Vampir dan Penyihir

Vampir dan Penyihir
Sangat berbahaya


__ADS_3

Rara


   "Aku tidak akan melepaskanmu!" Aku bersumpah dalam hati, dan pastinya aku memberikan sedikit senyuman yang membuat mereka terpana.


   Apakah ini yang dinamakan tempat kuliah yang katanya paling populer? Serta yang pastinya hanya orang-orang yang Jenius saja yang bisa masuk kesini? Aku hanya mendengus melihat pada kenyataannya. Benar-benar keterlaluan, ini sangat tidak sesuai sama sekali! Umpatku dalam hati sambil mempertahankan senyum palsu yang bertahan di bibirku.


   Apalagi sekarang di hadapanku berdiri tiga mahluk yang paling aku benci di dunia ini. Ya, tentu saja mereka adalah para mahluk peminum darah. Ih! Menjijikan! Bagaimana bisa mahluk seperti mereka ini tidak terdeteksi?


   "Agasshi. (Nona.)"


   Lelaki yang berada di tengah itu memanggilku dengan cukup lembut, sehingga mau tidak mau aku dengan terpaksa menolehkan wajahku kepadanya. Namun aku dapat melihat kegugupan yang melandanya, aku hanya menatap kearahnya. Dan saat itu aku dapat merasakan suatu sensasi aneh, saat menatap mata hitam pekatnya.


  "Kau berasal dari Inggris?" tanyanya sambil tersenyum, lalu menatap mataku dengan berbinar.


   DEG!


    Aku harus mengatakan apa? Aku tidak mempersiapkan jawaban yang cocok, sejenak aku hanya bisa melamun pertanda supaya dia tidak meneruskan perkataannya. Lagipula apa itu Inggris? Nama kota besarkah? kota kecilkah? Atau sebuah nama planet?


   "Waktu, ada festival di Inggris Agasshi yang memimpinnya kan?" tanyanya lagi.


   Oh, ternyata... dia mempertanyakan tempat pertama kali aku berteleportasi di Bumi. "Nanti kalian akan tahu." Kilahku menutupi badanku yang terasa lemas, karena aku tidak ingin menatap matanya yang terlihat curiga kepadaku. Ya Tuhanku! mengapa hatiku terasa panas sekali?


    "Han Kyuhyun." ujarnya sambil menatapku.


   "Ne, Ajusshi (Ya, Paman. -namun ternyata aku salah pemahaman aku kira Ajusshi itu artinya adalah Tuan-)." Ucapku, namun sedetik kemudian wajahnya yang tadi berseri menjadi bermuram durja. Salah apa tuhan? Hambamu ini! Pekikku dalam hati.


***


Kyuhyun


    "Han Kyuhyun." Aku menatapnya dengan senyum mautku.


   "Ne, Ajusshi." sahutnya.


   Ia benar-benar terlihat tidak peduli dan naasnya dirinya seakan tidak tersentuh oleh senyuman mautku. Padahal jika para perempuan di Irish tidak sengaja melihat senyumanku, mereka semua akan langsung mengejar dan merengek ingin tidur bersama denganku.


Karena seorang Han Kyuhyun tidak pernah diabaikan oleh perempuan manapun.


Oh, kecuali para penyihir betina.


   MWO? Dia berani memanggilku Ajusshi?


   Mataku membulat seketika di karenakan baru pertama kali aku dipanggil dengan sebutan "Ajusshi" oleh seorang Manusia. Ini adalah suatu genjatan senjata! Ini adalah suatu penghinaan! Ya Tuhan, perempuan cantik ini benar-benar mempunyai lidah yang berbahaya dan mulut yang beracun! Diam-diam perkatannya menusuk sekali!


   "Kami ke kelas kami dulu, kami kehausan bila dekat dengannya," telepati dari Jaejoong dan Changmin secara bersamaan itu masuk kedalam pikiranku.


