan cinta mereka kesempatan lagi, bersumpah untuk memelihara ikatan mereka dan menciptakan dukungan yang tak tergoyahkan.
Jack dan Chloe lalu berjalan-jalan sambil bergandengan tangan, lampu-lampu taman berkilauan di sekitar mereka. Mereka tahu bahwa kisah cinta mereka masih jauh dari selesai. Itu adalah kisah cinta yang terus tumbuh, dan mereka siap menulis bab-bab berikutnya bersama-sama.
"Aku mencintaimu, Chloe," bisik Jack, meraih tangan Chloe dan menangkupkannya ke dadanya.
Chloe tersenyum di antara air matanya, merasakan perasaan bahagia mengisi seluruh dirinya. Dia merindukan Jack yang mengutamakannya, orang yang membuatnya merasa dicintai dan disayangi. Dan sekarang, saat dia berbicara dengan tekad yang begitu besar, dia bisa melihat bahwa dia benar-benar berkomitmen memperbaiki hubungan mereka.
“Aku juga mencintaimu,” bisik Chloe.
__ADS_1
Malam semakin larut dan pesta kesenian sudah usai setengah jam lalu. Tepat pukul sepuluh malam, gerbang Taman Teratai akan ditutup. Terdengar suara lonceng, tanda pintu gerbang Taman Teratai sepuluh menit lagi akan ditutup. Jack dan Chloe bergegas meninggalkan Taman Teratai, sambil bergandengan tangan erat.
Jack merasakan kedamaian yang sudah lama tidak dialaminya. Dan saat mereka menyusuri jalan, cinta mereka bersinar terang, Jack tahu bahwa dia telah membuat keputusan tepat. Dia akan memprioritaskan hubungannya dengan Chloe di atas segalanya, dan dia tidak akan pernah membiarkan apa pun menghalangi mereka lagi. Dia siap menghadapi segalanya dengan Chloe di sisinya.