V I O L A

V I O L A
BAB - 18


__ADS_3

setelah dari ruang kerja papanya, Louise kembali ke kamar dan melihat Viola telah tertidur, Louise membersihkan diri di kamar mandi dan tidur memeluk Viola.


keesokan paginya Viola bangun, dan melihat di sebelahnya, ternyata Louise tidak berada di sampingnya. "semalam dia tidur di mana.? apa dia masih marah.?" gumam Viola.. Viola bangun membersihkan diri lalu turun ke lantai bawah..


"kamu sudah bangun sayang.? ayok sarapan dulu.?" kata mama... sementara Viola, matanya terus mencari keberadaan Louise.. "kamu mencari Louise.? dia lagi olahraga di ruangan sebelah. kita sarapan lebih dulu karena Louise masih lama berolahraga."... iya mama.. "bentar ya, mama panggil papa dulu."... papa datang bersama mama, dan mereka sarapan tanpa Louise .. setelah sarapan Viola kembali ke kamarnya.


di dalam kamar viola terus berpikir tentang kejadian semalam, Viola merasa bersalah pada Louise. "tidak seharusnya aku meminta ijin sama mertuaku, harusnya aku minta ijin sama Louise. apa dia masih marah padaku.?" Viola terus berbicara dalam hatinya .. Viola menunggu kedatangan Louise di dalam kamar.. hingga akhirnya orang yang di tunggu-tunggu datang..


Louise cuek, seakan-akan tidak melihat Viola, Viola bahkan berjalan ke arah Louise tapi Louise terus berjalan masuk ke kamar mandi. Viola hanya melihat Louise dari belakangnya hingga Louise hilang di balik pintu kamar mandi. Viola duduk di sofa sambil menunggu Louise hingga selesai mandi. Louise keluar hanya mengunakan handuk yang dia lilit di pinggang. Viola melihatnya memalingkan wajahnya.


selesai berganti pakaian, Louise mengunakan pakaian kasual karena jam 10 mereka akan fitting baju di butik langganan mama. "Louise, apa kamu marah sama aku karena kejadian semalam.?"..


Louise hanya berdiam dan tidak menjawab pertanyaan Viola.. "aku minta maaf".. Louise mendengarnya dan tetap cuek seakan-akan tidak mendengarkan kata maaf dari Viola, Louise berjalan keluar dari kamar dan menuju ke lantai bawah, Louise membiarkan Viola di kamar sendirian.


setelah mengatakan maaf, Viola berganti pakaian, dia mengunakan dress panjang selutut dan rambut di kuncir, wajahnya di rias senatural mungkin. Viola kembali berkaca untuk memastikan penampilannya.


Viola menuruni tangga, Viola melihat mama dan Louise sedang berbincang di ruang tengah.. "maaf mama, Vio telat".. mama dan Louise melihat ke arah Viola.. "wah, kamu sangat cantik sayang".. Viola tersenyum, Louise melihatnya dan kemudian mengalihkan pandangannya.. "ayok, kita ke butik sekarang."


selama perjalanan ke butik, Viola lebih banyak berdiam dan melihat ke luar jendela, sedangkan Louise menyetir mobil dan pandangan tetap ke depan, " Louise, Viola setelah fitting baju kalian pulanglah duluan ya, mama di jemput Tante Clara di butik, mama ada urusan sedikit.".. iya ma"jawab Viola, Louise hanya berdiam dan fokus menyetir mobil.

__ADS_1


hai Penelope,, ini anak ku Louise dan istrinya, seperti yang aku ceritakan, tolong siapkan gaun pengantin yang terbaru dan cocok untuk mereka berdua.".. "baik Nyonya, aku sudah siapkan semuanya" jawab Penelope...


