
Jaejoong berjalan menghampiri Rara yang sedang memeluk Kyungjae dan Kyuhyun. Rasa cemburu menghilang begitu saja tergantikan menjadi rasa lega karena melihat bahwa Rara sudah kembali dengan selamat.
"Ini bukan mimpi kan?" tanya Jaejoong tidak yakin.
"Bukan. Aku memang sudah kembali, Jaejoong," jawab Rara lembut.
"Aekelma, apa yang sebenarnya terjadi? Ku pikir, aku sudah kehilanganmu untuk selamanya!" Kyungjae menatap Rara dengan tangis yang tak henti-hentinya.
Hancur sudah wibawa sang raja Vampir tersebut karena tangisannya yang layaknya anak kecil. Namun, saat ini ia sudah mengesampingkan harga dirinya dan memilih untuk menjadi seorang Ayah yang sedang bersyukur.
"Jaejoong, kemarilah."
Jaejoong mendekati dengan perlahan, rasa sakit yang menerpanya tiba-tiba menghilang. Kedua matanya memandangi Rara tidak percaya.
"Jaejoong, aku ingin meminta maaf atas semua kesalahanku."
__ADS_1
"Tidak ada yang salah di antara kita, pada dasarnya kita hanya salah paham, Rara. Hanya saja, bukan suatu kesalahan jika aku telah jatuh hati kepadamu."
"Memang betul. Tapi aku menyegelmu di kalung. Membayangkan dirimu menahan lapar membuatku merasa orang paling jahat seumur hidup. Lalu, maafkan aku telah membuatmu jatuh hati kepadaku, aku tidak bermaksud," Rara menatap Jaejoong dengan wajah penuh penyesalan.
"Aku mengerti dengan baik, dan saat ini aku baik-baik saja, Rara."
Suara Jaejoong terdengar lirih. Kyuhyun menatap Jaejoong penuh paham. Baru kali ini ia melihat Jaejoong berperilaku seperti itu.
"Jadi kau menolak untuk bercerita kepadaku, hmm?" tanya Kyungjae pada Putri semata wayangnyaecahkan kecanggungan di antara ketiga makhluk di hadapannya ini.
"Ayahanda, ceritanya lumayan panjang, mungkin akan ada beberapa hari jika aku menceritakannya sedari awal. Saat ini aku sangat lelah, Ayahanda. Apakah aku boleh minta tolong untuk didampingi pergi ke kamarku? Kau tidak keberatan kan, Kyuhyun?"
Ketiga Vampir itu berjalan dalam diam. Sepanjang jalan, para ksatria dan pelayan menangis haru melihat tuan puteri mereka sudah kembali sadar secara ajaib. Beberapa dari pelayan yang sudah melihat keadaan Putri langsung menyebalkan rumor ke pelayan lainnya yang tidak sempat melihat tuan Putri mereka. Begitulah, secara sistematis semua orang yang tinggal di istana mengetahui bahwa tuan Putri mereka telah kembali.
Kyuhyun menurunkan tubuh Rara pada atas kasur dan akhirnya ketiga Vampir itu menatap Rara sekan menunggu jawaban. Rara menghela nafas panjang. Lalu akhirnya ia tersenyum dan mulai menceritakan pengalamannya yang terjebak di dunia isolasi.
__ADS_1
Jam demi jam silih bergulir, ketiga Vampir tersebut diam tidak bergeming dan fokus mendengarkan kata demi kata yang Rara ucapkan.
"Leluhurmu, Pledeton sampai sebegitunya?" tanya Kyuhyun tidak percaya.
Pasalnya, Pledeton terkenal sebangai Penyihir paling jahat di Irish. Ia adalah ikon terkenal bagi para Vampir muda nakal yang suka berkeliaran sampai tengah malam.
"Betul. Ternyata leluhurku benar-benar baik hati!"
Ketiga Vampir itu langsung menatap Rara ngeri. Pasalnya mereka sudah tahu sejarah tentang Penyihir Jenius Pledeton. Namun, mereka juga tersadar pada kenyataan bahwa Rara pun memang mempunyai karekteristik jahat seperti Pledeton umumnya.
"Jika bukan karena para pendiri. Sepertinya aku akan terjebak di sana dan tidak akan menemui kalian kembali. Lebih tepatnya, aku mati secara resmi."
"Ya, aku tahu." Kyungjae menggenggam tangan Rara dengan lembut.
"Maafkan aku yang telah menjadi seorang Ayah yang gagal untukmu, aekelma."
__ADS_1
"Tidak, Ayahanda. Kau adalah Ayah terbaik! Meskipun aku baru bertemu dan mengenalmu tidak begitu lama. Akan tetapi, hatiku tajam bisa merasakan bahwa kau memang seorang Ayah yang berusaha sebaik mungkin sebagai seorang Raja, Suami dan Ayah. Tolong jangan memandang rendah dirimu sendiri, Ayahanda. Aku sedih mendenganya."
Rara mengusap kedua mata Kyungjae secara perlahan seolah memberitahukan bahwa dirinya baik-baik saja. Meskipun tubuh Rara terasa kurang nyaman, namun setidaknya ini lebih baik daripada terjebak di dunia isolasi sendirian.