Vampir dan Penyihir

Vampir dan Penyihir
Irish Planet


__ADS_3

Kedua pasang mata berbeda warna tersebut bertemu. Kedua bibir mereka berdua mengatup. Rara yang kaget atas pernyataan cinta dari lelaki di hadapannya hanya bisa menatap lelaki bertubuh ramping itu dengan wajah memerah.


"Aku mencintaimu Rara." Dengan nada lembut, lelaki itu mendekatkan diri pada Rara sementara Rara sendiri hanya diam mematung.


Bagaimana ia bisa...


"Simpan semua keingintahuanmu Rara. Saat ini, kau harus menolongku. Aku berjanji, aku akan menutup mata seolah tidak tahu bahwa kau adalah Bangsa Craish, musuh bubuyutan kami, Bangsa Irish. Bisakah kau tinggal disini dan menghapus keinginanmu untuk melenyapkan kami?"


"Kyuhyun..." Rara memanggil dengan wajah pucat, karena penyamarannya terbongkar begitu saja dengan mudahnya.


Konsentrasi! Rara memaki dirinya sendiri, mengapa ia begitu lemah pada Kyuhyun, dari awal berjumpa, Rara tahu, Kyuhyun memandangnya dengan tatapan penuh puja. Akan tetapi, ia tidak menyangka mengapa Kyuhyun menyatakan cinta padanya.


Dan sialnya, Kyuhyun adalah makhluk pertama yang menyatakan cinta padanya.


Senyum Rara merekah, mengalahkan indahnya bunga-bunga bermekaran pada musim semi. "Jadi, aku sudah ketahuan hm?" nada tidak ramah darinya lolos begitu saja, membuat Kyuhyun di dera rasa asing.


Dia bukan Rara yang ku kenal... Kyuhyun bergumam di dalam hati. Tubuhnya sedikit lemas karena membawa Rara ke tempat ini. Apalagi, ia belum mengkonsumsi minumannya.


Kediaman Rara membuat Kyuhyun frustasi. Rasa malu menyergapnya, karena ia tanpa sadar telah menyatakan perasaan -yang mati-matian ia sembunyikan- dan makhluk cantik di hadapannya hanya diam tanpa suara. Seolah meminta kejelasan, mengapa mereka berdua bisa terdampar di tempat yang sangat mengerikan ini.


"Ya. Aku menyadari kau bukan manusia. Saat aku tidak sengaja melihatmu hampir mengutuk seorang manusia perempuan." Ada getaran sedikit di suara Kyuhyun, membuat Rara memasang senyum kamuflase.


"Lantas?" Rara terdiam lagi selama beberapa detik. "Kau akan menangkapku begitu?" Tanya Rara sarkatis, menekankan bahwa jikalau Kyuhyun melakukannya makan Rara akan menjadi musuhnya.


Kyuhyun mengelap wajahnya. "Bukan. Bukan seperti itu."


Alis kanan Rara naik ke atas. "Kalau begitu, apa maksudmu membawaku ke tempat menjijikkan seperti ini Kyuhyun? Oh... aku juga tidak tahu siapa nama aslimu. Apakah Sam? Alexander? Raff? Kent? Apakah..."


"Rara..." Suara Kyuhyun melembut, sengaja memotong ucapan Rara. Tapi, lembutnya suara Kyuhyun membuat suatu perasaan rindu menggentayangi pikiran Rara.


Suara itu... Rara menelan saliva dengan susah payah. Mengapa ia memasang ekspresi seperti Jack saat meminta sesuatu? Mengapa harus dengan nada selembut itu? Dirinya tahu betul, ini adalah kelemahan terfatalnya.


"Sudahlah Kyuhyun... aku tidak peduli lagi. Selamat tinggal." Kedua mata Rara tertutup, ia membaca mantera telepotrasi namun kesadaran seolah menamparnya.


Ia telah gagal berteleportasi. Untuk yang pertama kalinya!


"Sia-sia kau melakukan itu. Aku sudah memblokir portal ke Planetmu Rara." Kyuhyun berdecak, kepalanya menggeleng serta menatap Rara dengan wajah bosan. "Kita sekarang ada di Irish. Di Planetku."


Satu mantera langsung Rara layangkan menuju Kyuhyun. Akan tetapi, Kyuhyun menghilang dari pandangannya. Sinar merah tersebut terlempar dengan begitu cepat dan menubruk satu patung yang kokoh, membuat patung itu hancur menjadi gundukan debu.


