V I O L A

V I O L A
Bab - 10


__ADS_3

saat akan beristirahat, tiba-tiba handphone Viola berbunyi, ada pesan yang masuk di handphone nya.


"Datanglah ke apartemen Angkasa kamar nomor 212, sekarang."


Viola tidak mengenal nomor yang telah mengirimnya pesan. Viola mengambil Hoodie dan memakai celana legin. Viola pergi alamat yang di maksud.


sampai di apartemen itu, Viola berjalan menuju kamar 212, pintu apartemen itu tidak di kunci dan seperti sengaja di biarkan tidak terkunci agar Viola bisa masuk ke dalam. Viola masuk dan mendengar suara dari dalam kamar, betapa kagetnya Viola, ada sepasang pria dan wanita sedang melakukan Wik..wik..wik.. bahkan suara ******* mereka berdua terdengar kuat di dalam kamar itu.


"itu Lisa, dan laki-laki itu Charlos" Viola melihat dengan matanya sendiri.


Viola pulang dengan perasaan campur aduk, Viola bisa menebak siapa yang telah mengirimnya pesan tersebut, "ya itu pasti Lisa yang menyuruhku datang agar melihat kelakuan Charlos bersamanya".


saat akan berjalan menuju lift, tangannya di tarik masuk ke dalam kamar apartemen yang jarak 2 kamar dari kamar 212. Viola kaget saat ingin berteriak tapi mulutnya ditutup dengan tangan yang besar.


Viola ketakutan bahkan berontak dengan sekuat tenaganya, pergerakan Viola terlah di kunci, tangan dan kakinya telah di kunci oleh pria yang menariknya masuk ke dalam kamar tersebut.


Viola, melihat dengan baik siapa yang membekap nya serta mengunci pergerakannya. ya dia adalah Louise.


saat Viola masuk ke dalam apartemen Angkasa, Louise telah melihatnya dari basemen, Louise mengikuti Viola hingga tiba di lantai yang sama dengan kamarnya. ternyata viola menuju ke kamar Charlos. tapi Viola tidak lama berada di kamar Charlos, dia segera keluar setelah melihat kejadian di dalam kamar Charlos.

__ADS_1


Louise telah menunggu Viola di depan pintu kamarnya, saat Viola berjalan ke lift, disitulah kesempatan Louise untuk menariknya.


"anda mau apa.? aku tidak ada urusan sama anda, jadi tolong menyingkir lah, aku mau pulang."


"kenapa buru-buru.? disinilah dulu sebentar, kita bersenang-senang."


"apa maksud anda.?"


"anda lupa, kalau anda baru saja bertunangan beberapa jam yang lalu.?"


"hanya bertunangan dan tidak menikahkan.!"


"tidurlah bersamaku malam ini, kamu akan mendapatkan bayaran yang lebih, dari yang biasa Charlos berikan padamu."


"kau tidak berminat dengan uang anda, harga diri anda jauh lebih murah di banding harga diriku"


"dasar wanita murahan."


"sekalipun murahan tapi aku tak akan mau tidur dengan pria sepertimu."

__ADS_1


Louise marah dengan kata-kata Viola. Louise membawa Viola ke kamarnya, Viola berontak dengan sekuat tenaganya, Louise semakin tak bisa menahan emosinya.


Louise menarik baju Viola hingga celana legin Viola di sobek oleh Louise, Viola terus menangis dan berontak, tapi kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan Louise.


melihat Viola yang terus menerus menangis, louise pun akhirnya bersuara. "aku menginginkanmu malam ini Viola.", Louise melakukan aksi bejadnya.


"Louise, sakit Louise, aku mohon jangan Louise" Viola menangis dan terus menangis, Louise tak mau mendengarkan Viola.


pada saat akan melakukannya Louise tersadar jika Viola masih virgin, Louise menatap wajah Viola dan menciuminya, "bertahanlah ini hanya akan sakit sebentar". akhirnya Louise terus melakukannya hingga masuk sepenuhnya, Viola pingsan di atas tempat tidur, Louise melakukannya tanpa ada rasa kasihan. "Viola, kamu milikku sekarang dan selamanya, aku tak akan melepaskan mu."


Viola bangun pukul 3 pagi, badannya terasa sakit apalagi area intimnya, terasa perih sekali. Viola melihat ke samping Louise tertidur tepat di sampingnya sambil memeluk Viola. Viola lagi-lagi menangis tanpa suara, dia sengaja tidak bersuara takut membangunkan Louise.


Viola bangun dari tempat tidur, melepaskan tangan Louise dari perutnya dengan pelan, dan berjalan mengambil baju Hoodie nya dan celana legin. Viola pergi begitu saja dari apartemen Louise.


"pertama dan terakhir kita bertemu." ucap Viola dalam hati saat berada dalam lift.


Viola menangis sepanjang jalan menuju rumahnya, sesampainya dalam rumah, Viola menuju ke kamarnya dan mandi di bawah shower, Viola terus menerus menangis, menyesali yang terjadi pada dirinya. Viola membersihkan dirinya lalu beranjak tidur. Viola berharap semoga semua ini hanya mimpi, dengan bangun dari tidurnya semua akan kembali seperti biasanya. akhirnya Viola tertidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2