
Ucapan kukuh itu membuat Rara semakin merinding. Ia tidak menyangka bahwa kebodohan Kyuhyun membawanya ke Planet Irish akhirnya menuai malapetaka. Pasalnya, cukup merepotkan di cintai oleh makhluk penghisap darah seperti mereka. Dan sekarang bertambah satu.
Sial!
Memijit pelipisnya, Rara langsung tersenyum kesal. "Jangan membuat situasi semakin pelik Tuan yang-entah-siapa-namannya. Tolong jangan mengatakan hal semenjijikan itu. Kau tahu dengan sangat bahwa aku sangat membenci bangsa kalian tanpa terkecuali."
Kyungjae tersenyum samar, "Aku tau betul. Karena aku yakin, pasti sudah ada yang mencuci otakmu sehingga kau memandang bangsa Irish dengan demikian rendah." Satu tarikan nafas, Kyungjae melanjutkan ucapannya. "Aku sangat merasa sakit untuk saat ini. Karena anak kandungku sendiri menolak diriku."
Kyuhyun dan Rara langsung terkesiap. Mereka sangat terkejut mendengarnya. Ada perasaan ingin percaya di hati kecil Rara, tapi rasa benci terlalu mendominasinya. "Jangan main-main! Tutup mulut kotormu! Jangan berani-berani kau mengaku sebagai Ayahku!"
"Pada kenyataannya memang benar, Aekelma."
"Mantera apa lagi itu?" Rara gusar karena rasa hangat dan dingin yang menyelusup secara bersamaan ke dalam hatinya. Satu kata lembut itu menyengatkan listrik di hati kecilnya, meletup-letup hingga dirinya sesak.
"Itu artinya anakku." jawab Kyuhyun pelan.
"Apa?" nada Rara naik tiga oktaf, membuat situasi semakin muram. "Berani-beraninya kau? Mengatakan aku ini anakmu? Minta kupanggang dan ku jadikan kudapan hangat untuk bangsamu sendiri hah!"
Kyungjae merasakan kepedihan lagi. Rasanya begitu nyeri dan tak tertahankan. Gadis kecilku, mengapa kau sebegitu membenci bangsamu sendiri? Apa yang para penyihir sialan itu katakan kepadamu? "Kau memang anakku. Kau separuh bangsa Irish, separuh bangsa Craish. Kau ini hybrid. Satu-satunya anak campuran yang ada dan berhasil di lahirkan." Rara memucat mendengarnya, "Mustahil... ini terlalu muskil untuk kupahami."
"Tuanku. Apakah benar? Rara adalah Tuan Putri kita yang menghilang?" Kyuhyun membuka suara dan tersentak saat melihat anggukan mantap dari Rajanya.
Astaga! Aku melakukan suatu kesalahan... Bagaimana mungkin aku mencintai anak dari Rajaku sendiri? Terlebih, ia akan menjadi pewaris takhta dan menjadi seorang Ratu nantinya. Pening menyambar Kyuhyun, tubuhnya mendadak limbung, ia bahkan tak sanggup bernafas. Mengingat kelakuannya yang sudah diluar batas pada Rara.
Aku hampir menodainya karena cemburu pada Rajaku, Ayah kandungnya, yakni Alexandrite Kyungjae!
"Kyuhyun, katakan padaku. Bahwa kau tengah memerankan Opera sabun dengan lelaki ini. Semua itu tidak benar kan? Aku tak tercemari oleh darah bangsa kalian?"
Wajah ngeri yang memandang Kyuhyun itu membuat dirinya tak sanggup bernafas. Seberapa besar rasa kebencian yang menaungi hati perempuan yang sangat aku cintai ini?
***
Aku tak tahu bahwa kau adalah anak dari Raja kami, sang Putri yang menghilang. Apa kau mau berkaca? Lihatlah, saat rambutmu berwarna hitam gelap dan dengan warna mata yang sama kau sangat mirip dengan Alexandrite Kyungjae, aku bisa menjamin itu. Meskipun sekarang rambutmu berubah warna.
Antisipasi sudah tidak dapat Rara lakukan, ia mati rasa, ia mati berpikir, ia mati, benar-benar mati. Mengapa para Ketua Devisi mempermainkannya? Mengapa Malondra membodohinya? Mengapa Red Lyn tidak mengetahui fakta bahwa dirinya tidak benar-benar sendiri? Bahwa ia masih memiliki seseorang yang menyambutnya dengan kedua tangan direntangkan lebar-lebar saat ia mengalami kegundahan bahkan kesedihan?
"Ah..." suara Rara parau, ia menggigil. Tubuhnya bahkan tidak henti-hentinya merespon baik apa yang Raja Irish jelaskan kepadanya.
