V I O L A

V I O L A
BAB - 29


__ADS_3

Louise belum mengetahui, jika Viola telah pergi dari mansion. sesampainya di mansion, Louise naik ke kamar dan melihat Viola tidak berada di sana, Louise mandi dan berganti pakaian setelah itu turun ke ruang kerjanya.


Louise kerja di ruangan nya hingga pukul 12 malam, setelah selesai mengecek laporannya Louise naik ke kamar dan tidak menemukan Viola.


Louise menelfon Viola, tidak tersambung dan sedang berada di luar jangkauan, setelah di lihatnya handphone viola sedang di cas, di samping tempat tidur.


Louise turun ke lantai bawah dan bertanya pada maid " Nyonya kalian di mana.? apa sejak tadi belum pulang dari rumah sakit.?" tanya Louise..


"Nyonya keluar sejak pagi, dan tidak membawa mobilnya tuan." Louise mengerutkan keningnya. "tidak membawa mobil.?" gumam Louise, Louise berjalan ke ruang Cctv untuk mengecek kebenarannya. setelah di lihat, ternyata benar, Viola pergi mengunakan taksi dan tidak membawa mobil.


Louise menelfon ke rumah sakit berharap Viola mengangkat telepon nya, setelah di hubungi beberapa kali tidak di angkat telpon nya.


Louise terlihat semakin bingung, Louise menelfon Charlos dan ingin menanyakan tentang Viola, tapi telfon tidak di angkat, Louise semakin panik. berulang kali dia menelepon Charlos akhirnya Charlos mengangkat nya " hallo louise...'..


"kamu dari mana, kenapa baru di angkat telponnya.?" tanya Louise dengan sedikit emosi karena berulang kali Louise menelfonnya, dan Charlos baru saja mengangkatnya.


"wow, jangan marah bro, aku baru saja selesai mandi.' ada apa.?" tanya Charlos..


"viola sejak pagi keluar dari rumah, dan belum pulang sampai saat ini, bahkan dia tidak membawa mobilnya, apa kamu melihatnya di rumah sakit.?." tanya Louise..


"Viola sejak pagi tadi tidak berada di rumah sakit, aku mencari di ruangannya tapi kata asisten lilis, Viola tidak datang dan tidak memberi kabar padanya sejak pagi, biasanya Viola akan memberi kabar, jika dia tidak bisa datang atau datang agak telat." kata Charlos...


"Viola tidak berbicara sesuatu padamu Charlos.?" tanya Louise..


"ada, Viola berbicara tentangmu, tentangmu yang suka masuk club' duduk dengan wanita malam, dan bermesraan, pulang dalam keadaan mabuk. semua Viola ceritakan padaku dan satu lagi, sepertinya dia telah mengetahui wanita mu yang bernama Nicky." ucap Charlos..


Louise hanya mendengar tanpa berkata-kata..


"Oya, Viola telah mengetahui jika Nicky bekerja padamu. Louise, jika kamu tidak mencintai Viola, bicaralah dengannya, jangan membuatnya sakit hati karena ulah mu.!! Viola wanita yang baik yang pernah aku kenal, tidak pernah mengeluh dalam hal apapun, selalu tersenyum pada siapapun yang pastinya, dia jauh lebih cantik dari Nicky. Berpisah denganmu tidak akan membuatkan semakin hancur, bahkan akan ada banyak pria yang mampu membahagiakan Viola.." kata Charlos..


setelah mendengar semua kata-kata Charlos, Louise mematikan telponnya dan berteriak sekencang-kencangnya karena amarah yang memuncak.


Louise menelfon Erick untuk mengecek keberadaan Viola lewat Cctv di dalam kota, Erick meretes dan mengeceknya, terlihat terakhir kalinya viola masuk ke dalam supermaket dan setelah itu Viola menghilang.


"tuan,, Nyonya Viola mengunakan taksi turun di supermarket dekat taman hiburan."


"besok pagi segeralah cari di sana, dan berikan informasi secepatnya." .. baik tuan...


Louise naik ke kamar dan mengecek seluruh pakaian Viola dan barang-barang Viola, ternyata semua masih lengkap pada tempatnya, bahkan Viola tidak membawa dompet dan kartu yang di berikan Louise padanya.


Viola tidak membawa apapun, Louise semakin cemas dan memikirkan Viola. "akibat perbuatanku, Viola pergi meninggalkanku. aku bodoh, benar-benar bodoh." Louise menarik rambutnya akibat stres memikirkan Viola..


*

__ADS_1


sementara di tempat lain, di sebuah desa terpencil yang berada di Skotlandia, Viola hidup seorang diri, dia bahkan tidak mengenal siapapun di desa itu.. Viola menginap pada keluarga Scott yang baru di kenalnya sejak di kereta api..


Viola menginap hanya sementara saja di sana, sampai dia menemukan rumah untuk disewa nya. keluarga Scott sangat senang Viola bisa Tinggal bersama mereka, karena keluarga Scott tidak mempunyai anak..


"Hanna, tidurlah di kamar ini, dan anggap saja rumah sendiri.".. kata nyonya Scott..


Hanna tersenyum dan berkata "Terimakasih banyak Nyonya."..


"jangan memanggilku nyonya, panggil saja Merry."..


"aku akan memanggil dengan sebutan mama Merry." ucap Hanna dengan senyuman..


