UNPACTED MARRIAGE

UNPACTED MARRIAGE
[Chapter20] Tubuhmu milikku Sheila


__ADS_3

Yaampun, nggak kerasa udah bab 20🤭


...HAPPY READING 📖...


"Mengapa aku,kakek?"


"Sheila. Kakek memberikannya karena kau memang pantas mendudukinya. Kau tahu kakek sudah lama berencana menaikkan jabatanmu, tapi kau beberapa kali menolaknya. Sekarang , secara resmi kau sudah menjadi menantu keluarga Kyler. Tak ada alasan bagimu untuk menolak ini. Kau berhak mendapatkannya."


"Tapi , Kek. Kami baru menikah. Sheila pikir , akan banyak karyawan yang berpikir jika kita..."


"Tak ada yang perlu kau khawatirkan, Sheila. Kau bahkan jauh lebih berhak atas semua ini. Setelah pernikahan kalian selesai, kakek sudah mengurus surat pemindahan saham yang menjadi hak kakekmu, sekarang dalam proses atas namamu. Rinciannya akan segera dikirimkan kepadamu. Pun dengan segala persyaratan yang ada untuk mengklaimnya."


Sheila terdiam. Tak hanya hubungannya dengan Arion yang berubah karena pernikahannya dengan Erland. Melainkan saluruh hidupnya . Dalam sekejap ia menjadi kaya raya. Yang entah kenapa , rasanya tak ada yang berarti dari semua hal tersebut .


Bukan karena la menolak warisan yang ditinggalkan kakeknya. Tapi semua itu terasa begitu membebaninya. Sekaligus membuatnya kehilangan hal yang paling berharga yang ia miliki. Cintanya dan Arion.


"Apa tujuan kakek melakukan ini untuk membuatku dan Sheila semakin dekat ? " Erland menyela , dengan memicingkan mata penuh kecurigaan .


Meskipun dalam hati la sendiri tak keberatan untuk menghabiskan waktu dengan Sheila, karena dirinya tak pernah puas mencicipi tubuh Sheila sekali , dua kali , dan seterusnya .


Friz menglihkan pandangannya sekilas. Kemudian menjawab, " Sesuai hukum , ke depannya perusahaan ini akan menjadi milik kalian herdua . ​​Kalian sudah terikat dengan perusahaan ini."


"Lalu, bagaimana jika suatu hari nanti kami bercerai ?" tanya Sheila


Pertanyaan itu mendapatkan perhatian Erland sepenuhnya. Raut wajah Friz berubah serius , menatap Sheila sejenak dan beralih pada Erland dengan keseriusan yang lebih dalam.


" Maka ini akan menjadi tanggung jawab Arion. Di hari perceraian itu, adalah hari pelengseran jabatan yang diduduki oleh Erland. " jawab kakek Friz lugas.


Erland lerlawa, lebih rendah sebelum kemudian menjadi terbahak. " Kenapa harus Aaron juga terlibat , Kakek ? Bukankah dia yang ingin bercerai? "


"Kakek sudah memperingatkan mu . Semua tidak selesa hanya dengan kan duduk di kakek . Di hari kau menikah dengan Sheila, itu artinya sepenuhnya Sheila sudah menjadi tunggung jawabmu."


"Ya , aku sudah cukup bertanggung jawab untuk menuhi kebutuhan batinnya. "


Kepala Sheila tertunduk dalam - dalam dengan wajah merah padam . Apakah mulut Erland memang selalu kurang ajar seperti itu?


"Tidak hanya itu. Tanggungjawab mu juga harus memastikan kebahagiaan Sheila bukan kau saja."


" Lalu bagaimana jika letak kebahagiaannya hanya ada pada pria lain, kakek? "

__ADS_1


Friz menyandarkan punggungnya , dengan kedua tangan bersilang di depan dada .


"Itu sepenuhnya akan menjadi urusanmu, Erland. Mempertahankan pernikahan ini adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab mu. "


Erland benar - benar kehilangan kata - kata untuk menjawa. Tatapan kakeknya seolah tak membutuhkan bantahan .


Ya , semuanya jauh dari katu selesai. Membuat Erland semakin penasaran , apakah menghamili Sheila akan membuat permasalahannya selesai ?


"Lebih baik mencobanya bukan? " batinnya penuh kelicikan.


*


*


"Kau senang ? " decak Erland begitu keduanya keluar dari ruangan kakek Friz .


"Apa maksudmu ? " tanya Sheila


"Sekarang aku harus bertanggung jawabnya untuk membahagiakan dirimu.Apakah membagimu dengan Arion akan membuatmu bahagia? Apakah ... ini kebahagiaan yang kau inginkan?" pertanyaan dingin dari Erland benar - benar mengenai tepat di hati Sheila.


Ya , meskipun memang itu harapannya. Erland yang tak bisa menjamin kebahagiaannya , sehingga ia masih memiliki harapan untuk bersama Arion .


