
Louise dan Viola Tiba di mansion, mereka di sambut kepala pelayan dan maid, sejak turun dari mobil, Louise selalu mengandeng tangan Viola, Louise bahkan tidak mau melepaskannya.
Louise berjalan masuk ke dalam mansion dan memperhatikan seisi mansion "Kenapa mansion begitu sepi.? mama dan papa kemana.?" Louise menanyakan keberadaan orang tuanya karna mama dan papanya tahu Louise akan datang hari ini.
"Tuan dan Nyonya berada di ruang keluarga, dan sedang menunggu Tuan Muda di sana." kata Cimo kepala pelayan di mansion. "baiklah, aku akan ke sana bersama istri ku.! Oya cimo, ini istri ku, jika dia butuh sesuatu tolong di layani." kata Louise.. "baik Tuan Muda".. Louise mengajak Viola ke ruang keluarga di mana orang tua Louise sedang menunggu.
"Hallo Mama Papa" Louise menyapa kedua orang tuanya yang sedang duduk bersantai dan bercerita di ruang itu.. "Hai sayang, kamu sudah datang.? wah,, ini pasti istri kamu, ya kan.? dia sangat cantik sekali." kata mama Louise yang kagum dengan penampilan dan kecantikan istri Louise.. "iya ma, Viola istri ku.".. "nama yang cantik seperti orangnya".. Viola hanya tersenyum dan Malu saat di puji Mama Mertuanya.. "ayok duduk sayang, jangan berdiri terus dan itu tangan, jangan di pegang terus Louise, di lepaskan saja, Viola bukan anak kecil yang harus di pegang tangannya." Viola tertawa kecil dan papa Louise juga tertawa mendengar ucapan dari mama..
Ini kue buat mama" kata Louise.. "terimakasih sudah belikan mama kue, kamu mau mencobanya Viola.? kue ini sangat enak sekali.".. "iya, Vio mau kuenya Tante." ucap Viola... mama dan papa Louise saling memandang dan merasa heran dengan sebutan Viola untuk mereka berdua.. "jangan panggil Tante, tapi panggil mama dan papa, karna Louise memanggil kami dengan sebutan itu." kata mama... "i iya mama" Viola sambil tersenyum..."ya sudah, sekarang kita ke dapur potong kuenya yuk." mama dan Viola berjalan ke dapur, sedangkan Louise terus memperhatikan interaksi mama dan Viola.
saat mama dan Viola berjalan ke dapur Louise berdiri dan ingin mengikuti Viola dari belakang, "kamu mau kemana.?" tanya papa.. "mau ikut Viola ke dapur sama mama.".. "duduklah dulu" perintah papa.. papa memanggil Louise dan menyuruhnya untuk tetap duduk di kursi karna ada yang mau di bicarakan sama papa nya.
Ada yang mau di jelaskan ke papa.?" Louise sudah tahu jika papanya akan bertanya tentang Viola dan pernikahan mereka. "seperti yang papa lihat, aku sudah menikah dengan wanita yang aku cinta." sejak kapan Louise.? apa karena Viola kamu memutuskan pertunangan dengan Miranda.?".. "iya, aku mencintainya sebelum bertunangan dengan Miranda. dan aku tidak pernah mencintai Miranda sedikitpun. dia hanya aku anggap sebagai adik ku dan tidak lebih."..
"hah,,, sudahlah terserah kamu saja, itu keputusanmu dan ingat satu hal, jangan pernah main-main dalam pernikahan, karena papa tidak suka dengan hal itu, dan jangan pernah melakukan hal yang aneh-aneh, Ingat menikah sekali seumur hidup."..
__ADS_1
"Louise akan terus bersama Viola, tidak ada yang bisa memisahkan dia dari ku."... "baiklah, kita ke mama dan Viola sekarang." papa dan Louise berjalan ke ruang makan, karena mama dan Viola sedang menyantap kue di sana.
Louise, mama dan papa berencana akan mengadakan pesta pernikahan kalian.? tanya mama.. "terserah saja mama, tapi tanyakan dulu sama Viola." Viola yang mendengar namanya di sebut hanya tersenyum dan tidak tahu harus menjawab apa karena dia binggung dengan hal-hal seperti itu. "kamu tidak usah bingung sayang, nanti mama yang atur semuanya." kata mama pada Viola.. "Vio, ikut mama saja"... baiklah nanti mama dan papa yang mengaturnya ya." Mama tersenyum dan memegang tangan anak mantunya.
ya sudah,,, kalian naiklah ke kamar dan beristirahat, Viola terlihat begitu capek ".. Viola tersenyum ke mama mertua.. "ayok sayang kita naik ke kamar" Louise memegang tangan istrinya dan naik ke kamarnya.. "mereka so sweet banget papa" ucap mama yang merasa bahagia melihat anaknya mendapatkan wanita yang sangat di cintai nya.. "papa juga bisa kok seperti itu" papa tersenyum genit ke mama, dan mama hanya tertawa. "papa sudah menyiapkan semuanya.?".. "semuanya sudah beres mama, sebentar akan papa beritahu setelah kita makan malam.".. baiklah sayang..
Viola, mandi lah lebih dulu, setelah itu istirahat. aku mau menelfon Erick, ada yang harus aku bicarakan.".. "iya Louise "... Viola membersihkan dirinya di kamar mandi, setelah membersihkan diri dia beristirahat karena memang Viola sangat lelah dan butuh istirahat.