Tapi, Kyuhyun berada tepat di belakangnya. Memeluknya dengan begitu erat. Membuat konsentrasinya pecah seketika.


"Lepaskan!" Desis Rara marah. Harga dirinya terluka saat tubuhnya di sentuh oleh musuh bebuyutannya.


Kyuhyun menaruh dagu di bahu Rara, melihat gundukan debu tersebut dengan perasaan nyeri. Sebegitu bencinya kah kau pada kaumku Rara?


"Dengar." Suara dingin Kyuhyun membuat tubuh Rara seolah mematung dengan otomatis. "Ku akui kehebatanmu. Tapi, disini Planetku. Kekuatanmu hanya berfungsi 10% saja. Karena..." Kyuhyun sengaja menghembuskan nafas di kuping Rara, membuat Rara sangat marah dan ingin melenyapkan Kyuhyun sekarang juga.


"Aku tidak peduli. Jikalau saat ini aku ketahuan dan akan di adili oleh Bangsamu. Tapi, kau harus tahu bahwa aku bisa membabat habis seluruh Bangsamu. Tentunya denganmu juga. Bagiku kalian adalah makhluk paling rendah di jagad raya ini!" Emosi Rara meluap, membuat langit dibsekitarnya menjadi berwarna merah, awan-awan saling bertubrukan dan mengeluarkan petir yang sangat kencang.


"Kyuhyun... kau telah melakukan satu kesalahan yang fatal." Dalam satu gerakan, Rara langsung membanting tubuh Kyuhyun ke atas tanah, ia berada di atas tubuh Kyunyun dengan wajah dingin.


"Rara... apa kau akan membunuhku?"


Tidak jauh dari tempat mereka berdua, selusin pasukan yang tengah menaiki Naga hitam mendekat dengan hati-hati. Sang Pemimpin yang tidak lain adalah Raja Alexandrite Kyungjae memberikan aba-aba kepada pasukan yang berada di bekalangnya untuk tetap waspada.

__ADS_1


"Kyuhyun, lama tidak jumpa. Berapa ratus tahun ya, kita tidak bertegur sapa?" Senyum hangat terpasang tanpa beban darinya, "Ah, apakah Nona ini yang membuat Si sensual Jaejoong bertekuk lutut?" Tanyanya lagi, tanpa memperdulikan kedua makhluk beda jenis dan beda kelamin itu mengabaikannya.


"Hahaha... rupanya aku datang di saat yang tidak tepat ya?" Selorohnya sambil memerintahkan naganya untuk duduk manis.


Kyungjae langsung berjalan mendekat, hatinya merasakan suatu rasa familiar saat melihat gadis -yang cukup berani berpose seperti itu di daratan luas, dan mencekik salah satu orang kepercayaannya- itu. Mengingatkannya pada sosok di masa lalu.


Bukannya takut, Rara malah menyeringai. Matannya yang tadinya berwarna hitam kini berubah menjadi kuning. Bagaikan predator yang siap memangsa.


"Nona?" tanya Kyungjae lembut.


Rara langsung menatap Kyungjae dengan wajah menyeramkan, satu detik kemudian tangan Rara terangkat ke atas. Petir yang saling bersahutan itu menyambar tangan Rara. Namun, petir-petir itu berkumpul dan membentuk menjadi sebuah tombak yang mengeluarkan cahaya emas mengilat.


"Apakah kalian semua siap mati?"


Kyungjae berdecak, perasaannya benar-benar tajam. Perempuan di hadapannya adalah orang yang selama ini ia cari.


"Nassyann." Kyungjae berkata dalam Bahasa Irish kuno dan langsung membuat Rara tertidur begitu saja. Tombak buatan dari petir itu pun menancap tepat di sebelah kuping Kyuhyun.


Kyuhyun berdeham. Terlalu kaget, pertama mengenai tombak yang nyaris mengenainya, kedua tentang bagaimana mungkin Rajanya bisa mengendalikan Bangsa Craish dengan menggunakan satu kata saja?


"Kyuhyun... apakah sikapku kurang sopan pada Nona ini?" Kyungjae bertanya dengan menahan geli.


"Oh.. tidak. Rajaku, anda sudah sangat sopan." Perlahan Kyuhyun bangun dan langsung menggendong Rara dengan ala bridal. "Anda sangat hebat sekali Tuanku." Puji Kyuhyun tulus.


