
Mereka berpencar dan masuk ke ruang kelas yang terbuka di sana untuk mencari petunjuk yang mungkin saja di simpan oleh orang itu.
Rara dan Adam mencari petunjuk di sediap sudut kelas. Dan akhir nya mereka menemukan sesuatu yang ada di kolong meja berupa gulungan kertas.
"Ra" Panggil Adam dan Rara menghampiri nya.
Adam menunjukan sebuah gulungan kertas yang di temukan oleh nya. Ia mulai membuka gulungan itu dan membaca isi dari kertas tersebut.
"Tolong aku, aku di ikat, mulut ku di bekap..." Ucap Rara membaca isi kertas tersebut.
"Itu doang Ra?" Tanya Adam dan Rara hanya menganggukan kepala nya.
"Ini pasti ada sambungan nya" Gumam Adam.
"Kita susul mereka" Sambung Adam.
Rara dan Adam keluar kelas itu dan menemui mereka. Ternyata mereka sudah menunggu nya di luar.
"Kalian nemuin apa?" Tanya Rama.
"Ini" Jawab Rara menunjukan sebuah kertas.
"Gue sama Drey juga nemuin ini" Ujar Rama.
"Kita juga" Sahut Karin.
"Tapi tulisan nya cuma setengah" Ujar Rama.
"Mungkin ini gabungan" Kata Gery.
"Coba kita baca" Ucap Karin dan mereka mulai membaca isi kertas itu satu persatu.
"Tolong aku, aku di ikat, mulut ku di bekap" Ujar Rara membaca kertas itu.
"Aku di dalam ruangan, menyimpan alat alat yang tidak terpakai" Ucap Rama.
"Terkunci" Ucap Karin.
"Isi nya cuma itu doang Rin?" Tanya Rara.
"Ya mana gue tau, orang tulisan nya cuma ini" Jawab Karin.
"Tolong aku, aku di ikat, mulut ku di bekap, aku di dalam ruangan, menyimpan alat alat yang tidak terpakai, terkunci" Ujar Rama mengulang kembali isi kertas itu.
"Menyimpan alat alat tidak terpakai.." Gumam Gery.
Mereka terlihat berfikir dan berselang tiga detik...
"Gudang?" Ucap mereka serentak.
"Kita kesana" Ujar Rama dan di susul anggukan oleh yang lain sebagai jawaban.
Setelah mendapat petunjuk, mereka berputar area sekolah untuk mencari tempat yang di maksud. Sampai akhir nya mereka menemukan ruangan yang mereka yakini dari isi kertas itu.
"Kayak nya ini deh gudang nya" Ujar Gery.
__ADS_1
*BUGH*
Terdengar ada suara benturan di dalam ruangan itu.
"Bener! kita masuk sekarang" Ujar Rama.
Mereka mulai mendekat ke ruangan dan Rama mulai memutar knop pintu.
"Gak di kunci" Ucap Rama saat pintu nya terbuka sedikit.
"Yang gak di kunci biasa nya bahaya" Sahut Adam.
"Iya, apalagi di kertas itu tulisan nya 'terkunci', hati hati" Ujar Gery.
Rama menganggukan kepala nya dan mulai mendorong pintu itu dengan sangat pelan.
Saat pintu di buka ...
"Haaagght" Semua berteriak.
Mereka tersentak mundur karena ada kaki mengenai wajah Rama.
Ternyata di balik pintu itu, ada seorang pria yang tergantung tepat di atas pintu. Pria dengan keadaan tangan di ikat, mulut nya di lakban dan tanpa busana.
"Rama tolongin dia" Ucap Rara.
Mereka membantu menurunkan pria yang tergantung itu. Setelah di turunkan mereka juga membantu melepas ikatan dan lakban di mulut nya.
"T-tolong keluarkan saya dari tempat ini" Ucap Pria itu ketakutan.
"Nama bapak siapa?" Tanya Rara.
"Bapak kenapa ada di tempat ini?" Tanya Gery.
Namun saat pria itu ingin menjawab, terdengar suara seseorang dari HT Rama. Ia sengaja membawa HT tanpa memberitahu yang lain.
"T-tuan cepetan keluar, ada sekitar tiga orang make jubah hitam masuk ke sekolah itu" Ujar Alex dari sambungan HT nya.
