V I O L A

V I O L A
BAB - 21


__ADS_3

hari berlalu, waktunya untuk Viola dan Louise kembali ke London.. Vio, apa semua sudah di siapkan sayang.?" kata mama mertuanya...


Vio tak perlu membawa barang yang banyak mama, karena di sana sudah tersedia semuanya." jawab Louise...


hais, mama bertanya pada Viola, kenapa kamu yang menjawabnya.".. Viola tersenyum mendengar Omelan mama mertuanya pada Louise.


"Vio hanya membawa perlengkapan makeup saja mama, karena di sana Viola tidak punya peralatan makeup, kalau untuk pakaian semua sudah di siapkan Louise."..


baiklah, jika sudah sampai jangan lupa kabari mama ya sayang."..


ya mama, Viola akan kabari mama dan papa.".. Louise hanya mendengar percakapan Viola dan mama.


mereka berdua pamit dan segera ke bandara, selama perjalanan Louise selalu menggenggam tangan Viola bahkan turun dari mobil dan naik ke pesawat pun tetap di pegang erat oleh Louise.. 'louise, bisakah tanganku di lepas.? kamu memegangnya sejak tadi.".. biarkan seperti ini Viola."..

__ADS_1


tapi aku ingin bergerak bebas." kata Viola.. oke" jawab Louise..


Dalam pesawat Viola tertidur hingga tiba di London, Louise membangunkan Viola karena mereka telah tiba di London. "Vio, bangunlah kita sudah tiba di London.".. Viola bangun dan berjalan turun dari pesawat bersama Louise.


selama perjalanan, Viola hanya berdiam dan melihat pemandangan dari jendela mobil hingga tiba di mansion..


kamu istirahatlah, aku akan ke kantor sebentar, setelah semua urusan kantor selesai aku akan pulang.. kapan kita ke rumah sakit Louise.?" tidak sekarang Vio, kamu istirahat dulu hari ini, dan aku pasti akan membawamu ke sana.. "baiklah, aku ke kamar ya." sebelum pergi Louise mencium kening istrinya dan juga bibir merahnya.. Viola tersenyum dan hal itu membuat pipinya merah merona..


Viola naik ke kamar setelah Louise pergi ke kantornya, Louise menyempatkan diri ke rumah sakit karena dia ingin membuat surprise buat istrinya. Louise berniat untuk menjadikan istrinya sebagai wakil CEO di rumah sakit, agar Viola selalu berdekatan dengannya dan tak perlu melakukan pekerjaan yang sulit apalagi harus bertemu dengan Dokter pria setiap harinya.


Louise pulang dari kantor melihat Viola yang sudah tertidur di kasur, Louise membersihkan dirinya dan setelah itu ikut bergabung bersama Viola, Louise mencium viola dan memeluknya hingga terlelap dalam tidurnya.


sore harinya Viola bangun dan melihat Louise tertidur di sebelahnya sambil memeluk Viola, Vio mencium bibir Louise dan berkata.. "i love u Louise" Louise mendengarnya dan segera membuka matanya, Viola melihat pergerakan mata Louise, tiba-tiba Viola menutup matanya. "jangan menutup matamu honey, aku telah mendengarnya." ucap Louise dengan senyuman.. Louise semakin memeluk erat Viola, Viola membuka matanya dan mereka sama-sama saling bertatapan.

__ADS_1


Louise mendekatkan bibirnya dan mencium bibir viola, awalnya hanya sebuah ciuman biasa, lama-lama berubah menjadi ciuman yang luar biasa..


Louise bahkan tak bisa menahan lagi hasratnya, di saat bibirnya Louise mulai menciumi Viola, tangannya tak tinggal diam. tangannya mulai membuka kancing piyama yang di pakai Viola.


mereka bergulat dengan liarnya, kasur terlihat berantakan dan Louise bermain kuda-kudaan bersama Viola dengan berbagai gaya dan berulang kali.


Louise tumbang di samping Viola, dia memeluknya dan mencium Viola, Louise mengatur napasnya dan berkata " bolehkah aku melakukannya lagi dan lagi.?"... viola melihat wajah Louise "aku capek Louise tiga jam kamu melakukannya tanpa henti." Viola lalu mengecup bibir Louise.. "aku lapar Louise, ku ingin makan.".. Louise melihat jam dan benar saja, sudah waktunya untuk makan malam, Louise melakukan kegiatan biologisnya sejak sore tadi dan hampir saja dia melewatkan makan malam.


tapi setelah itu kita boleh melakukannya lagi kan.?".. Viola tersenyum mendengar pertanyaan dari suaminya.. "iya boleh, semua yang ada padaku adalah milik mu seutuhnya, kamu boleh melakukannya sesuka hatimu.".. Louise kembali mencium bibir viola.. "i love u baby"... "i love u to"


mereka membersihkan diri bersama-sama di kamar mandi, dan tanpa melakukan adegan dewasa di dalam. setelah berganti pakaian Louise dan Viola turun ke lantai bawah untuk makan malam.. makan malam selesai Louise mengajak Viola untuk duduk bersantai di ruang tengah, di mana ruangan itu menjadi tempat favorit Louise, selain bersantai ruangan itu terhubung dengan taman dan kolam yang berada di sampingnya.


mereka menonton dan sambil berbincang-bincang hangat di ruangan itu "Louise, kapan aku mulai kerja.? aku bosan jika hanya di rumah saja.".. bolehkah nama panggilanku di rubah sayang.?" kata louise.. aku harus memanggil apa.?".. terserah kamu tapi yang pastinya tidak boleh memanggil namaku begitu saja.. Viola nampak berpikir untuk memilih panggilan yang cocok untuk suaminya. sayang saja ya.?".. terserah kamu baby, yang penting jangan memanggil namaku." Louise berkata dan tersenyum pada Viola.

__ADS_1


tak berapa lama, Viola tertidur di paha Louise, Louise hanya tersenyum melihat istrinya tertidur dan mengelus pipi Viola dengan lembut. Louise mengangkatnya dan membawa Viola ke kamar mereka, Louise mencium kening dan tidur memeluk Viola hingga pagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2