"Hohoho... terima kasih. Aku tersanjung mendengarnya." Tawa Sang Raja berderai sehingga membuat anak buahnya mau tak mau ikut tertawa juga. "Baiklah, Kyuhyun. Bawa Nona manis itu ke kerajaanku. Kemudian taruh dia di kamar anakku."


"Apa Yang Mulia?" Kedua mata Kyuhyun mengerjap. "Saya tidak salah dengar kan?" Katanya lagi dengan wajah heran.


Kyungjae tersenyum jenaka. "Sama sekali tidak."


***


"Apa kau tidak bisa menyetir dengan baik?" Sebuah sindiran keluar begitu saja, Changmin yang mendengarnya hanya mengusap rambutnya ke belakang.


"Boo Ra-ssi." Panggilnya, "Apa kau tidak keberatan jika minum teh bersamaku?" Changmin memasang senyum manis, membuat Boo Ra mati-matian menahan muntahnya.


Apa maunya Vampire sialan ini? Pikir Boo Ra waspada. Aku tidak boleh gegabah, saat ini Zam Ladlle telah berada di Craish dan belum juga kembali. Jika aku salah bicara, bisa-bisa penyamaran kami akan terbongkar. Boora berdeham, mata cokelatnya memberi kesan nakal sehingga membuat Changmin bersiul senang.


"Tentu saja, aku tidak habis pikir ternyata kau menyukai perempuan yang lebih tua darimu." Kedipan di mata Boo Ra mengakhiri perbincangan mereka berdua.


Changmin sudah mengerti, jika mobilnya nanti akan mengikuti mobil Boo Ra. Tapi, sudut bibirnya terangkat, karena mangsanya telah tertangkap dengan begitu mudah.


Hai tante, sepertinya kau akan menjadi mainanku selanjutnya. Kata Changmin dalam hati sambil mengendarai mobilnya.


Setelah tiba di salah satu Kafe langganannya. Boo Ra menatap Changmin dengan tatapan seduktif. Harga dirinya terasa di injak-injak jika ia tidak membalas perlakuan Changmin.


"Rara tidak masuk kata Kyuhyun. Apa kau tahu dia kemana?"


Boo Ra mengangguk. "Rara sedang pulang ke Inggris. Aku akan memberitahu rektor di Kyunghee University tadinya. Tapi terputus karena kau mengajakku untuk meminum teh disini."


Oh begitu... lantas Jaejoong pergi kemana? Dia belum juga kembali dari acara kencannya dengan Rara. Changmin mendesah frustasi.


"Kapan Rara pulang?" Desak Changmin, mendengarnya Boo Ra hanya tersenyum simpul. "Semalam, pukul sebelas. Biasanya ia tidak pernah selarut itu pulangnya. Katanya dia di ajak kencan oleh lelaki yang paling menggairahkan di kampusmu. Apa kau tau orangnya yang mana?"


Sialan. Berarti Jaejoong pergi entah kemana? Tapi, ada yang janggal disini... "Hmmm..." Changmin menyesap teh nya, "Aku pikir Jaejoong dan Rara telah menghabiskan malam berdua. Mungkin saat ini mereka telah menjadi sepasang kekasih." Jaejoong sialan kau! Kemana kau saat ini hah? Malah tidak tahu diri dan mengabaikan seluruh tugasmu! Umpat Changmin di dalam hatinya.

__ADS_1


Tawa Boo Ra membuat semua penghuni menatap ke arahnya, merdunya mengalahkan gesekan nada biola.


"Sepertinya aku harus meneruskan perjalananku, kapan-kapan kita lanjutkan lagi." Boo Ra mengambil tasnya dan membungkukan tubuhnya.


"Annyeong haseyo."


Changmin berdiri, "Annyeong haseyo." ia lalu membungkukkan tubuhnya.


Sepeninggal Boo Ra. Changmin langsung mengacak rambutnya merasa frustasi. Kentara sekali, Boo Ra berkata jujur. Tapi, feeling-nya mengatakan Boo Ra tahu sesuatu.


Baiklah, saat ini aku harus mempersiapkan semuanya. Apalagi amanat dari Tuanku, tentang gadis yang tengah ia cari. Mudah-mudahan saja Kyuhyun sudah tiba di rumah.