Viola mencoba gaun yang terbaru dan sangat cantik dan cocok di pakainya, "wow, kamu sangat cantik sayang, gaunnya sangat pas di tubuhmu, ayok kita keluar, biar mereka melihat kalau dirimu sangat cantik sekali mengunakan gaun ini.".. Viola keluar dari ruang ganti, berjalan ke mama dan Louise.. "o my God,,, you look so beautiful Viola." kata mama.. Vio hanya tersenyum.. dan Louise terus melihat Viola, tanpa mengalihkan pandangannya..


kamu suka gaun yang ini atau mau coba yang lain sayang.? tanya mama... Vio pakai yang ini saja mama.".. ya sudah, kalau begitu kita pesan yang ini saja, dan kamu Louise sekarang ukur pakaian mu.".. Louise mencoba beberapa tuksedo dan dia memilih untuk memakai warna abu-abu karna sesuai dengan warna gaun yang di pilih Viola.. "oke, kita pesan yang itu saja. Penelope tuksedo abu-abu dan gaun yang tadi, Sabtu depan sudah mau di pakai jadi jaga dengan baik.".. baik nyonya XANDER."


Vio kamu pulang dengan Louise ya, mama masih ada urusan sama Tante Clare.".. "ya mama.".. mama pergi bersama Tante Clara sedangkan Louise tidak mengetahui kemana mamanya pergi karena Louise sedang menerima telpon dari Erick. "kamu tunggu di sini dulu, nanti ada yang jemput, aku masih ada urusan di kantor papa".. Viola hanya menatap Louise yang pergi dengan terburu-buru, Viola menunggu jemputan hingga menjelang sore, karena sudah terlalu lama akhirnya Viola memutuskan untuk pergi dari butik.


Viola menaiki taksi menuju menara Eiffel, di sana Vio hanya sendirian, dia duduk di kursi sembari melihat-lihat pemandangan.. Viola tersadar jika dirinya melupakan handphone di kamar, dia bahkan tersenyum saat mengingat handphone nya. Viola melihat menara Eiffel dan memikirkan nasibnya "aku merasa hidup ini begitu kejam, sampai kapan aku bertahan dengan kehidupan seperti ini, seakan takdir ini sedang mempermainkan ku." ucap Viola pada dirinya sendiri..


Louise tiba di mansion pukul 7 malam, Louise melihat papa dan mama sedang duduk di ruang tengah, mama melihat Louise masuk sendirian ke dalam mansion " Louise, Viola di mana.? kenapa kamu masuk sendirian.?" Louise merasa heran dengan pertanyaan dari sang mama. "bukannya tadi viola sama mama.?".. "viola tidak bersama mama Louise, mama tadi di jemput Tante Clara dan mama sempat pamit sama viola, jangan bilang kamu meninggalkannya di butik.?." Louise menelfon Viola, handphone nya berdering tapi tidak di angkatnya, berkali-kali sudah di telpon tetap tidak di angkat. segera Louise memerintahkan Erick untuk mengecek keberadaan handphone Viola .


Louise berlari turun ke lantai bawah menemui papa dan mamanya "Viola tidak berada di kamarnya, handphone nya ketinggalan, aku akan kembali ke butik, mungkin dia masih menunggu di sana.".. segeralah pergi, dan jangan lupa memberi kabar pada kami." kata mama yang begitu cemas akan keberadaan Viola.


"papa, semoga Viola cepat ketemu, mama takut dia kenapa-napa di luar sana.".. jangan khawatir mama, papa akan bantu mencari Viola." kata papa untuk menenangkan istrinya.. papa menelfon Pedro asisten dan memerintahkan segera menyebarkan anak buahnya untuk mencari viola ke setiap tempat dan penjuru.


Louise kembali ke butik tetapi Viola tidak berada di sana, bahkan Penelope mengatakan jika Viola telah pergi sejak 4 jam yang lalu.. Louise segera, mencari Viola di mall, dan di tepi danau.. bahkan Louise binggung mau cari kemana, Louise menelfon Erick " segera cek CCTV dari depan butik sekarang.? dan lihat istriku pergi ke arah mana.?".. baik tuan" kata Erick..


