VLOG BERDARAH

VLOG BERDARAH
Mayat


__ADS_3

Mereka berjalan ber-iringan seraya menggenggam tangan satu sama lain. Mengedarkan kepala dan bola mata nya dengan teliti untuk mencari satu sahabat nya yang hilang itu.


Di tengah kepanikan dan ketakutan, gangguan dari makhluk halus tak henti henti mereka dapatkan. Tapi rasa takut itu mereka buang jauh jauh.


Mereka menyusuri tiap ruangan untuk mencari keberadaan Drey. Setiap ruangan sudah di cek tapi tak ada tanda tanda keberadaan nya.


Mereka kembali ke tengah lapangan, "Kita kemana lagi? Drey gak ada di mana mana" Ucap Karin khawatir.


"Kayak nya ada satu tempat yang belom kita cek deh" Ujar Rara.


"iya ya, kayak yang inget tapi lupa, apaan ya" Ucap Karin.


Mereka bertiga saling menatap dan berfikir.


Berselang tiga detik, "Toilet!" Ucap mereka kompak.


Mereka bertiga segera menuju toilet. Ruangan itu memang belum di cek, karena dari tadi mereka fokus dengan ruang kelas dan ruangan yang lain.


.


Di tempat lain, terlihat orang misterius dengan pakaian serba hitam memperhatikan mereka dan bersembunyi di balik kegelapan.


"Ya... pergi lah ke toilet, dan temukan kejutan di sana, aku tak sabar mendengar teriakan kalian, teriak lah sekeras keras nya," Ucap orang misterius itu dengan senyum sinis nya.


.


Mereka bertiga kini sudah sampai di depan toilet. Namun saat Rama mencoba membuka nya, ternyata pintu toilet itu terkunci.


"Di kunci" Gumam Rama.


"Aduh gimana nih Ram?" Ucap Rara panik.


Rama memberikan kamera nya ke Karin, "Kalian munduran, gue mau dobrak" Kata Rama.


Karin berkata, "Rama jangan sembarangan"


Rama menatap kedua teman nya, "Cuma ini satu satu nya cara buat ngebuka nya" Ucap nya.


Dengan terpaksa, Rama harus mendobrak nya.


Badan kekar dan tinggi itu di hempaskan dengan kuat ke arah pintu itu hingga membuat suara berisik yang mungkin saja mengganggu keberadaan makhluk seperti 'mereka'.


Pintu itu sangat kuat seperti terbuat dari besi, Rama terlihat kelelahan tapi ia tak berhenti demi sahabat nya itu.


Setelah susah payah, akhirnya pintu itu terbuka.


"ARRRGGHH" *BRAK*


Sesaat pintu terbuka, Drey terjatuh dari balik pintu, "Drey!!!"


Mereka bertiga menghampiri Drey yang terjatuh untuk menolong nya, tapi...


"AAA" Teriak mereka bertiga pecah saat melihat bukan hanya Drey yang terjatuh.


Tetapi ada satu mayat pria yang tertindih oleh nya. Dan posisi Drey kini berada tepat di atas mayat.

__ADS_1


Kondisi mayat dengan kepala terpotong tapi belum putus, dan terlihat pisau yang masih menancap di dada nya.


Kedua tangan dan kaki nya di ikat dengan tali. Dan yang lebih menyeramkan, kedua mata nya masih terbuka.


Bau anyir darah tak sedap begitu menyeruak.


Mereka bertiga menutup hidung nya, "Aduh gimana nih Ram, huek" Ucap Karin ketakutan dan perut nya terasa mual saat melihat mayat dengan kondisi mengenaskan seperti itu.


"Ini ada yang gak beres, mending kita balik ke basecamp" Kata Rama.


Rama dan Rara menggotong Drey yang tak sadarkan diri itu, sementara mayat nya di biarkan begitu saja.


Mereka berniat untuk melaporkan nya kepada pihak berwajib terkait masalah ini.


Mereka bertiga berjalan ke luar sekolah sambil menggotong Drey yang beratnya 66 kg itu.


.


Di lain tempat, ada seseorang yang sedang mengawasi mereka dengan senyum sinis yang tercetak di bibir nya saat mendengar mereka berteriak.


"Itu peringatan untuk kalian karena telah berani masuk ke wilayah ku. Jangan mengatasnamakan konten. Siapapun yang berani masuk ke wilayahku, bersiaplah untuk jadi santapan peliharaan ku. HAHAHA!" Ucap orang misterius itu dan menghilang begitu saja dalam kegelapan.


.


