V I O L A

V I O L A
BAB - 20


__ADS_3

Seminggu kemudian acara Resepsi Pernikahan Louise dan Viola di adakan, orang tua Viola bahkan telah datang ke Paris, tamu undangan dari semua kalangan hadir, para wartawan turut hadir di sana.


acara berlangsung di hotel terkenal dan mewah di kota Paris, Louise dan orang tuanya sedang menyambut para tamu undangan sedangkan Viola masih berada di kamar karena di make-up.. karena tidak sabar melihat Viola, Louise menelfon nya dan menyuruh Viola untuk segera turun ke lantai bawah.. "segeralah turun, tamu undangan telah banyak dan mereka menanyakan tentang dirimu.".. iya Louise, aku sudah selesai dan sekarang berjalan turun ke bawah.".. aku menunggumu."kata Louise.. Viola hanya tersenyum dan menutup telponnya.


tiba di lantai bawah, semua mata memandang ke arah Viola dan benar saja, Viola terlihat sangat cantik, Louise bahkan melihatnya tanpa berkedip.."awas mata kamu lepas, hahaha" kata mama.. sana jemput istrimu." ucap mama... Louise segera menjemput istrinya di depan lift dan segera bergabung bersama tamu undangan.. Louise memperkenalkan istrinya pada teman-temannya bahkan koleganya.


viola masih setia berdiri di samping Louise untuk menyapa tamu undangan. Louise selalu mengandeng tangan Viola. "kamu capek.? jika capek, istirahatlah dulu.".. kakiku agak sedikit sakit Louise.".. Louise merasa kasian pada Viola dan menyuruhnya untuk duduk. tak lama kemudian papa menyuruh Louise untuk memperkenalkan istrinya pada publik, dan para wartawan yang telah berkumpul segera meliput berita bahagia itu.


acara selesai, Louise dan Viola kembali ke kamar hotel, Viola membuka heel yang di pakainya dan benar saja, kakinya lecet dan Louise melihatnya segera menelepon Erick membawakan salep untuk kaki Viola.

__ADS_1


"Louise aku mau berganti pakaian, bisakah kamu keluar sebentar.? kata Viola.. kenapa harus keluar.? apa kamu lupa, jika aku telah melihat semua yang ada pada tubuhmu.?' ucap Louise... tapi aku malu." Viola berkata dengan menundukkan kepalanya karena malu.. Louise tersenyum mendengar ucapan Viola. baiklah, aku akan membalikan badanku dan kamu boleh berganti pakaian." Louise membalikan badannya.


ternyata viola susah membuka Gaun pengantin yang di pakainya sehingga Vio meminta tolong pada Louise untuk membukanya. "mm,, Louise, bisa tolong bukakan res di belakangku, aku susah membukanya." ucap Vio dengan sedikit malu-malu.. Louise membalikan badannya dan melihat wajah Viola, Louise tersenyum. "ya, baliklah badanmu, aku akan membukanya."


Louise membuka res baju yang di pakai Viola, hingga menampilkan kulit putih Viola yang begitu mulus serta halus dan lembut, Louise tanpa sadar mengecup bahu Viola dan memeluknya dari belakang dan berkata " aku mencintaimu Viola." Viola yang mendengarkan kata yang di ucapkan Louise seketika berbalik dan menatap wajah Louise. "apa aku tidak salah mendengarnya.?" ucap Viola dengan menatap wajah Louise. "ya, itu benar Viola..aku mencintaimu." Louise memeluk Viola, dan Viola hanya tersenyum saat di peluk Louise. "sudah Louise, lepaskan pelukannya, aku mau ganti pakaian dan membersihkan diriku, aku gerah gunakan gaun ini." Louise melepaskan pelukannya dan kemudian mengecup kening Viola.. "baiklah." Louise tersenyum.


Viola telah membersihkan dirinya dan Louise pun sama membersihkan dirinya setelah Viola keluar dari kamar mandi. Louise melihat Viola telah tertidur, dia pun bergabung bersama Viola dan memeluknya dari belakang, mereka sama-sama tertidur karena kelelahan.


