
pagi harinya Louise bangun terlebih dahulu, dia membersihkan diri di kamar mandi lalu bersiap untuk ke kantor, sedangkan Viola masih setia di atas tempat tidur, Viola kecapean akibat ulah Louise yang terus menerus menghajarnya di ranjang. "hai honey, bangunlah." Louise membangunkan Viola dengan caranya sendiri, mencubit hidung, mengigit dagu bahkan menggigit Telinga Viola dengan pelan.
aku masih ngantuk." katanya mau kerumah sakit, ayok bangun.".. Viola mendengar kata rumah sakit yang di ucapkan Louise, segera bangun dan duduk berhadapan dengan Louise..
benarkah itu sayang.? kamu tidak bohong.?".. ya, aku serius honey."kata Louise.. Viola memeluk Louise dan mengatakan " i love u Louise." Louise tersenyum dan mencubit hidung istrinya yang mancung.. aku duluan ke kantor ya.? aku menunggumu di sana, datanglah sebelum pukul sembilan.?".. baiklah sayang, aku akan datang." jawab Viola.. ya sudah, aku duluan ke kantor, kamu mandi dan bersiaplah, Erick akan menjemput mu honey."... Viola hanya mengangguk..
Viola mandi dan bersiap ke rumah sakit, dia mengunakan dress berwarna tosca selutut, serta rambutnya di kuncir tinggi dan memperlihatkan lehernya yang putih bersih tak bernoda dan itu membuatnya semakin cantik.
Erick menjemputnya dan membawa Viola ke rumah, tiba di rumah sakit, Viola berjalanan melewati lobby dan Erick tetap berada di sampingnya, sejak masuk ke dalam lobby rumah sakit, senyuman viola tidak pernah lepas sedikitpun, dia tetap tersenyum untuk perawat dan pasien yang melihat ke arahnya.
semua mata memandang Viola, ada yang mengenal Viola, dan ada pula yang tidak mengenalnya. Erick membukakan lift untuk viola dan Viola naik ke ruangan di mana suaminya berada.
__ADS_1
hai sayang, apa kamu sibuk.?".. Louise melihat ke arah pintu dan ternyata itu istri tercintanya. Louise menatap istrinya dengan tatapan yang sulit di artikan, antara marah atau senang.. Louise marah karena pakaian Viola terlalu ketat pada tubuhnya, dan rambutnya di kuncir hingga memperlihatkan lehernya yang putih. dan yang membuat Louise senang karena Viola terlihat sangat cantik pagi ini.
Louise berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan menuju istrinya dan mengecup bibir merahnya. "kenapa berpakaian seperti ini honey.? dan jangan mengikat rambutmu seperti ini.? ada banyak dokter pria di sini, dan itu akan menjadi pusat perhatian mereka, aku tak suka istriku yang cantik ini di lirik oleh pria lain.".. "hais,,, pikiranmu selalu yang aneh-aneh sayang. mana mungkin mereka menyukaiku sedangkan aku sendiri telah memiliki suami yang ganteng sepertimu." kata Viola yang sengaja membuat hati Louise tenang.. Louise tersenyum dan kembali mencium bibir istrinya.
pukul sembilan akan ada meeting honey, kamu akan ikut metting bersamaku nanti.".. kenapa aku harus ikut.? bukankah kamu CEO di rumah sakit ini.?".. kamu akan tahu nanti." jawab Louise...
Ayuk kita segera ke ruang metting sekarang. Louise dan Viola berjalan ke ruang metting dan di dalam ruang metting telah berkumpul kepala bagian unit bedah, jantung, Radiologi, Kandungan, anak dan lain-lain.
Louise masuk dan di ikuti Viola dari belakang, Louise mempersilahkan Viola untuk duduk di dekatnya, semua memperhatikan Viola, bahkan semua peserta yang ikut metting mengenal Viola terutama Charlos. charlos terus menerus memperhatikan Viola, dan Louise melihat hal itu. "hm,,, metting kita mulai." tatapan Charlos berpindah ke Louise. Dan Louise sengaja melakukan itu agar Charlos tak berlama-lama menatap istrinya.
metting selesai, mereka semua kembali bekerja seperti biasa, Louise berjalan bersama Viola kembali ke ruangannya. "aku butuh penjelasan, kenapa tidak memberitahuku sebelumnya, jika jabatan ku wakil CEO di rumah sakit ini.?".. Louise melihat ke arah Viola, Louise tahu Viola akan marah karena dia belum memberitahu sejak awal.
__ADS_1
aku tidak ingin kamu terlalu capek bekerja, aku ingin kamu punya banyak waktu untukku, apa salah.?".. "setiap kata-kata mu, tidak ada yang salah Louise. Semuanya benar. hanya saja kenapa tidak memberitahuku sebelumnya, aku ini dokter, dan aku tidak bisa hanya duduk tanpa melakukan sesuatu.".. Louise berjalan ke arah Viola dan memegang tangan Viola. " kalau kamu ingin bekerja seperti dokter lain pada umum, aku akan mengijinkannya.".. setelah berbicara pada Louise, Louise menyuruh Erick untuk memanggil Charlos.
charlos tiba di ruangan Louise, dan Louise berbicara padanya agar istrinya akan mendapatkan team yang berbeda. "Charlos di rumah sakit ini akan ada penambahan team bedah, istriku team bedah 3, saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik."..
team Viola, maaf team Nyonya Viola akan mendapatkan bedah yang ringan, sisanya biar aku dan Dokter Andrew tangani."..
baiklah, atur semuanya dengan baik."..
saya permisi, kembali bekerja." charlos keluar dari ruangan tapi matanya melihat ke Viola dan Louise melihat itu.
kamu boleh bekerja, mau hari ini atau besok, terserah kamu.".. Louise mengijinkan Viola untuk bekerja seperti biasa, Louise berbicara dengan mimik wajah yang dingin. Viola tahu Louise marah, Viola hanya melihat wajah Louise yang begitu dingin.
__ADS_1
Erick, segera ke ruanganku sekarang.".. baik tuan.'.. antar lah Viola ke ruangannya sekarang, dia ingin bekerja.".. setelah mengatakan itu Louise keluar dari ruangan. Viola yang melihatnya, sedikit berlari mengejar Louise dan memegang tangannya. kamu marah.?".. Louise melepaskan tangannya dengan pelan dan melihat wajah Viola "pergilah, itu sudah jadi tugas kamu kan sebagai dokter.".. Louise berbalik dan pergi dari Viola. Viola hanya melihatnya dan dia tahu Louise sedang marah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...