VLOG BERDARAH

VLOG BERDARAH
Dinda


__ADS_3

Sosok itu berhasil keluar dari tubuh Mia, dan lagi lagi Mia kembali tak sadarkan diri. Gery dan Adam membantu memindahkan nya ke atas ranjang.


Kini Rara dan Karin berada di uks bersama dengan Gery, Adam dan Mia.


Sedangkan Rama, Drey dan guru agama itu sudah keluar saat Mia sudah tak kerasukan lagi.


Dan suasana mereka kembali di buat canggung. Hampir lima menit tak ada percakapan di antara mereka.


Gery yang merasa tak nyaman dengan posisi itu mulai mencoba mencairkan suasana, "Kalian anak Indihom ya?" Ucap Gery memecah keheningan di antara mereka.


Mendengar perkataan Gery, Rara yang saat itu sedang memainkan ponsel nya seketika langsung menatap Gery sambil menahan bibir tipis nya untuk tersenyum. "Hah? apa kak? Indihom? Maksud kakak, Wifi?" Terlihat Karin juga menahan tawa nya.


Gery yang di tatap dan mendapat pertanyaan itu langsung menatap Adam sambil bertanya, "eh... apa sih Dam yang kata bisa ngeliat makhluk halus gitu?" Gery terlihat menahan malu.


Terlihat bibir tipis Adam juga mulai sedikit tersenyum, "Indigo" Jawab Adam.


"Nah itu dia maksud gue hehe" Ucap Gery terkekeh sambil menggaruk tengkuk leher nya yang tak gatal.


Karin yang sudah tak tahan pun melepaskan tawa nya, "HAHAHA, Aduh sakit perut gue nahan tawa Ra" Ucap nya seraya memegang perut.


Rara sama dengan Karin, namun ia hanya bisa tertawa kecil karena melihat keadaan Mia yang belum sadar, "Ssstt Rin, udah woi ada kak Mia lagi istirahat" Ucap Rara.


Mendapat perkataan Rara, Karin mulai menghela nafas untuk berhenti tertawa. "Oke indihom oke... tenang Rin, santai... huh"


Setelah satu jam menunggu, akhirnya Mia sadar. Dan mereka semua kembali ke kelas masing masing untuk belajar kembali. Dua pelajaran telah mereka lewatkan karena membantu Mia tadi.


Saat sesampainya di kelas, Rara dan Karin melihat kelas yang begitu ramai dengan tawa dan candaan dari teman yang lain nya.


Karin bertanya ke Eva, "Eh kok guru nya gak ada?


"Kata nya ada rapat sampe jam pulang sekolah" Jawab Eva.


Rara dan Karin kegirangan, "Yeeeaayyy".


Ternyata guru sedang mengadakan rapat, sampai nanti jam pulang sekolah tiba. Rara dan Karin memutuskan untuk diam di kelas sampai jam pulang tiba.


Kini mereka terlihat sibuk dengan ponsel dan pikiran nya masing masing.


Saat sedang asik bermain ponsel, Rara melihat sosok Wanita dengan seragam SMA itu muncul kembali dari luar jendela.


Terlihat sosok itu menatap ke Rara dengan senyum penuh harap, "Siapa nama kamu?" Tanya batin Rara.


Sosok itu terlihat membuka mulut nya, "A-ku Di-nd-a" Jawab sosok itu terbata bata.


Rara menatap kasihan kepada sosok itu, "Aduh kasian banget" Gumam nya.


Karin yang sedang memainkan ponsel nya ternyata mendengar gumaman Rara, "Kasian kenapa Ra?" Tanya Karin.


"Ehh... engga itu tadi.. gapapa" Jawab Rara.


"Hm"


Ternyata sosok wanita yang memakai seragam SMA itu bernama Dinda. Rara melihat sepotong kisah Dinda di masalalu nya, tapi tak terlalu jelas.

__ADS_1


Rara mencoba memanggil kembali sosok Dinda, tapi tak bisa.


*UNTUK SEMUA MURID HARAP MENUJU LAPANGAN*


Suara guru itu terdengar menggema dari speaker yang berada di dalam kelas.


Karin berkata "Aduh, ngapain ke lapangan sih, udah tau panas"


"Iya ya, ganggu orang aja" Timpal Rara.


Kedua gadis cantik itu melangkahkan kaki nya keluar kelas dan menuju lapangan.


Sesampainya di lapangan, mereka dan murid yang lain nya berbaris menghadap ke satu arah dimana menampilkan kepala sekolah yang sedang berdiri menghadap mereka.


*DUG DUG DUG* Kepala sekolah itu menepuk mic yang sedang di genggaman nya, "Cek.. cek, baik anak anak, suara bapak kedengeran ya?" Ucap kepala sekolah.


"KEDENGERAN PAK" Jawab murid serentak.


