
Louise tidur satu ranjang dengan Viola, Louise tak melakukan apapun hanya sekedar memeluk Viola.
Viola bangun dari tidurnya, dan merasa perutnya sudah tak sakit lagi.. "kamu sudah bangun Vio.? apa perutmu masih Sakit.?" tanya Louise...
"perutku sudah tak sakit lagi, Louise aku ingin pulang kerumah.? besok sudah waktunya aku balik bekerja." pinta Viola dengan lembut dan tak ada lagi nada tinggi sedikitpun..
"tidak Viola, kamu akan tetap di sini, dan aku sudah buat surat pengunduran dirimu di rumah sakit Jerman.".. "LOUISE.. kamu sudah gila, aku masih ingin bekerja, kenapa kamu lakukan itu Louise" teriak Viola..
"tidak perlu berteriak Vio, aku masih di sini dan jarak kita lumayan dekat."
Viola kembali menangis, dan tak tahu harus bagaimana lagi.
"tidak usah menangis Vio, tidak ada yang perlu di sesali."
"kamu jahat Louise, apa mau mu.? kenapa kamu lakukan semua ini Louise.?. aku benci sama kamu louise" Viola terus menangis, dia tidak menyangka akan di perlakukan seperti ini oleh Louise.
"mandi dan bersiaplah, kita akan ke kantor catatan sipil sekarang."
"kenapa seperti itu Louise, kamu memaksa menikahi ku, sedangkan aku tak mau menikah dengan mu.. aku tidak mau Louise, aku tak mencintaimu, sedikitpun tidak Louise, dan jangan berharap kita menikah louise." Viola menolak ajakan louise..
__ADS_1
"kamu tidak mau.? atau kerjaan Thomas jadi taruhannya." ancam Louise pada Viola..
"kamu mengancam ku Louise.? Kenapa Thomas ikut terseret dalam rencana mu.? kamu brengsek Louise.." dan ingat satu hal aku tak takut ancaman mu Louise.. kata Viola..
Louise menelfon Erick dan mengatakan bahwa, "segera jalankan tugas untuk mengurus Thomas dan buat dia kehilangan pekerjaannya.. "Louise hentikan, aku mohon hentikan, jangan pernah libatkan Thomas dalam hal ini. baiklah aku akan ikuti semua perintah mu tapi tolong jangan buat macam-macam pada Thomas." Viola menangis dan terus menangis
hentikan tangisan mu dan bersiaplah, semua pakaianmu sudah di siapkan, aku menunggumu di lantai bawah." Viola berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Louise menelfon Erick "Erick apa semua sudah di kerjakan dengan baik.? ingat jangan ada kesalahan sedikitpun." kata Louise pada Erick.. ternyata Louise telah mengatur semuanya, bahkan orang tua Viola telah datang ke catatan sipil.
sudah tuan, semua sudah di kerjakan sesuai perintah tuan, orang tua Viola sudah berada di catatan sipil.. "baiklah" kata Louise...
pergilah mereka berdua ke kantor catatan sipil, tiba di sana, Louise mengandeng tangan Viola.. "Louise, lepaskan tanganku, aku bisa berjalan sendiri.".. bukannya di lepas, Louise malah memegangnya dengan erat.. Viola melihatnya dengan malas..
Viola di kejutkan dengan kehadiran mommy dan Daddy-nya.. mommy Daddy, kalian berada di sini.? Viola melihat ke Louise dan Louise tersenyum.. "iya sayang, mommy dan Daddy akan menjadi saksi pernikahan kalian.".. "apa semua ini telah di rencanakan Louise.? aku butuh penjelasan mu Louise.?" kata Viola.. tak ada yang perlu di jelaskan lagi Vio, sekarang duduklah dan kita mulai menanda tangani surat nikahnya..
Louise resmi memperistri Viola.. sekarang kamu resmi menjadi Nyonya XANDER. "kata Louise dengan lembut di telinga Viola.. Viola hanya melihat Louise tanpa ada senyuman dan wajah yang dingin.. Viola hanya tersenyum untuk kedua orang tuanya..
selamat ya sayang atas pernikahan kalian, mommy tidak menyangka kalau kamu akan menikah dengan Tuan Louise, kenapa kamu tidak cerita ke mommy kalau Louise kekasihmu.? Viola merasa heran dengan pertanyaan dari mommy.. dia bukan kekasih Viola mommy, Thomas adalah kekasih Viola." kata Viola.. "tapi Louise telah menceritakan semua ke mommy Vio.!".. apa yang Louise ceritakan adalah... baru akan menjawab pertanyaan dari mommy, Viola di tarik Louise..