   Belum sempat aku menjawab, mereka berdua langsung pergi meninggalkan kami berdua -aku dan perempuan ini- yang masih bersitatap dalam keadaan canggung. Dengan wajah datar aku berusaha membenarkan letak dasiku dan berdeham beberapa kali. Sementara dari ekor mataku, aku bisa melihat perempuan ini mengernyitkan hidungnya, seolah aku ini adalah kotoran yang sangat ia benci. Dengan refleks aku mengangkat tangan kanan dan kiriku, berusaha mencium bau yang membuatnya terganggu.


   DEG!  DEG! DEG!


   Pusing kepalaku rasakan, mengapa berdekatan dengan perempuan ini begitu sangat menyulitkan sekali? Akankah dia memahami? Bahwa semua lelaki disini menatap penuh harap meminta dia menoleh? Karena pesonanya dan penampilannya. Apakah dia tidak menyadari? Dia terlalu jauh dari kata sempurna dan penilaianku dia sangat sempurna, kata yang benar-benar baru aku ucapkan pada seorang perempuan.


   "Akankah kita hanya berdiri disini terus menerus?" tanyanya dingin.


   Hmmm, Nona kau tidak tahu bermain dengan siapa? Baiklah aku mengikuti permainanmu.  "Ne, ikuti aku."


   Aku berjalan di depannya dan bergegas menuju kelas namun dia sepertinya tidak kaget dengan keadaan yang bisa dikatakan cukup rapi dan hanya dihuni oleh sepuluh orang  -Sembilan Manusia dan 1 Vampire- yang berjenis kelamin "LELAKI" termasuk aku.


   Mataku membulat ketika di depanku semua mata menatap penuh harap kepadanya, agar ia duduk sebangku dengan mereka. Cih! Aku bersumpah demi Planet Irish, akan kuhisap darah kalian jika kalian berani mengganggu mangsaku! Ancamku dalam hati.


   "Ehem..." Suara Sonsaengnim membangunkan tatapan sinisku kepada sembilan manusia itu, akupun duduk di bangkuku menatap intens dirinya yang berada didepanku.


   "Perkenalkan Dirimu Nona Kim," pinta Songsaengnim penuh wibawa, dan Dia pun hanya mengangguk.

__ADS_1


   Ia melihat ke seluruh penghuni kelas satu persatu, lalu hembusan napasnya terdengar begitu letih. Lalu ia berkata. "My name is Kim Rara, You Can Call Me Rara... I Think just enough."  Dengan wajah datar dan dingin ia mengatakannya. Namun mimik wajahnya menandakan dia cemas? Apa yang ia cemaskan?Kenapa? Dia fasih bahasa Inggris ? come on baby? Jangan buat aku bingung sendiri dengan pemikiran bodohku.


   "Can I ask to you?" tanya teman sekelasku yang bernama Jean.


   "Are you from England?" tanjutnya lagi. 


   "Why you soooooooo.... beautiful?" 


   "Are you have boyfriends?  If not you can be my girlfriend, nevermind!"


   Langsung kutatap tajam seorang lelaki menyebalkan yang bernama Jonghyun itu, karena ia bertanya tidak sopan pada Rara. 'Are you have boyfriends? If not you can be my girlfriend, nevermind' Dasar Manusia menyebalkan, berani-beraninya dia mengatakan hal selancang itu! Lihat saja, akan ku berikan kau pelajaran.


   Terkutuklah kau lelaki mata keranjang! Aku mengumpat kesal.


   "If you want know, search it then." Jawab Rara dengan dingin.


   BINGGO!


   Aku terbahak dalam hati. Sempat tidak terpikir olehku kenyataan bahwa Rara adalah jenis perempuan yang sangat menyebalkan, dingin dan tak acuh. Apalagi terlihat dengan jelas, bahwa ia sangat ingin meninju Jonghyun dengan salah satu kepalan tangannya. Entah itu kepalan tangan kanan, maupun kepalan tangan kiri. Intinya sama saja. Ketahuilah kalian semua yang berada disini, apakah kalian sudah tahu dia orangnya sama persis sepertiku? Karena aku sudah mengetahui, bahwa ia adalah jodohku.


