Vampir dan Penyihir

Vampir dan Penyihir
Keluar dari dunia isolasi


__ADS_3

Selama berbulan-bulan Rara berbincang dengan para penyihir pendahulu dan melakukan aktifitas yang bisa ia lakukan untuk menepis rasa rindu untuk pulang ke planet Irish. Di dunia isolasi ini, Rara belajar berribu-ribu sihir asli milik mereka semua. Mereka sepakat untuk mengajarkan Rara semuanya tanpa kecuali. Jika ingin dunia tak kiamat. Bagi mereka, kedatangan penyihir muda itu ibarat kunci yang harus mereka pegang dengan erat.


"Nah, baiklah. Kau udah menguasai seluruh sihir keluarga Haihzob," ucap Hekasia bangga.


"Terima kasih, ini sangat bermanfaat bagiku." Rara menundukkan kepalanya dengan hormat.


Sinar hitam yang mengelilingi tubuh Hekasia perlahan memudar dan perlahan berubah warna menjadi putih. Semuanya terkesiap melihatnya.


"Ada apa denganku?" tanya Hekasia bingung sambil memandangi tubuhnya.


"Sepertinya kau akan bereinkarnasi, Hekasia," ucap Pledeton sambil tersenyum tulus.


"Sepertinya kepingan puzzle sudah komplit. Kita harus mengajarkan semua hal pada Rara dan ketika tugas kita selesai kita akan bereinkarnasi," Yvonka menangis sesegukan dengan anggun sambil menatap Hekasia dengan pilu bercampur senang.


"Akhirnya, penantian kita selama ini membuahkan hasil!" Leonor ikut menangis.


"Kalian harus menyusulku ya? Mari bertemu kembali!" ucap Hekasia.


"Terima kasih banyak, Hekasia. Berkatmu aku mempunyai ilmu sebanyak ini. Tolong bereinkarnasilah menjadi sosok yang hangat dan penuh canda seperti ini lagi, Hekasia!"


Hekasia tertawa renyah. Kedua matanya menatap mereka satu persatu.


"Tolong ingat, aku punya tanda lahir kilat di kedua bahuku, ya. Jika kalian bereinkarnasi kembali atau penyihir muda ini kembali hidup, tolong kumpulkan kami satu persatu, kami yakin tubuh baru kami akan mengerti secara naluriah."


Setelah mengatakan itu, secara perlahan tubuh Hekasia memudar dan menghilang. Rara tersenyum senang meskipun kedua matanya nampak sedih dengan derai mata yang tidak ada hentinya.


***


Istana Irish nampak gelap nan mencekam. Meskipun awalnya warna istana ini di dominasi dengan warna hitam legam. Hanya saja dengan pengorbanan Rara membuat semua Vampir menangis tersedu-sedu. Apalagi sang Raja, Kyungjae. Ia tidak hentinya berjalan kesana-kemari mengabaikan protes para menteri di bawahnya. Singasana tersebut nampak sebagai hiasan semata.


Kyungjae berusaha memutar otaknya diiringi dengan air mata yang keluar tak henti-hentinya dari kedua matanya. Istrinya masih tidak sadarkan diri dan sekarang anak semata wayang mereka membeku dengan kekuatan yang mengamuk layaknya cambuk yang membuat siapa saja yang kena akan langsung tidak sadarkan diri selama tiga hari.


Tubuh Moon dan Rara saat ini berada di ruangan yang sama. Namun, tidak ada satu Vampir pun yang bisa mendekati ruangan tersebut termasuk Kyungjae, Kyuhyun dan Jaejoong.


Suara portal terbuka terdengar memecahkan suasana mencekam tersebut. Ternyata Changmin yang datang sambil membereskan jubahnya yang terdapat beberapa butir salju di bahunya. Suara Changmin tertahan di tenggorokan ketika melihat hal yang ganjil di depan matanya.


"Mengapa banyak sekali Vampir disini?" ucap Changmin keheranan.