__ADS_1
"sudah cukup bicaranya, kita makan dulu sekarang ya.? Viola hanya berdiam dan berjalan mengikuti Louise. louise membukakan pintu mobil untuk Viola dan segera Louise pun ikut masuk ke dalam mobil. "Viola, selesai acara makan bersama orang tuamu, kamu ikut aku ke Paris." Viola hanya berdiam dan tidak menjawab sama sekali. Louise melihat sepintas ke arah Viola.
Louise telah memesan ruang VVIP untuk mereka makan bersama di Resto Mewah, hanya kalangan elite yang mampu makan di Resto tersebut, karna harga per menu terbilang cukup mahal.
selama di dalam ruangan, Louise selalu memberikan perhatian pada Viola, Viola bahkan merasa heran dengan tingkah laku Louise. dan Louise sengaja melakukannya karna Louise ingin Viola merasa nyaman dengannya. orang tua Viola melihat sikap Louise yang lembut pada Viola, hanya tersenyum,
"om dan Tante, sebelumnya aku minta maaf karna setelah makan bersama, aku akan membawa Viola ke Paris, karna mama dan papa sedang menunggu kami berdua di sana.?" Louise meminta ijin pada orang tua Viola karna dia akan membawa Viola ke Paris. "Louise, kamu boleh memanggil kami mommy dan Daddy, karna kamu sudah menikah dengan putri kami..dan untuk ke Paris, silahkan membawa Viola karna dia istrimu." kata mommy Viola.
setelah makan bersama selesai, Louise dan Viola pamit pada mommy dan Daddy Viola kemudian menuju bandara dan di sana Erick telah menunggu di depan pesawat pribadi milik Louise. " silahkan tuan dan nyonya." Louise dan Viola menaiki pesawat. Viola terus berdiam hingga membuat Louise semakin geram dengan sikapnya.
"jika tiba di sana, bersikaplah seperti biasa, aku tidak mau seperti ini, karna orang tuaku sangat ingin melihat menantunya.' ucap Louise pada Viola.. "ya' jawab Viola membuat Louise mengalihkan pandangannya ke arah Viola. Louise baru mendengar suara dari viola, karna sejak tadi Viola tidak berbicara sama sekali.
perjalanan kurang lebih satu setengah jam, akhirnya mereka tiba di Paris, sebelum Louise menuju ke rumahnya, Louise menyempatkan diri untuk membeli kue kesukaan mama. "kamu tunggulah di dalam mobil, aku akan masuk sebentar untuk membeli kue".. apa aku boleh ikut ke dalam.?" tanya Viola, Louise melihat viola dengan wajah yang sedikit heran tapi tidak di ketahui oleh Viola.. "baiklah, ayok kita masuk ke dalam." Louise berjalan ke dalam toko, menggandeng tangan Viola.
"apa ada yang kamu sukai.? kue di sini enak, mama sangat suka kue di toko ini." kata Louise.. "aku ingin coba kue yang ini.?" Viola dengan menunjuk kue yang ingin dia makan,, "yang ini namanya Millfoglie, ini kue klasik" jawab penjaga kue.. "iya, aku ingin itu." baiklah akan kami bungkus nyonya.
"kamu mau makan di sini atau di mansion.? tanya Louise.. "aku makan di sini saja." Louise menurutinya, Viola memakan kue hingga habis tak tersisa. Louise hanya tersenyum melihat Viola yang lahap memakan kue Millfoglie. "Viola, kamu masih mau kuenya lagi.?" tanya Louise, tidak Louise, sudah cukup, aku sangat kenyang sekali. Louise tersenyum saat Viola tanpa sadar berbicara dengan lembut padanya. "baiklah, kita kembali ke mansion sekarang." Louise dan Viola keluar dari toko kue dan seperti biasa, Louise tetap mengandeng tangan Viola hingga masuk ke dalam mobil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1