"Oke saya segera keluar" Ucap Rama.
"Rama! Lo bawa Peter sama Alex ke sini?" Tanya Karin.
"Iya, gue suruh mereka buat pantau keadaan luar" Jawab Rama.
"Mending kita cepet keluar dari sini, terus kita bawa bapak ini bareng sama kita" Ujar Gery dan di susul anggukan oleh yang lain.
Mereka membawa pria itu keluar dari sekolah. Namun saat berjalan keluar mereka melihat tiga orang jubah hitam dari kejauhan berjalan ke arah mereka.
"Eh itu ada orang jubah hitam" Ujar Rara.
"Kita sembunyi... masuk ke sini" Kata Rama.
Mereka bersembunyi di suatu ruangan yang ada di sana bersama pria yang mereka selamatkan.
Ruangan itu gelap dan ada peti yang sangat besar di dalam ruangan tersebut. Mereka coba mendekat ke arah peti dan membuka nya.
__ADS_1
Namun saat di buka...
"Haaggt" Semua kaget bahwa di dalam peti itu ada banyak mayat yang sudah mengeras dalam keadaan tanpa busana.
Adam menutup mulut Rara sedangkan Gery menutup mulut Karin agar mereka tidak berteriak. Mata Rara dan Karin mulai berkaca kaca melihat itu.
*TAP TAP TAP* Suara langkah kaki terdengar dari luar ruangan yang kini mereka ada di dalam nya.
Mereka segera bersembunyi di balik peti yang besar itu secara rapat dan berusaha untuk tidak mengeluarkan suara.
*Cklek*
"Bagaimana dengan penghianat yang di gudang?"
"Sudah kami lakukan sesuai perintah tuan"
"Bagus! Apa kau sudah melihat tanda tanda bocah itu datang ke sini?"
"Sudah tuan, tadi mereka sudah datang"
"Bagus, setelah mereka menemukan petunjuk itu, kalian akan segera masuk ke dalam permainan ku dan akan bergabung bersama mayat mayat ini! hahaha!"
"Jangan sia siakan momen ini, aku sudah lelah mencari seseorang untuk di jadikan tumbal! Ingat, sedikit saja kau melakukan kesalahan, maka kau yang akan ku jadikan sebagai persembahan"
"B-baik tuan"
Orang itu keluar ruangan.
Setelah mendengar percakapan orang itu, mereka keluar dari tempat persembunyian.
"Kita harus keluar dari sekolah ini" Ujar Rama.
"Pak Asep harus kita jaga" Sambung nya.
Mereka segera keluar dari sekolah itu dan menuju basecamp.
*****
Setelah sampai di basecamp, mereka duduk di ruang tamu dengan Pak Asep yang sudah di berikan pakaian oleh Rama.
"Orang orang itu siapa?" Tanya Gery.
"Kita gak tau kak" Jawab Rara.
"Pak Asep? kenapa bapak ada di situ?" Tanya Rama.
"Saya adalah tumbal mereka" Jawab Asep.
"Tumbal?"
"Saya adalah pengikut mereka. Mereka menjanjikan saya sebuah kekayaan, tapi saya harus menumbalkan seseorang untuk mendapatkan kekayaan itu" Ucap Asep dengan raut wajah sedih.
"tapi setelah saya mengikuti apa yang mereka mau, saya sama sekali tak mendapatkan kekayaan yang mereka janjikan. Malah orang itu yang mendapatkan nya sendiri. Saya menyesal sudah membunuh anak kandung saya sendiri." Sambung nya.
Mereka yang mendengarkan itu semua terdiam. Asep adalah salah satu pengikut mereka yang telah membunuh seorang anak untuk di jadikan tumbal agar mendapatkan kekayaan.
__ADS_1
"Terus kenapa bapak di ikat di gudang?" Tanya Gery.
"Saya berontak ke orang itu karena tidak mendapatkan kekayaan, tapi mereka malah menyuruh saya untuk menumbalkan satu orang lagi. Saya yang sudah geram dengan perlakuan mereka memutuskan untuk keluar dari pengikut mereka. Tapi saya malah di bilang penghianat! padahal mereka lah yang berkhianat kepadaku" Jelas nya.