__ADS_1


Changmin yang baru saja tiba membuat Jaejoong Dan Kyuhyun langsung menyeretknya menjauh dari aula. Mereka berdua berharap Changmin mempunyai masukan bagus untuk sang Raja. Karena semuanya demi kemakmuran bangsa Irish.


"Velir Changmin, menurutmu, apa yang harus kami lakukan, saat ini?" berbisik dengan perlahan di telinga Changmin, Jaejoong langsung menatapnya dengan kedua mata yang menyipit.


Changmin mengerang frustasi. Pasalnya ia tidak tahu betul apa yang sudah terjadi di planet ini. Suasana nampak sangat mengerikan dan seolah menarik nafas pun adalah suatu perbuatan dosa.


Kyuhyun nampak letih, sedari tadi giginya bergemelatuk dan berusaha terlihat waras. Namun para Vampir di sekitarnya sudah paham betul bahwa Kyuhyun terlihat sangat berantakan. Princess sudah menikah dengan Kyuhyun secara hukum Irish. Tentu saja Kyuhyun menjadi stress bukan kepalang mendapatkan istrinya tidak sadarkan diri. Apalagi kekuatan istrinya yang keluar dari tubuhnya dan mencambuk sana-sini seperti menghentikan siapa pun untuk mendekatinya.


Apalagi kemampuan mereka kurang mumpuni perihal makhluk hybrid seperti sang Princess, mereka nampak ragu untuk memberikan keterangan apakah Rara mati atau hanya tak sadarkan diri. Apalagi para rakyat pun sudah protes di luar sana, mengapa istana di tutup sangat lama? Mereka rindu ingin bertemu Tuan Putri yang sangat mereka idolakan setelah sang Ratu.


Kekacauan terjadi dimana-mana. Di tengah kegilaan itu, Kyuhyun dan Jaejoong sebagai Velir menyelesaikan tugas mereka dengan sangat baik. Berita yang berisikan tipu muslihat bahwa Tuan Putri sedang menikmati waktu adaptasi di Planet Irish mereka sebarkan dengan susunan kata demi kata yang sangat apik, mengingat ketenangan rakyat adalah yang yang sangat penting.


Jaejoong pamit, pada Kyuhyun dan Changmin. Ia kembali ke ruangannya dengan berteleportasi secara tergesa. Tiba-tiba jantungnya merasa sakit bukan kepalang. Hal ini terjadi ketika Rara sedang mendapatkan hal buruk, seperti terakhir kali. Ternyata Kyuhyun mengikutinya dan langsung menangkap tubuh Jaejoong yang terkulai tak bertenaga.


"Sudah ku duga! Bukan aku saja yang merasa sakit dan lemas!"


"Kyu...sebenarnya aku kenapa?" tanya Jaejoong bingung.


"Aku pun tidak tahu," jawab Kyuhyun cepat.


"Apa karena aku meminum darah Rara, ya? Sehingga jantungku merasa sangat kesakitan dan tubuhku serasa terbakar seperti ini?" tanya Jaejoong pelan dengan nafas terputus-putus.


"Maafkan aku, telah mencintai Rara, Kyuhyun. Aku benar-benar sudah tertawan olehnya. Saat melihat Rara muntah darah saat itu, aku merasa bahwa dunia ini hancur," Jaejoong menangis sesegukan.


"Aku pun merasakan hal yang sama. Hatiku sangat sakit, Jaejoong. Aku mengaku bahwa aku sangat cemburu ketika kau berkencan dengan Rara pada malam itu. Akan tetapi aku pengecut karena tidak bisa bilang secara langsung kepadamu, Jaejoong."


"Payah ya kita berdua? Kita playboy ini jatuh cinta pada perempuan semenakjubkan Rara. Kau tahu yang gila apa? Aku malah berpikir seperti ini, ya sudah jika aku tidak bisa menjadi yang pertama, aku akan duduk diam dan menunggu Rara menerimaku. Menjadi yang kedua pun tak apa," suara Jaejoong tercekat.


"Ya, kita memang payah! Jujur saja, aku tidak sudai berbagai Rara denganmu. Namun jika Rara hidup dan diharuskan membuatmu menjadi yang kedua. Aku tidak keberatan sama sekali. Asalkan ia bernafas dan aku bisa bercerita ini dan itu dengannya. Apa saja akan aku iyakan, jika Rara hidup, Jaejoong," angguk Kyuhyun.


