
setelah mengetahui keberadaan Viola, Louise berencana ingin menemui Viola.. anak buah Louise terus membuntuti Viola kemana pun dia pergi, Viola tak curiga sama sekali.
"mommy aku ingin ke danau, hanya sebentar saja di sana"
"baiklah sayang, berhati-hatilah" Viola pergi menggunakan taksi, hingga tiba di danau..
"masih sama seperti dulu" gumam Viola melihat sekeliling danau dan tersenyum, Viola tak sadar jika di sampingnya telah berdiri seorang pria yang terus melihat kearahnya..
"Viola" merasa namanya di panggil, Viola menoleh dan terkejut melihat pria di sampingnya.. Viola melangkah mundur hingga tersandar di pohon.
"kamu,,, tolong jangan ganggu aku lagi" ucap Viola yang gemeteran, dia tak menyangka akan bertemu Louise di danau.
"aku mencarimu selama 5 tahun, ternyata kamu kembali lagi ke London" Viola tak mau mendengar kata-kata Louise, dia hendak berjalan meninggalkan Louise tapi tangannya di tahan oleh Louise.
"kamu tak akan bisa pergi dariku lagi Viola." ucap Louise..
"kamu gila, aku bahkan tak pernah Sudi melihat wajahmu lagi, lepaskan tanganku bajingan" Viola berontak, tapi Louise mengangkatnya dan membawanya ke dalam mobil.
"Louise, lepaskan aku, kamu mau apa" Viola terus berontak, hingga akhirnya Louise membiusnya dengan sapu tangan.
__ADS_1
Viola pingsan dan di bawa ke mansion Louise.. Louise menaruhnya di kamar lantai 3, kamar Louise sendiri berada di lantai 3, tak ada yang bisa ke lantai 3 kecuali atas perintah Louise..
Viola tersadar dari pingsan, kepalanya terasa pusing, tapi dia berusaha untuk bangun dari tempat tidur yang asing baginya.
"kamu sudah sadar.?" Louise mendekat dan memegang tangan Viola..
"lepaskan tanganku bajingan" Viola marah saat di sentuh Louise, bahkan Viola menghentakkan tangan Louise.. Louise hanya diam dan terus menatap Viola, kali ini tatapan Louise tak seperti dulu.
"menjauh dariku bajingan" Louise hanya diam dan mendengarkan apa yang di katakan Viola..
"Viola, aku tak akan pernah menjauhi kamu, selamanya kamu akan selalu berada di dekatku" Louise bersungguh-sungguh dengan apa yang dia ucapkan.
"menjauh lah dariku Louise, aku tak ingin melihatmu, dan satu hal yang perlu kamu tahu Louise, sebentar lagi aku akan menikah dengan tunangan ku, jangan menganggu hidupku lagi."
Louise berdiri dan berkata pada Viola..
"kamu tidak akan menikah dengan siapapun, kamu milikku dan tidak ada siapapun yang berani merebut kamu dariku."
Louise pergi meninggalkan Viola... Viola berteriak histeris di dalam kamar dan menangis.
__ADS_1
sudah waktunya untuk makan malam, Louise menuju kamar viola, melihat viola tertidur di sofa, Louise mengangkatnya dan memindahkan di kasur.. Louise menelfon maid agar membawa makanan viola ke kamarnya.
tak lama kemudian Viola bangun, memegang perutnya yang sakit, bahkan wajahnya terlihat pucat, Louise melihat dan mengerutkan keningnya.
"kamu kenapa Viola.? apa ada yang sakit.?" Louise berjalan ke arah Viola dan duduk di tepian tempat tidur. "perut aku sakit Louise." jawab Viola dengan wajah yang pucat dan berkeringat dingin..
"Louise memeriksa Viola, kamu punya mag Viola.?" tanya Louise... "iya."
"sebentar aku ambilkan obatnya ya, sebelum minum obat makanlah lebih dulu."
"tapi perut aku sakit Louise" Viola setengah merintih karna tak bisa menahan sakit.
"ya sudah, aku suapi makanannya setelah itu minum obatnya ya.?
"iya"
Louise menyuapi makanan hanya beberapa sendok, setelah itu memberikan obat pada Viola, Viola kembali beristirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1