"Bisa jadi begitu. Karena selama aku denganmu tak akan ada kebahagiaan. Karena kebahagiaan ku hanya ketika bersama Arion. " ucap Sheila lantang.


"Jadi kita bisa berpis-"


”Tidak akan,Sheila. "


Bersamaan dengan itu Erland mendorong tubuh Sheila ke dinding . Telunjuknya mengetuk - ngetuk sisi kepala Sheila


"Semua tak akan semudah apa yang ada di kepalamu yang mungil ini." sarkas Erland.


Sheila mengerjap dengan cepat. Bagaimana mungkin Erland mengetahui apa yang tengah ia pikirkan kedepannya ?


"Kau akan mendapatkan kebahagiaan yang diinginkan kakak . Tapi bisa pastikan dengan cara yang lain."


"Dengan cara lain? Apa maksudmu, Erland? " Suara Sheila bergetar luar biasa.


"Kau ingin tahu? "

__ADS_1


Hasrat yang sengaja ditunjukkan di kedua mata Erland membuatnya gelagapan. Pria itu pasti tengah memikirkan sesuatu tang kotor.Seringai Erland naik lebih tinggi . Dengan kelicikan yang berkilat di kedua manik hitam nya tersebut .


Tangan Erland terulur menyingkap kerahasiaan baju Sheila memperlihatkan bekas tanda yang ia buat disana. Terlihat sudah mulai memudar. Kemudian menyingkirkan anak rambut Sheila kebelakang telinganya.


Sheila dengan cepat membenarkan kerah bajunya yang sedikit terbuka.


"Aku akan membuatmu membutuhkan tubuhku , melebihi Arion . Aku bisa memastikannya . " Jawaban Erland benar - benar membuat Sheila kehilangan napasnya.


Wajahnya terbakar oleh amarah dan rasa malu. Dengan tenaga penuh , Sheila mendorong dada Erland menjauh .Yang justru membuat pria itu terkekeh pelan.


Tubuh Erland sedikit menjauh namun pandangan matanya masih setia menatap mata berkilau milik Sheila.


"Semua yang kau miliki dengan Arion , tak ada gunanya , Sheila. Kau milikku. Seluruh tubuhmu adalah milikku . Aku akan memastikan kau akan memikirkan setiap sentuhanku . Bahkan ketika kau bersama Arion sekalipun. Dan bisa kupastikan , perlahan ... itu kan menggoyahkan perasaanmu padanya. " seringainya


"Orang seperti mu memang tak penah tau apa itu cinta, Erland! Otak mesummu sama sekali tidak bisa tertolong! " geram Sheila


" Aku tahu , hanya saja ... aku tak melakukan hal semacam itu . Kau bebas memikirkan Arion atau siapapun pria yang kau inginkan. Hanya saja kau tau kewajibanmu sebagai seorang istri ku,kan? Aku tak suka menjadi suami yang tak bertanggung jawab untuk kebutuhan batin istriku sendiri."


Mulut Sheila membuka nutup tak bisa berkata - kata dengan wajah yang tak bisa lebih memerah padam lagi . Wajahnya serasa dibakar.


"Well, itulah bentuk tanggung jawab yang ku berikan padamu sebagai seorang istri selain memberimu uang. " ucap Erland tersenyum menjengkelkan.


" Apakah kau bisa lebih berengsek dari ini lagi , Erland?" sinis Sheila


Erland terkekeh .


"Kau ingin mencobanya ? "


Cukup sudah , Sheila tak akan meladeni sikap tak penting Erland selanjutnya . Mata Sheila terpejam, menarik napas dalam-dalam kemudian mengembuskannya dengan kasar. Sebelum kemudian mendorong dada Erland sekali lagi dan berjalan pergi.


Meninggalkan Erland , yang masih berdiri diam di belakang sana dengan seringai kepuasan yang semakin tinggi.


"Sheila... aku tak menyangka akan terpesona dengan tubuhmu sampai sejauh ini. Jangan harap kau bisa kembali lagi dengannya. " tegasnya tersenyum miring


Sheila berjalan cepat dari ruangan itu. Ia tak menyangka Erland akan menahannya seperti ini. Dalam hati ia merasa bimbang, apakah jika ia tetap bersama Arion ia akan menjadi istri yang durhaka? Astaga, bagaimana bisa Sheila terjerat dalam belenggu dua pria itu.


Satu sisi ia sudah menjadi istri Erland dan bertanggungjawab atas keperluan pria itu , namun ia tak bisa memungkiri bahwa ia masih sangat mencintai Arion lebih dari siapapun. Austin. Ya, Sheila butuh berbicara pada pria itu. Hanya dia yang Sheila percaya selama ini, Sheila bahkan mulia tidak mempercayai dirinya sendiri.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


^^^TINGGALKAN JEJAK DULU:>^^^


__ADS_2