   "Ehemm... Nona Kim adalah adik dari Kim Boora, yang memegang saham terbesar di Choi Coop, Seoul Hospital, dan pastinya Kim Coop. " Tukas Sonsaengnim.


   "Silahkan duduk." Lanjutnya lagi.


   Dengan dagu terangkat bak seorang Ratu, Rara berjalan menuju tempatnya. Aku melihat dia sepertinya kerepotan dengan pandangan-pandangan mesum yang lainnya. Well, walaupun aku sempat berpikiran seperti itu, namun sekiranya aku bisa memunculkan kedinginanku di depannya.


***


Rara


   Damn it!


   Aku merutuk dalam hati, aku hanya memilih duduk sendiri di depan, dan sebenarnya aku benci harus datang ke tempat menyebalkan seperti ini. Terlebih lagi, aku harus sekelas dengan Ajusshi Han Kyuhyun itu. Aku berani sumpah, jika nama aslinya bukan Han Kyuhyun. Nama aneh itu adalah nama samarannya di Planet ini.


   Detik selanjutnya kemudian hening melanda ruangan ini. Akupun memperhatikan perihal bahan-bahan data yang dijelaskan oleh Sonsaengnim,  ini sangat mudah sekali, tanpa disadari senyum tipis terukir dibibirku, dan yang pastinya aku akan mengambil gelas S2 dalam 2-3tahun. Karena materi ini tidak jauh berbeda dari materi-materi sihir yang aku kuasai. Tepat saat  Sonsaengnim menggajukan pertanyaan dengan lekas aku mengangkat tanganku.


   "Rara?" tanya Sonsaengnim meyakinkan.


   "Ne."


   Aku berjalan kedepan dan mengambil spidol untuk menulis jawabanku sedikit demi sedikit sesuai dengan yang tadi aku perhatikan, dan aku rasa tatapan penuh ingin tahu bersorak ditelingaku.


 FINISH!


   Aku menaruh spidol itu di meja Sonsaengnim dan berkata "Sudah." Lalu aku kembali duduk di bangkuku dan aku sempat melihat wajah mereka tertuju padaku. Hey! Kalian kampungan! jeritku dalam hati.


   "I...ni... benar semua."


   Seolah tidak yakin, Sonsaengnim memeriksa ulang semua jawabanku satu persatu, dan sontak seluruh lelaki disini membelalakkan matanya dan menatapku.


   Haiisshhh... apa salahku?


   "Apakah mereka baru melihat perempuan yang mengerjakan soal di papan tulis?" desisku kemudian.


   Namun seketika aku mengedarkan pandanganku dan sebuah kenyataan seolah membenturkan kepalaku pada tembok bergerigi. Bahwa pada kenyataannya...


   Well, aku satu-satunya wanita disini!


 ***


Kyuhyun


   "Sudah."

__ADS_1


   Rara tersenyum dan langsung duduk tatkala ucapannya tersebut bisa menjadi boomerang bagi dirinya sendiri, jika ia sampai salah mengerjakan soal dengan jawaban benar. Ia bisa menjadi korban bully di kelas ini. Meskipun dirinya adalah seorang perempuan yang teramat sangat menarik.


   Di karenakan aku tidak bisa menjawab pertanyaan Sonsaengnim. Begitu mempesonanya kah gadis ini? Tunggu, aku memujinya? Haishhh, jangan tertipu dengan tampang polosnya Kyuhyun! Dengan wajah pias dan tiga perempat frustasi, aku menjambak-jambak rambutku pelan.


   "Apa yang kau lakukan?" Rara bertanya padaku.


   Aku mendengus dengan gerakan angkuh. "Headache." Elakku enteng.


