Vampir dan Penyihir

Vampir dan Penyihir
I love you


__ADS_3

Kyuhyun


Aku benar-benar kalut. Ini sudah pagi hari dan Jaejoong belum juga pulang. Pikiranku hanya was-was membayangkan bahwa Jaejoong saat ini telah kelelahan. Karena melakukan aktivitas panas malam tadi dengan Rara.


No! Hatiku berteriak tidak rela. Sungguh. Aku sangat tidak rela! Tidak adil bagiku, karena aku jatuh cinta pada seorang perempuan untuk yang pertama kali dan naasnya, saudaraku sendiri merebutnya. Ku ulangi, Jaejoong me-re-but-nya!


Bagaimana mungkin diriku bisa tenang begitu saja. Padahal sudah jelas-jelas api cemburu sudah merambat ke seluruh hatiku sekarang! Kau benar-benar bodoh, Kyuhyun Hematile! Tangan kananku refleks menampar dengan sendirinya.


"Kau baik-baik saja Kyuhyun?" Tanya Changmin sambil duduk di sampingku dan melipat kedua tangannya. Kapan dia datangnya? "Perasaanku mengatakan kau tahu kemana Jaejoong pergi. Iyakan? Jangan coba-coba kau mengelak atau aku akan menghajarmu sekarang juga."


Apa-apa main hajar saja. Si tukang berkelahi satu ini... benar-benar...


"Ya, memang benar. Tapi, ada hal yang lebih gawat lagi Changmin. Bukan masalah kepergian Jaejoong. Tapi..." suaraku tertelan angin, "aku membayangkan jika Jaejoong tengah kelelahan karena kegiatan panas semalaman." Sialnya perempuan itu Rara! Si Jaejoong sialan itu mengapa tidak bercinta dengan perempuan manapun itu selain Rara?!!! Sialan! Protesku di dalam hati. Lagi-lagi rasa panas begitu terasa menyesakkan bagiku.


Oh Tuhanku... apa ini yang dimnakaman cemburu buta? Ah... mengapa cemburu tidak memakai kacamata saja, agar tidak terasa cemburunya.


Tawa Changmin meledak. Sejak kapan seorang Kyuhyun Hematile mengkhawatirkan si sensual Jaejoong Chrysocolla, yang notabene adalah pria tukang tidur dengan para makhluk apapun itu yang penting berjenis kelamin perempuan. Aku hanya mendengus mendengar kata hatinya. Bahkan ia tak repot-repot memblokir hinaannya huh? Umpautku kuat-kuat.


"Kyuhyun. Berhentilah membuatku was-was sialan! Kupikir ada hal gawat macam apa yang menimpa si vampire sensual itu?" Kibasan tangan kirinya membuatku langsung mengerang jengkel.


"Tentu saja menjadi urusanku!"


Changmin terbatuk. "Apa urusanmu memangnya? Itu kan hak dia."


"Makhluk yang suka perang sepertimu mana paham perasaanku! Aku cemburu, sialan!" Aku berteriak marah sambil melesat pergi meninggalkan Changmin.


"Hah?"


Tentu saja aku memih mengabaikan ekspresi bodohnya sekarang. Hal tersebut menambah kadar kekesalanku saat ini. Memangnya dia tidak tahu? Kalau aku mencintai Rara?


Ya. Memang dia tidak tahu, karena aku tidam pernah curhat kepadanya. Tapi, tetap saja, memangnya dia tidak bisa menerima melihat semua itu apa?


Dasar Changmin, menyebalkan!


***


Changmin


Dia bilang apa tadi? Aku tidak salah dengar kan?


Kedua mataku mengerjap. Dua detik kemudian, tanpa kusadari aku memeluk tubuhku dengan sendirinya


"Sejak kapan kau menjadi belok Tuan Hematile? Hiyyyy..."

__ADS_1


Sialan. Aku harus mandi bunga sepertinya. Apa penyebabnya Kyuhyun jadi belok begitu? Mungkinkah karena dirinya terlalu akrab dengan manusia yang seperti itu?


Meskipun Kyuhyun suka tidur dengan perempuan. Aku tidak menyangka saja, dia mencintai Jaejoong. Oh... Raja Irish tolong cabut rasa terkutuk itu dari hati Kyuhyun se-segera mungkin. Ku panjatkan doa yang tulus. Ku harap Rajaku yang agung itu mendengar doaku.


Changmin! Satu suara di kepalaku membuatku langsung siaga.


Ya, Tuan. Hamba disini.


Apa kau sudah menemukan portal yang tepat? Agar kami bisa segera kesana?


Belum. Jaejoong, yang tahu betul dimana letaknya. Kemungkinan besar, kita akan menginvasi bumi dengan tenang seperti rencana. Jaejoong sedang sibuk dengan mainan barunya Tuan.


Wah, wah, wah... mengapa mendadak aku iri dengan keterampilannya menggoda perempuan ya? Hahahaha... Si John junior itu, benar-benar mirip Ayahnya. Bajingan yang disukai siapapun hmmm...


...


Tapi, Changmin. Mengapa aku tidak bisa mengirim telepati pada Kyuhyun? Kau tahu penyebabnya?


Ah... sialan, apa yang harus aku katakan pada Tuan? Masa iya, aku mengatakan bahwa Kyuhyun menaruh hati pada Jaejoong? Bisa-bisa nanti sesampainya Kyuhyun di Irish, dia akan langsung di nikahkan dengan pilihan yang Tuan inginkan. Pilihan terakhirnya, dia pasti akan di buang... atau di hukum mati.