"Kau tidak cemburu eh?" goda Jaejoong.


"Sudah tidak ada energi sama sekali. Lagipula untuk saat ini aku hanya berharap bahwa Rara baik-baik saja. Bisa gila aku jika memikirkan bahwa Rara akan meninggalkan aku begitu saja!"


"Aku lebih baik bunuh diri jika mendapatkan kabar bahwa Rara tidak bisa diselamatkan, Kyu..." lagi, Jaejoong menangis pilu.


Kedua tubuh Vampir itu akhirnya tergeletak di atas lantai. Mereka berdua terlarut ke dalam pikirannya masing-masing. Hal apa yang perlu mereka lakukan agar Rara bisa kembali hidup. Dan apakah memang makhluk hybrid tidak bisa hidup lebih lama? Mengingat Rara baru berumur 18 tahun. Di umur yang sangat muda itu Rara benar-benar bisa memporakporandakan hati Kyuhyun dan Jaejoong yang terkenal tidak bisa di sentuh sama sekali.

__ADS_1


***


Kedua mata Rara bergetar dengan hebat, berusaha membuka mata secara perlahan. Tubuhnya terasa kaku untuk di gerakan. Pelatihan dari ketiga penyihir pendahulu itu membuat Rara merasa kewalahan.


Kedua matanya terbelalak ketika mendapatkan bahwa pandangannya saat ini adalah ruangan dimana Rara mengobati Ibunya, Moon.


Bibir Rara bergetar hebat. Kekuatannya yang tadinya mencambuk sana-sini menjadi tenang dan kembali lagi ke tubuh Rara secara perlahan. Tubuh Rara bangkit secara perlahan. Ia mengendarkan pandangannya dan melihat tubuh Moon masih saja terbaring kaku namun lebih nampak hidup dari sebelumnya.


"Ibunda..." Rara memanggil dengan lirih.


"Maafkan aku karena aku bukan anak yang memiliki kekuatan besar yang bisa menghidupkanmu kembali," Rara menangis pelan.


"Maafkan aku, sudah gagal menjadi seorang anak yang bisa membanggakanmu dan menyelamatkanmu," Jemari Rara menyentuh wajah Moon dengan penuh kasih.


"Kyuhyun, aku kembali!"


Rara mengirimkan telepati secara akurat kepada suaminya, Kyuhyun. Ditempatnya, Kyuhyun langsung berteleportasi dan terhenti di pintu ruangan dimana Rara berada.


"Rajaku, Tuan Putri sudah kembali," Kyuhyun mengirim sinyal telepati pada Kyungjae.


Bangkit dari tidurnya, Kyungjae langsung berteleportasi dan berada di samping Kyuhyun saat ini.


"Apakah kau yakin, Velir Kyuhyun?" tanya Kyungjae memastikan.


"Ya, dia mengirimu telepati."


Kyungjae membaca mantera dan pelan-pelan pintu besar itu terbuka. Kedua matanya menatap Rara dengan tatapan haru.


"Mengapa Ayahanda juga datang?"


"Kau tidak merindukanku hm?" Kyungjae mencebikkan bibirnya, tanda protes.


"Hahaha, tidak sama sekali. Aku hanya merindukan suamiku," goda Rara.


Air mata Kyuhyun sudah banjir sedari tadi. Ia tak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Tuhan atas kembalinya Rara.


"Seperti yang kalian lihat, aku kembali dan aku berhasil keluar dari dunia isolasi," jelas Rara sambil merentangkan kedua tangannya dan di sambut oleh Kyungjae dan Kyuhyun.

__ADS_1


Rara mengecup puncak kepala Ayahandanya Dan suaminya dengan penuh kasih. Sampai dimana kedua matanya menangkap Jaejoong yang tengah menangis diam menatapnya di tengah pintu.


"Hai, Jaejoong," sapa Rara sambil tersenyum tulus.


__ADS_2