Viola terbangun karena merasa lapar, bahkan dia telah melewatkan makan malamnya. Louise sengaja tidak membangunkannya karena melihat Viola tidur dengan nyenyak.
kamu sudah bangun, Viola menoleh ke samping dan melihat Louise sedang berbaring di sampingnya dan memeluknya. Viola kaget dan melepaskan tangan Louise dengan kasar. "kenapa tidur di sini, ini kamarku, kamu tidur di kamar yang lain." ucap Viola.. "kenapa aku harus tidur di kamar yang lain. ini kamarku, dan kamu istriku. apa kamu lupa kalau kita baru saja menikah Viola.?" Louise berkata sambil tersenyum karena merasa lucu dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Viola. Viola memalingkan wajahnya, viola bangun, merapikan bajunya dan bersiap untuk makan malam. "ayok turunlah ke bawah, aku lapar" Viola berkata sedikit manja pada Louise dan Louise tersenyum melihat wajah Viola yang sangat mengemaskan.. "baiklah, ayok kita turun, aku juga lapar."
" sudah tuan muda, Tuan besar dan Nyonya sudah selesai makan malam, Tuan besar sengaja tidak menunggu Tuan Muda karena Tuan Muda sedang beristirahat bersama Nyonya Muda.".. "kalian pergi saja dulu, kalau sudah selesai nanti di panggil.".. "baik Tuan Muda, kami permisi"..
Viola memakan makanannya dengan lahap, Louise yang melihatnya hanya tersenyum.. "kenapa melihatku seperti itu.?" tanya Viola.. "memangnya kenapa jika aku melihat istriku sendiri, apa ada yang salah ?".. "hais,,, kamu menyebalkan Louise.".. "hahaha, kamu sangat mengemaskan baby.! jika sudah selesai makan, kita ke ruang keluarga sekarang, papa dan mama sedang menunggu di sana".. "iya, aku sudah selesai makan.".. Louise berjalan bersama Viola ke ruang keluarga.
__ADS_1
sudah selesai makannya.? maaf ya mama dan papa makan duluan tanpa menunggu kalian berdua, mama tidak tega membangunkan kalian, mama tahu kalian pasti sangat capek. "tidak apa-apa mama, kami baru saja selesai makan" ucap Viola.
"ada yang mau papa bicarakan sama kalian berdua.".. "apa itu papa.?".. "masalah pesta pernikahan kalian, papa dan mama telah mengatur semuanya, pesta pernikahan akan di adakan Minggu depan dan sekalian papa akan memperkenalkan menantu papa di depan publik. papa harap kamu memakluminya Louise.? kamu tidak keberatan Viola.?".. "Viola tidak keberatan sama sekali papa."..
" baiklah, besok Louise dan viola ikut mama ke butik ya, kalian harus fiting baju pengantin terlebih dahulu. dan untuk keperluan yang lain sudah di atur dengan baik, hanya tinggal fiting baju saja." ucap mama dengan senyum ke arah Viola dan Louise. "iya mama"..
Papa, mama.. apa Viola boleh bertanya.?" papa dan mama serta Louise melihat ke arah Viola.. "apa itu sayang.?" jawab Mama.. Louise merasa khawatir jika Viola memberitahu tentang semua kelakuan Louise pada mereka..
"Vio ingin bekerja setelah menikah nanti. apa boleh.?".. papa dan mama tersenyum mendengar pertanyaan dari Viola.. "kenapa tidak memberitahu suamimu sayang.?".. Viola melihat Louise dan Louise menatapnya dengan tatapan dingin.. mama melihat interaksi antara Viola dan Louise, seketika mama berkata pada Louise.. "jangan menatap menantuku dengan tatapan seperti itu Louise. apa kau melarangnya untuk bekerja.?" kata mama.. "aku tidak melarangnya, hanya saja dia belum memberitahukan perihal itu.".. Louise berbicara tapi tatapan mata selalu ke Viola.. Viola hanya menundukkan kepalanya.
kamu boleh bekerja sayang, di kantor XANDER GLOBAL ENGINEERING ya.. "mama, viola seorang dokter, mana mungkin bisa mengurus perusahaan XANDERS.".. "Oya,, wah,, mama baru tahu kalau kamu seorang dokter sayang, kalau begitu kamu di rumah sakit Medica hospital saja ya.".. Viola tersenyum dengar kata-kata mama mertuanya.. "iya ma".. papa Louise mendengar Viola seorang dokter, hanya tersenyum karena dia berharap Viola bisa mengurus rumah sakit tersebut. sedangkan Louise jangan di tanya, sejak Viola meminta ijin untuk bekerja pada orang tuanya, Louise hanya berdiam dengan wajahnya yang kaku..
kalian istirahatlah, besok kita akan fitting baju di butik langganan mama.".. "iya mama." jawab Viola.. Louise memegang tangan Viola dan membawanya ke lantai atas menuju kamarnya. sampai di kamar, Louise menyandarkan Viola di dinding dan menatap Viola dengan tatapan tajam.. "kenapa kamu tidak bicarakan padaku masalah kerja.? harusnya kamu bicarakan ke aku, bukan sama mama dan papa.? aku tidak akan mengijinkan kamu bekerja, karna kamu pasti akan bisa berduaan sama Charlos."..
"aku tidak punya perasaan apapun sama Charlos dan terserah apa katamu karena aku ingin bekerja, aku malas di rumah tanpa melakukan apapun.".. Viola mendorong Louise menjauh darinya, Louise kesal dan pergi meninggalkan Viola di kamar sendirian. Viola ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera beristirahat.
__ADS_1
sedangkan Louise pergi ke ruang kerja ayahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...