
Viola telah bersiap ke rumah sakit, hari ini Viola sengaja datang lebih awal, karna ingin mencari Lisa, Lisa tidak kelihatan setelah acara Anniversary rumah sakit di hotel xanders, Viola sudah sering menghubungi Lisa tapi handphone nya tidak aktif.
"mommy,, aku ke rumah sakit sekarang, ada hal penting yang harus Viola kerjakan." alasan Viola pada sang Mommy.
"sarapan dulu Vio.?"
"Vio, sarapan di rumah sakit mommy."
"baiklah, hati-hati di jalan"
"ya mommy"
Viola berangkat kerja dengan buru-buru, setelah sampai rumah sakit, Viola berjalan ke ruangan Lisa, saat sampai di sana Lisa tidak ada, bahkan ruangannya masih gelap tak ada orang. akhirnya Viola bertanya pada perawat yang sering bersama Lisa.
"sus, dokter Lisa kemana ya.? sudah berapa hari ini aku tidak melihatnya."
"dokter Lisa sudah mengundurkan diri sejak 2 hari lalu dok." ucap suster...
Viola kaget, seakan tidak percaya karna Lisa tidak memberitahu Viola sama sekali. Viola berjalan ke ruang HRD.
"selamat pagi Fika.! maaf menganggu sebentar."
"bagaimana dok Viola."
"apa benar dokter Lisa sudah resign dari rumah sakit ini.?"
"iya, benar dok. sudah 2 hari dokter Lisa mengundurkan diri."
"OOO,,, makasi informasinya Fika."
"sama-sama dok"
Viola berjalan kembali ke ruangannya, Viola terus berpikir, kenapa Lisa tidak memberitahu dia kalau sudah berhenti dari rumah sakit ini. Viola segera kembali ke ruangannya dan bertemu dengan Charlos.
"Dok,,, apa hari ini ada jadwal operasi.?"
"iya Viola, jam 9 kita ada jadwal operasi"
"baiklah dok."
"kenapa Viola, apa ada masalah.?"
"tidak dok, hanya saja aku mau ijin sebentar siang."
"mau ke mana.?"
"mau kerumah Lisa."
"baiklah, ini operasi ringan, kurang lebih 1 jam selesai, kamu boleh pergi"
__ADS_1
"makasi dok."
"apa mau di antar."
"mmmm,,, aku sendiri saja dok."
"ya sudah, ayok kita siap-siap"
"baik Dok."
selesai operasi tepat waktu, Viola pamit pada Charlos dan bergegas ke rumah Lisa. sampailah Viola di rumah Lisa.
"selamat siang, apa Lisa ada.?"
"nona Lisa dan tuan besar sedang berangkat."
"sejak kapan.?"
"2 hari yang lalu"
"Lisa sulit di hubungi, apa boleh saya meminta nomor yang lain, yang bisa di hubungi.?"
"Maaf nona, kami tidak bisa beritahu, karna tuan besar melarangnya."
"baiklah kalau begitu, saya permisi"
Viola tiba di rumah sakit, karna terus memikirkan tentang Lisa, Viola tidak sengaja menabrak suster yang membawa obat-obatan buat pasien, obat jatuh berhamburan di lantai, karna kejadian tersebut akhirnya menarik perhatian semua orang yang berada di dekat situ.
"maafkan aku, aku tidak sengaja."
"iya Dok, tidak apa-apa."
Viola membantu membersihkan obat-obatan yang jatuh di lantai, saat membersihkan tiba-tiba ada yang berdiri di samping Viola, Viola menatap sepatu hitam mengkilap hingga beralih menatap wajah tampan sang pemilik rumah sakit.
"kalian tidak becus saat bekerja" marah sang Presdir di depan pasien dan dokter serta perawat yang berada di dekat situ.
"gunakan mata dan kaki kalian saat berjalan"
"akibat ulah kalian berdua, obat-obatan jatuh dan berhamburan di mana-mana, kalian tahu, banyak pasien yang membutuhkan obat-obatan ini."
"maaf tuan, ini salahku, bukan salahnya."
Viola meminta maaf pada Presdir, Presdir menatap Viola dengan tatapan dingin bahkan sorot mata yang begitu tajam, Viola tak berani menatapnya, akhirnya Viola menunduk.
"kalian berdua ikut ke ruangan saya sekarang."
"tapi tuan, ini bukan salah dia, tapi ini semua salahku, yang menabraknya terlebih dahulu"
"ikut ke ruanganku."
__ADS_1
"kamu tidak usah takut, kembalilah bekerja" Viola menyuruh suster kembali bekerja, dan dia mengikuti Presdir ke ruangannya.
Viola masuk ke ruangan Presdir dengan perasaan cemas, karna selama ini dia tidak pernah membuat kesalahan selama bekerja.
"Erick, buat surat peringatan buat dokter Viola."
Erick melihat ke arah Presdir, seakan tidak percaya apa yang di dengarnya itu.
"baik tuan."
Viola hanya duduk diam di kursi sambil menunggu surat yang di buat Erick, Louise terus melihat Viola, Viola hanya menundukkan kepalanya dan memainkan kukunya.
tiba-tiba pintu ruangan Presdir dibuka dengan kasar, charlos menerobos masuk tanpa mengetuk pintu. Berita tentang Viola yang di marahi presdir tersebar dengan cepat hingga sampai di telinga Charlos.
charlos begitu mendengar kabar tentang Viola yang di marahi presdir, dia segera berlari ke ruangan Presdir, untuk menemui Viola sekaligus melindungi Viola dari amukan sang Presdir, karna Charlos tahu Presdir akan memarahi Viola habis-habisan.
"kamu baik-baik saja Vio"
"iya, aku tidak apa-apa"
Louise semakin terbakar api cemburu karna melihat Charlos memegang tangan Viola, bahkan mencemaskan viola.
"Louise, tolong maafkan Viola." ucap Charlos.
"aturan rumah sakit tidak bisa di langgar, kamu tahu sendiri aturannya seperti itu.! dan jangan membela orang yang salah."
Viola, sengaja memegang tangan Charlos dengan lembut dan berbicara sedikit manja padanya.
"Charlos,,, aku tidak apa-apa, tidak usah mencemaskan aku" Viola tersenyum manis pada Charlos..
"biar bagaimanapun aku tetap mencemaskan mu" Charlos mengusap rambut Viola yang panjang di depan Louise, Louise semakin marah, wajahnya semakin merah, tangannya di kepal dengan kuat hingga terlihat memerah.
Erick masuk membawa surat peringatan buat Viola.
"dokter Viola, ini surat peringatan untuk anda"
Viola menerima surat tersebut dan membacanya, Charlos melihat wajah Viola dengan perasaan yang campur aduk.
"Charlos, ayok kita kembali ke ruangan."
"baiklah, kita kembali sekarang"
"Louise, kami permisi" ucap Charlos.
Louise sengaja menyibukan diri dengan membaca berkas di atas mejanya, agar tak melihat adegan romantis di depannya.
Viola,,, tunggu saja, aku akan membuatmu bertekuk lutut di depanku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1