***


Suara derik kuku yang mencakar kaca jendela membuat Rara gelisah. Di sampingnya Kyuhyun menatap Rara dengan perasaan khawatir. Apa yang sebenarnya terjadi antara Craish dan Irish? Mengapa Rajanya repot-repot menyambut kedatangan Rara dengan hangat?


"Redlyn..." Suara Rara mencicit tidak bertenaga, peluh membajiri kening dan tubuhnya. "Redlyn..." panggil Rara lagi.


Api cemburu kembali menyergap Kyuhyun. Siapa itu Redlyn? Tanya Kyuhyun dalam pikirannya. Melihat Rara tidak sadarkan diri dengan memanggil nama lelaki lain selain namanya terasa sangat menyesakan.


"Hey, My angel." Nada lembut penuh cinta mengalun dari bibir Kyuhyun. "Siapa si berengsek Redlyn yang berani-beraninya memonopoli alam bawah sadarmu hm?" Tanyanya kesal.


"Hmmm..." desah Rara dengan wajah memerah, melihat ekspresi Rara yang seperti itu Kyuhyun langsung terjungkal ke belakang.


Ah... dasar! Perempuan berbahaya! Bagaimana mungkin? Saat kau tengah tidak sadarkan diri kau bisa mendesah semenggoda itu hah? Dewa bathin Kyuhyun frustasi di buatnya.


Suara ketukan di pintu membuat Kyuhyun langsung menghampiri saat pintu telah terbuka.


"Ada apa?" Tanya Kyuhyun dingin.


Salah satu pengawal itu menunduk. "Raja memanggilmu Tuan Hematile."


"Baiklah." Kyuhyun mengangguk paham dan menutup pintu lalu melangkahkan kedua kaki jenjangnya mengikuti pengawal tersebut.


Setelah sampai, Kyuhyun langsung masuk dan di hadiahi pelukan hangat oleh Kyungjae. Wajahnya nampak berbinar bahagia, seolah Sang Raja telah menemukan sesuatu yang ia cari selama ini.


"Rajaku..." Kyuhyun menanggil dengan hati-hati.


"Kyuhyun, Kyuhyun, Kyuhyun." Panggil Kyungjae membuat Kyuhyun heran. Aku sudah berada di hadapannya dan ia malah bersikap seperti baru menemukanku yang hilang di telan Irish sembilan abad lamanya? Kyuhyun hanya tersenyum, "Saya disini Raja Alexandrite Kyungjae."


"Aku menantikanmu. Kenapa lama sekali?" nada kesal tersirat dari perkataannya, "bagaimana kabar Nona itu? Apa dia baik-baik saja?"


"Dia masih belum sadarkan diri Tuanku..."


"Benar sekali. Aku kan sedang memanterai dirinya. Biarkanlah... ada yang harus aku lakukan pada tubuhnya." Ucapnya sambil tersenyum tipis dan melepaskan pelukannya lalu duduk di kursinya.


Tu-tubuh...nya??? Kyuhyun berteriak di dalam hati, dirinya cemburu membayangkan jika Rajanya menggerayangi tubuh Rara. Ya Tuhanku! Aku tida bisa membiarkannya! Susah payah aku membawanya ke Irish! Raja jomblo dudaku ini malah mau menggerayangi tubuhnya? Hah! Mimpi saja kau tua bangka!!!


"Rajaku... tidak sepantasnya anda melakukan hal tersebut. Dia seorang perempuan muda yang mungkin masih suci. Saya tidak bisa membiarkan Rajaku menelanjanginya..." Kyuhyun berkata dengan nada kencang, membentak lebih tepatnya.


Di tempatnya Kyungjae melongo, "Apa yang kau ucapkan barusan Tuan Hematile? Kau keberatan jika aku menelanjanginya hm?" Kedua mata Kyungjae menyipit. "Aku ada urusan yang belum selesai dengannya..."


Wajah Kyuhyun memucat mendengarnya, "Demi kesetiaanku pada Bangsa Irish, aku Kyuhyun Hematile rela menjadi kelinci percobaan Yang Mulia Raja! Bukan suatu masalah jika aku harus di gerayangi juga!" Teriak Kyuhyun dengan lantang sambil merentangkan kedua lengannya, membuat Kyungjae yang tengah meminum minumannya langsung menyemburkannya lagi.


"Apa kau bilang???"

__ADS_1


***


__ADS_2