Maaf Tuan. Saya tidak tahu. Kemungkinan besar, dia telah jatuh hati pada seseorang. Orang itu Jaejoong Tuan, maaf aku tidak bisa memberitahumu untuk saat ini. Ini merupakan dosa yang fatal.


Apa??? Bukannya dia terkenal bajingan nomor dua diantara kalian bertiga kan? Memangnya hal seperti itu akan mempengaruhi ikatan yang selama ratusan tahun kita bangun? Wah, wah... aku curiga... hanya satu makhluk yang bisa membuat bangsa kita mabuk kepayang seperti itu Changmin.


Bangsa sensitif yang sedikit-sedikit main sihir. Kau tahu betul dari sejarah kan? Mereka selalu saja membuat kita kewalahan. Ah, lidahku terasa kaku untuk mengucapkan katanya. Jadi kau juga tahu jawabannya Changmin.


Bangsa Craish... adalah satu-satunya makhluk yang sangat malas Tuan perbincangkan. Tapi, Jaejoong kan Bangsa Irish, sama seperti kita...


Ah, biar saya selidiki Tuan. Ada hal lain lagi?


Wah, wah, wah... Changmin. Sejak kapan kau jadi super sibuk? Tidak rindu berbincang denganku huh?


Maaf Tuan, saya tidak bisa lancang untuk menginterupsi anda. Silahkan Tuanku lanjutkan.


Kau masih saja seperti itu ya, hahahaha... baiklah, baiklah, aku menyerah. Aku ada permintaan sedikit, apa kau mau menjalankan tugas tambahanmu?


Katakan saja Tuan. Titahmu adalah suatu kewajiban bagiku.


Senangnya hatiku ini hahaha... hm... aku bingung mengatakannya dari mana. Tapi, aku benar-benar ingin tinggal di bumi. Jika saja, ramalan itu benar, maka aku akan menemui dirinya disana.


...


Tapi, sayangnya, kekuatanku terlalu besar. Alih-alih aku menemui dirinya yang ada aku hanya akan merusak Bumi. Kasihan para manusia malang itu, mereka tidak punya tempat tinggal lagi.

__ADS_1


...


Tapi, bisakah kau mencarikan seorang gadis cantik, yang memiliki warna mata indah?


Gadis yang mana? Ada miliyaran gadis disini. Apakah Tuan jatuh cinta pada salah satu makhluk fana di Bumi? Ya Tuhan! Pantas saja, dirinya kukuh untuk menginvasi secepat mungkin di Bumi. Ternyata...


Tuanku yang Agung, maaf... ada banyak perempuan yang seperti itu disini. Apakah ada ciri khusus yang lainnya? Misalnya, suatu tanda?


Ah... aku tidak tahu lagi... Changmin. Aku hanya mengingatnya sekilas. Saat ia di pelukanku, rasanya benar-benar menenangkan, sampai... ia direnggut dariku...


Tuanku yang malang... apa yang harus kulakukan?


Baiklah, saya akan mencoba mencarinya Tuan. Semoga Tuhan beserta dengan kita dan Tuan bisa menemuinya lagi.


Yang benar Changmin? Ah, terima kasih banyak kalau begitu. Aku tunggu kabar baiknya. Ingat, aju tunggu. Jangan lupa kabari aku. Kalau begitu, laksanakan tugasmu dengan baik. Sampai jumpa.


Telepatipun terputus. Iba sekali aku melihat Tuanku yang merupakan penguasa tunggal Planet Craish bisa bersikap seperti itu. Jangan-jangan, gadis yang ia bicarakan adalah cinta terakhirnya... atau jangan-jangan perempuan itu adalah anaknya? Jadi Sang Puteri tidak mati melainkan menghilang? Ah... tapi ada dua penjelasan menurut sejarah. Sang puteri meninggal pada Perang Merah, satunya lagi mengatakan bahwa Sang Puteri menghilang tanpa jejak.


"Aku harus sesegera mungkin bertemu dengan Jaejoong."


***


Rara


Kurapalkan mantera, agar aku bisa kembali ke Craish. Rasa rindu membelengguku membuatku ingin berkeluh-kesah pada Jack. Aku tahu, Jack telah tiada. Tapi, diriku menolak usulan orang-orang di sekitarku untuk melupakannya.


Aku mencintai Jack. Tanpa ragu. Tapi kedatangan Junsh, di Divisi baru itu membuat tanda tanya besar di benakku. Mengapa Junsh tidak pernah ada di sekitar Jack? Apakah Junsh dan Jack tengah bersitenggang? Ataukah... semuanya masih berkaitan dengan Flacyy? Perempuan yang -tak sengaja- kupergoki tidur dengan Jack? Kepalaku sakit sekali memikirkannya.


Tubuhku berpendar, menjadi serpihan-serpihan berwana emas, lalu masuk ke dalam cermin dan bersiap menuju Craish. Saat ini terlalu banyak teka-teki. Aku harus mengupasnya satu persatu.


Oksigen yang berada di sekitarku terasa menyakitkan. Entahlah, mengapa aku jadi selemah ini padahal aku adalah seorang Onix sekarang. Mataku mendadak lelah, pandanganku buram. Apa yang terjadi padaku sekarang?


"I got you!" Suara hangat itu membuat kedua mataku terbelalak, bagaimana mungkin dia bisa berada di hadapanku.


"Ba, bagaimana kau..." aku tidak menyelesaikan ucapanku, seolah semuanya tersangkut di tenggorokanku...


Aku benar-benar tidak percaya!


"I love you."


Satu kata terlontar darinya membuatku nyaris terjungkal ke belakang. Apa-apaan dia???


***

__ADS_1


__ADS_2