Kau adalah anakku, satu-satunya peninggalan dari Istriku Moon Craish Pledeton. Kau adalah darah dagingku sendiri Nak.
Satu kalimat itu terus menerus berdengung di dalam kepalanya. Rara merasakan sesuatu yang telah membobol tembok kesendiriannya. Aku dirindukan. Tidak dapat di pungkiri, Rara ingin sekali memiliki orang tua.
__ADS_1
Sekarang, ia telah memiliki salah satunya. Alexandrite Kyungjae adalah Ayah kandungnya.
Sungguh tidak dapat di percaya. Bagaimana ia sangat terkejut karena melihat rambut hitamnya berubah menjadi warna biru langit yang lembut. Ia terlihat manis, lembut, bersahaja dan cantik. Efek negatif yang selalu di bandrol penyihir-penyihir lain kepadanya seperti dingin, buas, menyeramkan, mengerikan, dan gelap menghilang entah kemana.
Bagaimana ia bisa secantik ini? Apakah ini tipu daya dari Kyungjae padanya? Atas kelancangannya yang nyaris membunuh Velir kesayangannya?
Tidak. Itu bukan tipu daya, itu bukan muslihat. Sampai Rara merasakan gejolak panas menyakitkan yang membelit di perut dan tenggorokannya. Ia merasa sangat kelaparan dan haus.
Semuanya mendadak kabur, sampai dimana Rara merasakan sesuatu mencuat dari dalam mulutnya, aku bertaring? Detik selanjutnya ia menerjang Kyungjae sementara Kyungjae seolah terlihat kegirangan setengah mati, lalu membenamkan taringnya ke cekungan leher Kyungjae dan menghirup rasa manis yang melebihi madu dari nirwana.
Rara meminum darah Kyungjae dengan semangat tempur tingkat teratas.
Aku benar-benar gila! Rara menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang saat mengingat kejadian yang sudah berlalu namun terlampau mengerikan itu. Ia sudah berubah, ia bukan lagi seorang penyihir terhormat yang akan membabat habis bangsa Irish karena duka kepanjangan atas kematian orang yang sangat ia cintai.
Jack Garnet.
Saat ini Rara telah berubah sepenuhnya menjadi Vampir, dan ia bertaring!
Rara sadar, beban yang ia pikul semakin bertambah. Karena sumpah yang ia ucapkan dengan penuh kelantangan di Ruang Tooron. Akan tetapi, ia merasa kecewa amat mendalam karena melihat fakta bahwa dirinya adalah separuh bangsa Irish.
Kenyataan yang tolol! Kedua mata Rara memutar keatas. Bagaimana mungkin aku bisa terjebak oleh skenario menyebalkan ini? Orangtuaku masih hidup, aku ini makhluk hybrid. Ia mendesah lagi.
Sial. Sial. Sial. Hati Rara belum siap menerima kenyataan ini. Belum. Sungguh.
Demi Ibuku yang ada di surga... siapa lelaki menawan dan seksi ini? Rara mengerjapkan kedua matanya dengan cepat.
"Hai."
"Hai juga, Kyuhyun." jawab Rara sambil tersenyum canggung.
Aku ingin mati saat ini juga! teriak Kyuhyun di dalam hatinya atas senyuman lembut yang ia terima. Perempuan yang ia cintai sudah tak lagi bersikap defensif dan acuh. Ia sangat bersyukur dan merasa sangat bahagia karenanya.
Apakah Rara mulai mencintainya?
"Turunlah, Raja telah mengumumkan keberadaanmu yang telah di temukan kepada seluruh Irish. Mereka semua menunggumu." suara mendayu penuh aura mistis yang menarik itu membuat Rara mati-matian menahan nafas.
Aku akui, bahwa dia adalah lelaki paling menarik dan paling seksi serta paling menawan yang pernah aku jumpai. Bahkan seorang Jack Garnet...
Kenyataan menghantam Rara. Bagaimana cara ia menuntaskan dendam kesumatnya? Ya Tuhanku, bahkan setelah sampai disini semua perasaan negatif yang ku punya lenyap di bawa angin. Rara kembali menguatkan tekadnya, ia harus mencari jalan keluar atas kematian Jack. Ia akan mencincang siapapun itu yang telah membunuh Jack.
Aku bersumpah!
__ADS_1
"Kyuhyun... sepertinya, aku tidak bisa menyanggupinya. Karena kau harus tahu, satu hal yang terpenting, yang mungkin kau tidak tahu tentangku, dengan fakta akurat bahwa sebenarnya aku adalah penguasa Craish saat ini." tanggap Rara dengan ******* gundah.
Di tempatnya, Kyuhyun bergeming. "Jangan bercanda!" kedua mata merahnya meredup, "Jika memang benar, mengapa penguasa yang agung seperti dirimu berkeliaran di Bumi?" ada yang menyumbat kerongkongannya, Kyuhyun butuh sesuatu untuk mengenyahkan kengeriannya.