   "Oh."


 Sialan!


   Jawaban yang sangat tidak ingin aku dengar. Mengingat seluruh eksistensiku selama tujuh ribu tahun di Irish, aku belum pernah di jawab dengan jawaban sesingkat dua huruf dan satu kata seperti itu.


   "Kyuu.." Rara memanggilku dengan nada rendah


   "Kyuu... jeballhhh... (tolongghh....)" Rara memelukku erat, membuat detak jantungnya tak menentu.


   "Kau menginginkanku, kan?"


   Aku melayangkan tatapan seduktif, ia mendongkakan wajahnya kearahku, wajahnya sangat memerah. Hal tersebut membuatku pusing seketika, apalagi pandangan lapar dari Sonsaengnim dan para lelaki di kelas ini saat melihat wajah Rara.


   "Aku mau ini kyu..."


   Rara menunjuk seluruh tubuhku seakan sedang mengklaim tubuhku, lalu tanpa menunggu jawabanku dia menyentuh sedikit demi sedikit seluruh tubuhku dan membuat kerongkonganku seketika kering. Seolah menikmati suaraku yang tersendat-sendat karena tangan lentik usilnya.


   "Kau... ma...uu apaahhh?" tanyaku dengan terbata, karena gerakannya kuat, lembut, mengelus dan mengelus seluruh tubuhku dengan begitu duhainya.


   ARRGGHHHH... RARA.....


   Sialan Han Kyuhyun!


   Aku tidak boleh kalah dengannya. Dengan gemas aku memeluk balik Rara dan menatap Rara dengan tatapan nakal.


   "Hmmm..." Rara mulai menciumku dengan pelan.


   "Ahhh." Aku mendongkak hebat keatas menerima servicenya.


   "Kau kenapa?"


   "Hah? Ne honey?." Nafasku terengah, lalu aku mendongkak ke kanan seraya menatap ia penuh nafsu, tapi mengapa ia berada di tempat duduknya?


   Rara menatapku dengan kening berkerut. "Kau sakit?" Kemudian Rara bertanya sambil menatapku heran.


   MALDO ANDWAE! (TIDAK MUNGKIN!)


   Jangan bilang kalau aku melamunkannya? Jangan bilang aku berpikiran mesum pada perempuan dingin itu? ****! Tapi tindakan dia benar-benar nyata. Kurang dari lima belas menit aku bertemu dengannya secara nyata. Aku malah melamun tidak senonoh terhadapnya.


   "Kau dari tadi mendesah terus, wajahmu memerah juga, mungkin kau demam." Rara berkata pelan dan menatapku dari kaki sampai ke wajahku. "Apa kau perlu bantuan?"


       Ya! Mari bercinta! Aku sudah tidak sabar ingin memasukimu... "Mwo? (apa?)" Jawabku sambil bertanya enteng.


   Tidak ada jawaban dari bibir mungilnya. Rara menatapku datar dan justru membuatku kesal. Aku membuang nafas kasar seraya menatapnya dengan tajam. Namun, seolah mata hitamnya memperlihatkan kerapuhan yang sangat rentan. Aku langsung mengumpat dalam hati dan  hanya bisa mendengus beberapa detik selanjutnya.


   "Mungkin."


  Aku sengaja mengelak lagi, yang tidak ingin dia ketahui kalau seorang Kyuhyun Hematile sedang melamunkannya tadi. Melamunkan yang benar-benar errr... tragis sekali kau  Kyuhyun Hematile. Seorang Velir atau lebih sering di sebut Tangan Kanan Raja, melamunkan perempuan sampai dengan gerakan erotis dan sangat intim.


   Perempuan ini berbahaya.


Ralat, sangat berbahaya!


   "Ya! Kim Rara sangat berbahaya," desisku sebal karena kebenarannya. Dia terlalu indah untuk dimimpikan.

__ADS_1


__ADS_2