"Terimakasih sayang, aku senang mendengarnya." mama Merry memeluk Hanna (Viola).


tidak terasa sudah 5 bulan Viola pergi dari kehidupan Louise, Viola bahkan telah melupakan rasa sakit yang dia rasakan saat bersama Louise. Viola mulai membuka lembaran baru dengan hidup yang baru.


"Hanna.. bersiaplah, sudah waktunya untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit.." kata mama Merry...


"iya mama, Hanna sudah siap, ayok kita jalan.".. selama masa kehamilannya, Hanna (Viola) tidak mengalami mual muntah, ataupun mengidam.. Hanna menikmati masa-masa kehamilannya dengan hati yang senang. dia bahkan tidak mau mengingat ayah dari si cabang bayi yang ada di perutnya. Dia tidak ingin stres karna akan mempengaruhi bayi dalam perut.


bayinya sehat di dalam sana, jangan melakukan aktifitas yang berat ya, dan makan makanan yang sehat dan bergizi, agar bayi dalam perut semakin sehat. "iya Dok.".. jawab Hanna..


Hanna tersenyum saat melihat bayi dalam perut, sedang aktif bergerak, begitupun dengan mama Merry, sangat senang melihatnya. "ini vitaminnya, jangan lupa di minum ya, bulan depan cek lagi kondisinya." kata dokter...


Hanna,, kita ke pasar,, mama ingin membeli ikan dan daging buatMU." kata mama merry.. "mama tidak perlu repot-repot, di rumah masih ada ikan dan daging di kulkas, kita habiskan dulu, nanti beli lagi."..


"tidak apa-apa sayang, mama stok saja di kulkas, biar kamu tiap hari bisa memasak dan memakannya." ucap mama Merry..


"terserah mama saja." Hanna tersenyum..


*


sementara Louise, jangan di tanya, dia seperti orang yang tidak terurus, bahkan penampilannya terlihat kusut saat ke kantor.


semenjak Viola pergi, hidup Louise semakin berantakan.


Awalnya Louise hanya ingin menolong Nicky dari berbagai masalah pada akhirnya dirinya terjebak.


Louise menyesal hingga selalu menyalahkan dirinya sendiri.


Louise tak henti-hentinya mencari Viola, bahkan anak buahnya sudah di sebar ke seluruh negara, untuk mencari Viola tapi jejaknya tidak di temukan sama sekali.


Louise ke rumah sakit untuk mengecek situasi rumah sakit, sejak Viola menghilang, Louise lebih sering ke rumah sakit. barang-barang Viola yang berada di ruangan itu masih tertata dengan rapih.

__ADS_1


Louise menelfon Charlos untuk segera ke ruangannya "Charlos, segera ke ruanganku sekarang."...


"ada apa memanggil ku, aku masih punya banyak kerjaan." kata Charlos...


charlos melihat Louise merasa kasian, bagaimana tidak, Louise terlihat tidak terurus sama sekali.


"aku sudah mencari Viola di semua tempat, tapi belum juga menemukannya. Entah di mana dia sekarang." ucap Louise..


"cobalah ke rumah Lisa, tanyakan ke dia. Siapa tahu Lisa mengetahui di mana Viola."...


" Lisa.? berikan alamatnya, aku akan ke rumahnya sekarang."...


charlos memberikan alamat Lisa, dan Louise segera ke rumah Lisa. Louise tiba di sana, di saat Lisa sedang memberi makan pada anaknya.


"nyonya, ada tamu di luar sedang mencari nyonya." ucap maid..


"siapa.?" tanya Lisa...


"dia menyebutnya Louise Nyonya."


"Louise, suruh masuk." kata Lisa...


Louise masuk dan di persilahkan duduk oleh Lisa, Lisa melihat Louise merasa kasian, tapi semua sudah terjadi. Louise harus menerimanya.


"apa ada yang bisa saya bantu tuan Louise.?" tanya Lisa..


"aku ingin tahu di mana Viola." kata Louise..


"Viola tidak berada di sini, dan saya tidak tahu di mana dia berada, terakhir dia ke rumah sekitar 5 atau 6 bulan yang lalu." kata Lisa..


"kamu tidak menyembunyikan sesuatu padaku kan.?" tanya Louise...


"hahaha,,, saya tidak menyembunyikan apapun pada anda tuan Louise. Bahkan kepergian istri anda bukan kesalahan saya. saya akan menunjukan sesuatu pada anda dan saya pun tidak mengetahui siapa yang mengirim handphone itu padaku, tunggu sebentar saya mengambil nya." Lisa mengambil handphone dan memberikannya pada Louise "lihatlah hingga selesai."


Louise mengambil handphone dan melihat video, Louise bahkan tidak percaya jika dia melakukannya bersama Nicky..


"Lisa, aku bahkan tidak berbuat jauh padanya. dia mencium ku lebih dulu, bahkan dia sendiri yang naik di pangkuanku, dan aku yakin ini pasti rencana jahatnya untuk menjebak ku." kata Louise..


"aku tidak tahu apa motifnya, cari tahu saja lebih dulu, baru ambil keputusan. karena yang aku lihat, Viola pasti menahan rasa sakit di dadanya, aku tahu dia seperti apa, dia mudah memberikan senyum pada siapapun, hanya untuk menutup hatinya yang terluka."


setelah mendengar kata-kata Lisa, Louise pamit pulang.


"aku permisi.."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2