"Baik, sebelumnya bapak terimakasih ke kalian semua karena sudah menyempatkan waktu untuk berkumpul di lapangan ini. Oiya berkumpul nya kalian di sini adalah penyambutan dan perpisahan. Karena saya Handoko Triatmojo, selaku kepala sekolah Pelita Harapan akan pindah tugas ke sekolah lain karena alasan tertentu. Dan pindah nya saya akan di gantikan oleh bapak Joko Nugroho. Untuk bapak Joko, silahkan" Ucap Handoko sambil memberikan mic kepada Joko.


Kepala Sekolah baru yang bernama Joko itu menerima nya dan mulai berbicara, "Ya baik anak anak, perkenalkan nama saya Joko Nugroho, kalian bisa panggil bapak Joko. Saya akan menjabat di sekolah ini sebagai kepala sekolah menggantikan Bapak Handoko yang akan di pindah tugaskan, saya harap kalian semua senang dengan kehadiran saya. Terimakasih." Ucap Joko si Kepala Sekolah Baru.


Ternyata, kumpul nya semua murid karena ada pergantian kepala sekolah baru.


Handoko Triatmojo yang sekarang menjabat sebagai kepala sekolah di SMA Pelita Harapan, kini di gantikan oleh Joko Nugroho


Setelah acara perpisahan dan penyambutan itu, mereka semua di kembalikan ke kelas.


"Hadeh, ngumpul cuma buat gituan doang, kan bisa di umumin nanti, malah panas banget lagi" Kata Karin.


*****


Kini Rara sudah sampai di rumah nya, Ia langsung menuju kamar untuk membaringkan tubuh di kasur kesayangan nya.


"Ahhh Kasri Rara kangen banget, pasti Kasri juga kangen ya sama Rara" Gumam Rara ke kasur nya yang di beri nama Kasri.


*DRRT DRRT*


Saat sedang santai merebahkan tubuh nya, Ponsel milik gadis itu berdering, menandakan ada seseorang yang menelfon.


Rara membangunkan tubuh nya duduk dan mengambil ponsel yang ada di saku rok nya, "Rama" Gumam nya saat melihat layar ponsel bahwa yang menelfon adalah Rama.


"Halo, kenapa Ram?"


"Ra, kesini cepetan"


"Ih gue baru sampe, baru juga rebahan"


"buruan, ada hal penting"


"sepenting apa sih"


"Gue tunggu di basecamp"

__ADS_1


"tapi gu.."


*TUT*


Rama mematikan telfon nya sepihak.


Rara memasang raut wajah kesal, "Ish baru juga kangen kangenan sama Kasri, udah di suruh ke sana aja" Gerutu nya.


Namun saat ingin merebahkan tubuh nya kembali, ponsel nya kembali berdering, *DRRT DRRT*


Rara mengambil ponsel itu dan langsung mengangkat nya tanpa melihat nama yang menelfon, "Aduh siapa lagi sih" Gumam Rara kesal.


"Halo" Ucap nya kesal.


"Ra, ke basecamp Rama sekarang, penting. Gue tunggu di sana, gue udah di jalan"


"Karin?"


"Buruan Ra"


"Emang ada ap..."


*TUT*


Rara kembali di buat kesal, "iiihhh gak sopan banget dah lo semua"


Rama dan Karin menelfon menyuruh nya untuk segera ke basecamp karena ada hal yang mereka bilang penting. Rara tak mengetahui hal penting itu. Dan kini mau tak mau, Rara harus segera kesana.


Gadis cantik itu sudah mengganti pakaian sekolah nya dan siap untuk ke sana, ia menuruni anak tangga dan tak mendapati keberadaan ibu nya di sana.


Karena Linda tak ada, Rara menuju dapur untuk pamit ke Bi Asri, "Bi, Rara pergi dulu ya, nanti bilang ke mamah kalo Rara sama Karin"


"Nginep lagi neng?"


"Mungkin bi, nanti tolong kasih tau mamah ya bi"


"oh iya neng, nanti bibi kasih tau non Linda"


"Makasih bi, Rara berangkat dulu"


"Hati hati neng"


*****


Rara kini sampai di basecamp dan langsung masuk ke sana.


Ia melihat Karin, Rama dan Drey sedang fokus menatap layar laptop nya, "Ekhem, serius amat" Ucap Rara dan mereka bertiga menoleh ke arah nya.


"Rara, akhirnya lo sampe juga" Ucap Rama.


Rara menghampiri mereka dan mendudukan diri di sofa yang kosong, "Ada apa sih, ganggu gue aja deh" Kata Rara.


"Lo harus liat ini" Ucap Rama membawa laptop dan mendudukan diri di sebelah Rara.

__ADS_1


Rama memperlihatkan Rara sebuah video perjalanan mereka saat ke sekolah terbengkalai semalam. Tak hanya itu, ia juga memperlihatkan beberapa foto yang Rama ambil.


__ADS_2