Louise kembali ke mansion pukul 9.. mama semakin cemas karena Louise hanya pulang seorang diri, dan tidak bersama Viola.. " kemana Viola, kenapa kamu pulang sendirian.? bagaimana bisa kamu pulang sendiri sedangkan istrimu masih di luar sana seorang diri.?" kata mama.. tiba-tiba handphone Louise berdering dan Erick yang menelepon nya. "bagaimana Erick".. nyonya menuju ke menara Eiffel.

__ADS_1


Louise akan ke menara Eiffel mama, Viola sedang berada di sana".. pergilah dan bawa pulang Viola dengan segera" kata mama ..


Louise segera pergi ke menara Eiffel, tiba di sana, Louise tidak menemukan Viola, bahkan Louise bertemu dengan anak buah ayahnya dan merekapun tidak menemukan Viola.


Viola binggung mau pulang kemana karena dia sendiri lupa alamat mansion di mana, Viola berinisiatif untuk kembali ke butik dan menunggu di sana, siapa tahu Louise akan kembali menjemputnya di sana, Viola tiba di butik tapi butik tersebut sudah tutup karena waktu sudah menunjukan jam 10 malam.


Viola menunggu di depan butik, malam semakin larut, hujan mulai turun membasahi bumi, makin lama makin deras, dan di depan butik tidak ada tempat untuk berlindung, Viola masih tetap setia berdiri di depan butik hingga hujan mulai turun dengan derasnya.


Viola mulai merasa kedinginan, dia bahkan tidak memakai jaket, tubuh Viola bergetar hingga dia pingsan di depan butik karena tidak kuat menahan dingin.


perasaan Louise semakin tidak enak di kala hujan mulai turun, Louise bahkan memarahi semua anak buah ayahnya yang tidak dapat menemukan Viola, hingga akhirnya Louise berinisiatif untuk kembali ke butik itu. tiba di butik, Louise melihat ada seseorang yang tergeletak di depan butik, Louise melihat dengan baik-baik ternyata itu adalah Viola.


Louise berlari untuk memastikan kalau itu adalah Viola. Dan benar saja yang tergeletak di depan butik adalah Viola, Louise mengangkat Viola ke mobil dan membawanya ke rumah sakit, Louise melajukan mobilnya hingga tiba di rumah sakit, di angkatnya Viola masuk di UGD dan segera mungkin dia memerintahkan semua perawat dan dokter untuk segera menanggani Viola.


wajah Viola pucat, bahkan bibirnya membiru, Louise melihat viola yang terbaring dengan wajah pucat seketika merasa menyesal meninggalkan Viola di butik. "maafkan aku Vio, maafkan aku".. Louise terus menerus mengucapkan kata-kata maaf saat melihat wajah Viola.


hallo Mama.".. "Louise, Viola sudah di temukan atau belum.? hujan semakin deras Louise, kasian Viola di luar sana sendirian Louise.".. " mama tidak usah khawatir, Viola ada bersamaku sekarang, dia lagi beristirahat.".. "benarkah itu Louise.? mama ingin bicara sama Viola.? Viola di mana sekarang.?".. Viola, sudah tidur mama, aku lagi di rumah sakit, dan Viola lagi kurang enak badan, makanya kami langsung ke rumah sakit, biar di periksa sekalian. Mama istirahat saja ya.?".. baiklah, besok pagi mama akan ke rumah sakit untuk melihat Viola.".. "iya mama"..


"hallo Erick, bawakan pakaian untukku sekarang, aku di rumah sakit".. baik tuan".. Erick membawakan pakaian untuk Louise, Louise mengantikan pakaian basahnya. setelah Menganti pakaian yang basah, Louise duduk di samping Viola, melihat wajah Viola yang pucat, Louise merasa bersalah, dia memegang tangan viola dan mengecupnya sembari berkata "maafkan aku Viola".

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2