Kyuhyun mencintai seorang penyihir.
Fakta pertama, penyihir itu adalah penipu ulung yang menyamar sebagai manusia yang dengan jeniusnya membuat Kyuhyun langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dan tambah dalam seiring bergulirnya waktu.
Fakta kedua, penyihir itu adalah separuh bangsa Irish dan satu-satunya makhluk hybrid yang pernah ada.
Fakta ketiga yang merupakan fakta terakhir, penyihir itu adalah penyihir nomor satu di semua penjuru Planet Craish.
"Kau pasti sudah bisa menebaknya."
Kyuhyun memasang senyum muram, "Kau ingin membunuh kami semua tanpa terkecuali?" anggukan Rara membuat lutut Kyuhyun lemas seketika.
Sekarang... apa yang harus aku lakukan? Perempuan ini sangat berbahaya bagi kedua bangsa sekaligus.
Buih-buih bewarna biru langit berjatuhan dari langit, menandakan betapa rumitnya pemikiran Rara. Partikel-partikel emosi itu ikut bicara karena sang pemilik tengah berada di batas normal, sedikit saja salah ucap, mereka paham bahwa pemiliknya bisa melakukan hal yang nekad.
"Makhluk macam apa aku?" suara bingung itu membuat hati Kyuhyun terenyuh, "Dan juga apa yang harus aku ucapkan? Misalnya seperti, 'Hai semua, perkenalkan aku adalah Onyx atau bisa di artikan penguasa Craish terbaru yang telah bersumpah membabat habis bangsa Irish tanpa terkecuali, kemudian karena suatu takdir aku mengetahui bahwa aku memiliki separuh darah yang sama dengan bangsa yang tadinya akan aku binasakan.' atau 'Hai, aku adalah Putri makhota bangsa Irish, naasnya aku adalah seorang Onyx alias penguasa Planet Craish. Tadinya aku ingin membunuh kalian semua tanpa terkecuali, sampai dimana aku tak tahu harus melakukan apa karena takdir yang aneh ini'.
Menurutmu aku harus bagaimana Kyuhyun?" Pita suara Rara bergetar, ia mati-matian menahan tangisnya. "Rasa tak yakin telah bercokol di pemahamanku sekarang, Kyuhyun. Lalu apakah dengan kehadiranku yang tiba-tiba ini, aku akan mengakibatkan perang antar dua Planet yang bermusuhan untuk yang kesekian kalinya?"
Tanpa diminta, Kyuhyun langsung memeluk Rara dengan erat, membuat setiap sel tubuh Rara menginginkan hal lebih. Pikirannya melayang pada kenyataan konyol yang tengah ia alami sebagai makhluk hybrid. Tubuhnya menginginkan Kyuhyun menggiringnya ke atas ranjang dan bergumul mesra disana. Bercinta dengan panas dengan keringat yang saling menempel satu sama lain.
Astaga!!! Secara impulsif Rara langsung melepaskan pelukan Kyuhyun dan menampar dirinya sendiri. Melihatnya, Kyuhyun tersentak kaget.
"Kau kenapa Rara?" tanyanya lembut sambil memegang pipi Rara yang memerah berkat ulahnya sendiri. "Apa aku sudah membuatmu merasa tidak nyaman?"
Ya! Karena kau tidak membawaku ke ranjang yang ada di belakangku dan bercinta denganku wahai makhluk penghisap darah! "Ya... aku merasa sangat tidak nyaman dengan sentuhan-sentuhan asing darimu." jawab Rara datar.
Kyuhyun termangu sebentar lalu tersenyum simpul. "Aku tahu, kau pasti membayangkan kita akan bercinta. Aku bisa melihat gairah panas yang sangat membara dari kedua mata indahnya itu."
Rara tersedak, "Ih! Dasar keparat! Kau beli darimana kepercayaan dirimu itu hah?Suasana hatiku sekarang sangat buruk. Bisakah kau keluar dan memanggilkan dia untuk kemari?"
Bahkan Rara tak menyembunyikan hubungan asingnya dengan Ayah kandungnya sendiri tanpa repot-repot memanggil Kyungjae dengan sebutan Ayah.
"Dia adalah Ayahmu, sopanlah sedikit Tuan Putri!"
Melihat kepergian Kyuhyun, Rara langsung jatuh tersungkur di lantai. Wajahnya memerah karena gairah yang entah mengapa mendatanginya bertubi-tubi. Sejak kapan aku menjadi perempuan ****** yang memikirkan tentang acara tanam-menanam? Berani taruhan, Rara yakin bahwa Kyuhyun menggunakan penguat feromon.
__ADS_1
Sial!
***