"louise bangunlah, aku lapar." ucap Viola.. bersihkan dirimu dan bersiaplah kita turun ke bawah untuk sarapan, tapi sebelumnya berikan aku Morning Kiss, setiap pagi, wajib kamu lakukan untukku Viola." Viola menatap wajah Louise dengan malu-malu. " aku mandi lebih dulu" Viola berlari ke kamar mandi dan Louise tertawa melihatnya.

__ADS_1


Louise dan Viola bersiap untuk turun ke Resto hotel, sebelum keluar dari kamar, Louise menarik Viola ke dalam pelukannya "mana morning kiss untukku.?" kata Louise. dengan malu-malu Viola mengecup bibir Louise, saat akan lepas, louise menahan pinggang Viola semakin erat dan mengecupnya lebih lama lagi. Viola mendorong Louise karena merasa sulit untuk bernapas dan wajahnya terlihat memerah karena malu.


Louise dan Viola sarapan pagi di resto hotel, orang tua Louise maupun viola telah sarapan sejak jam 7 pagi.. Viola makan sambil menatap Louise dengan malu, Louise yang melihat tingkah Viola saat di depannya hanya tersenyum. "Louise, besok kita kembali ke London kan.?" Viola ingin memastikan jika mereka akan segera kembali ke London. "kamu masih kurang yakin padaku Viola.?".. bukan, bukan begitu Louise, aku hanya memastikan saja.".. kita akan kembali ke London tapi tidak besok ya, dua hari lagi kita akan ke sana, aku masih ada urusan di sini.".. baiklah." jawab Viola dengan senyuman. habiskan makananmu, aku ingin membawamu jalan-jalan.".. benarkah Louise.?" tanya Viola dengan senangnya.. "ya"..


Setelah sarapan Mereka berdua jalan mengelilingi kota Paris, Louise selalu mengandeng tangan Viola, dan mengajak viola ke tempat-tempat yang romantis. kamu senang.?" tanya Louise.. sangat senang sekali, terimakasih sudah mengajakku keliling kota Paris.".. untuk istriku kenapa tidak.!" ucap Louise sambil mencubit hidung Viola yang mancung.. Viola tersenyum dan memukul pelan lengan Louise. kita pulang ya, hari sudah semakin sore."... ya Louise.".. akhirnya mereka berdua kembali ke hotel.


sampai di hotel, kamu mandilah lebih dulu, aku mau telpon Erick sebentar.".. Viola hanya menganggukkan kepalanya dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.. Erick, besok usahakan semua urusan kita sudah selesai di Paris, dua hari lagi kita sudah harus kembali ke London.".. hari ini urusan kita sudah selesai tuan." jawab erick.. baguslah, kalau begitu, besok segera urus keberangkatannya kita ke London, untuk mertuaku apa semua sudah kamu siapkan, besok pagi mereka akan ke Indonesia.?" tanya Louise...sudah tuan, semua sudah beres.".. baiklah, aku tutup telponnya.".. Louise menutup telponnya, bersamaan dengan Viola keluar dari kamar mandi.


kamu tidak mandi Louise.?".. aku mau kamu mandikan.".. Louise sengaja mengerjai Viola, karena wajahnya akan terlihat memerah.. aku becanda Vio, baiklah aku mandi dulu ya." Louise mengecup kening Viola dan berjalan ke kamar mandi.. Viola hanya tersenyum dan terus melihat Louise.

__ADS_1


sambil menunggu Louise Viola berbaring di tempat tidur dan mengecek handphone nya, setelah menikah dengan Louise, Viola bahkan jarang memegang handphone nya, Thomas tidak pernah lagi menghubunginya karena Louise sudah Menganti nomor handphone Viola, yang tahu nomornya hanya Louise. setelah mengecek handphone nya, Viola tertidur. Louise melihat viola tertidur hanya tersenyum, dia berjalan ke arah Viola dan menutupnya dengan selimut lalu mencium bibir viola dan berkata " I Love U my Wife".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2