Rama dan Rara terus berjalan sambil menggotong Drey menuju mobil. Setelah bersusah payah, akhir nya mereka sampai di mobil dan langsung masuk ke dalam.


"Rama buruan Ram" Ucap Karin ketakutan.


Drey di letakkan di bangku tengah dengan kepala yang berada di pangkuan Rara.


Rama mulai menyalakan mobil dan segera tancap gas dari sekolah itu.


Tangan nya terlihat gemetar saat menyetir, pandangan nya kacau dan raut wajah nya khawatir bercampur takut.


.


Di tempat lain, orang misterius itu menatap kepergian mereka di balik kegelapan. Dan lagi lagi senyum sinis tercetak di bibir nya.


"Aku akan memberi kejutan lagi jika kalian ingin berkunjung. Aku tunggu lagi kedatangan kalian nanti" Ucap orang misterius itu.


.


Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan, mereka telah sampai di halaman basecamp.


Jam sudah menunjukkan pukul 02:00 dini hari. Rama memarkirkan mobil dan memanggil dua penjaga nya lewat HT.


"Alex, Peter... masuk" Ucap Rama dari HT.


"Ya tuan..."


"Kalian di mana?"


"Lagi ke warung tuan, beli rokok sama kopi"


"Cepat kesini"

__ADS_1


"Baik tuan, kami segera kesana"


Rama tak langsung turun dari mobil. Ia menunggu kedua penjaga nya datang untuk membantu membawa Drey ke dalam karena kini tangan nya terasa pegal.


Setelah lima menit menunggu, kedua penjaga itu datang.


"Ada apa tuan?"


"Bantu gotong dia ke dalam"


"Kenapa bisa gini tuan?"


"Aduh gak usah banyak tanya, cepat gotong"


"B-baik tuan"


Alex dan Peter yang mendapat perkataan seperti itu langsung mengeluarkan Drey dan menggotong nya ke dalam.


Mereka binging saat melihat Rama dalam kondisi seperti ini.


Kini mereka semua sudah masuk ke basecamp dan mulai membersihkan diri. Drey yang masih belum sadarkan diri kini sudah berada di kamar nya dengan pakaian yang sudah bersih.


Sementara Rara, Karin dan Rama berada di ruang tamu. Mereka semua duduk terdiam, dan masih tak percaya dengan apa yang mereka alami malam ini.


Setelah lima menit tak ada percakapan, tiba tiba Karin memecah keheningan di antara mereka, "Gue keluar dari channel ini, gue gak bisa lanjutin lagi!" Ucap Karin beranjak dari duduk nya.


Rama bertanya, "Loh kenapa?"


Karin yang mendengar pertanyaan itu langsung menatap tajam Rama, "Setelah kejadian yang terjadi sama kita, lo masih tanya kenapa?! Gila lo!" Bentak Karin.


Rara yang melihat Karin dalam emosi memuncak itu hanya bisa menenangkan nya, "Rin udah Rin, tenang dulu" Ucap Rara sambil mengelus lembut lengan Karin untuk mengajak nya duduk kembali.


Namun Karin melepaskan genggaman nya dari Rara, "Lo bilang tenang Ra? gue udah bilang sama lo pas di sana, mending kita pulang aja! tapi lo gak ngedengerin gue." Ucap Karin menatap ke Rara yang sedang menatap nya juga.


Rara melihat tatapan Karin benar benar sedang dalam emosi yang memuncak, "Bukan gitu Rin... tapi"


"Tapi apa?! Bukan nya Drey juga udah ngelarang kita buat gak lanjutin?!" Hardik nya.


Dan kini pandangan nya beralih ke Rama, "tapi lo malah keras kepala!" Bentak Karin sambil menunjuk nya.


"Sekarang terserah kalian mau lanjut atau engga. Intinya, gue cabut!" Kata Rara berlalu meninggalkan mereka ke kamar.


Ini pertama kalinya bagi Rara yang melihat sahabat nya itu dalam emosi yang memuncak.


Dirinya merasa bersalah kala tak menggubris ucapan Karin saat di sana. Rara hanya bisa diam menerima semua amarah Karin.


Kini di ruang tamu itu hanya menyisakan Rara dan Rama. Mereka saling menatap satu sama lain seolah masih tak percaya dengan apa yang mereka alami.


Rama menatap Rara dengan raut wajah bingung, "Ra?" Panggil nya.


Rara yang membaca pikiran Rama langsung menimpal nya, "Pikiran kita sama" Ucap Rara.


Rama bertanya, "Apa yang harus kita lakuin?"


"Gue belom tau, yang penting kita tunggu dulu sampe semua nya membaik"

__ADS_1


__ADS_2