
Rara melangkah kan kaki nya menuju ruang tamu untuk membangunkan dua kakak kelas nya.
Namun saat di ambang ruang tamu, langkah nya terhenti. Ia melihat Adam yang tertidur di sofa dengan telanjang dada.
"Aduh ganteng banget sih " Gumam Rara dalam hati nya.
Namun saat sedang fokus...
"Ngeliatin apa sih" Ujar seseorang di telinga nya.
Rara terjingkat dan menoleh ke sumber suara.
"Karin ihh ngagetin aja" Ucap nya kesal.
"Ganteng ya" Ujar Karin menggoda.
"Iya, Kak Adam kalo tidur gitu ganteng nya nambah" Gumam Rara tersipu.
"Kalo gue di tembak kak Adam, gue langsung terima dah" Ujar nya namun Karin tak menjawab.
"Rin?" ia menoleh dan mendapati Karin sudah tak ada di samping nya.
"Ih tuh anak kayak Risa deh, dateng tiba tiba, ilang juga tiba tiba, dasar kang ghosting" Gumam nya kesal.
Rara kembali menoleh ke ruang tamu tapi ia terjingkat saat Adam sudah berada di hadapan nya.
"Astaghfirullah"
Adam menatap gadis cantik itu dengan tatapan teduh dan lagi lagi Rara di perlihatkan mata coklat indah milik Adam.
Ia terdiam dan terus menatap lekat pemilik mata coklat indah itu.
"Hoaaammm"
Pandangan mereka berdua buyar saat mendengar suara Gery dan mereka berdua canggung.
"Kamar mandi dimana?" Tanya Adam.
"D-di belakang kak" Jawab Rara dengan pipi yang merah merona.
"Hm" Gumam Adam dan melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi.
"Aduh tatapan nya... arrgghhh" Gumam Rara.
"Ra?" Panggil seseorang dari belakang.
"Eh... iya" Rara menoleh ke sumber suara.
"Tadi ngomong apa?" Tanya Adam yang ternyata mendengar gumaman itu.
"Ehh... gapapa kak" Jawab Rara gugup.
Adam hanya tersenyum tipis, sedangkan Rara langsung pergi dari tempat nya dengan pipi yang sudah memerah.
Saat semua sudah selesai membersihkan tubuh, mereka semua berkumpul di ruang tamu dan menyantap sarapan nya.
Tak ada percakapan selama mereka makan, hanya ada dentingan sendok dan garpu yang saling bersahut.
Rara yang sedang menyantap makanan nya sesekali mencuri pandang ke Adam.
"Ekhem awas.. mie nya jatoh" Goda Karin.
Rara terkejut dan mengalihkan pandangan nya dari Adam. Sedangkan Adam yang menyadari itu hanya tersenyum tipis.
*DRRT DRRT* Ponsel milik Rara berdering memecah keheningan mereka dan tertera nama Linda di sana.
"Halo mah"
__ADS_1
"Rara kapan kamu pulang?"
"Abis sarapan ini Rara pulang mah"
"Pulang sama siapa kamu?"
"Sendiri paling mah"
"Gue gak di anggep?" Sahut Karin.
"Eh iya maksud nya sama Karin mah"
"Yaudah mamah tunggu ya, hati hati di jalan"
"Iya mah"
*TUT*
Setelah 10 menit selesai sarapan, Rara, Karin, Gery dan Adam pulang.
"Ram, gue pulang dulu ya" Ucap Rara.
"Iya gue juga" Timpal Gery.
"Iya"
Rara dan yang lain melangkah kan kaki nya keluar rumah. Lalu Gery dan Adam menuju motor terparkir.
"Pulang naik apa?" Tanya Adam yang sudah berada di atas motor nya.
"Bis kak" Jawab Rara.
"Naik" Ucap Adam seraya memakai helm.
"Gak usah kak, Rara sa Karin aja" Tolak Rara.
"Rara ayo pulang" Ujar Karin.
"Mau pulang sendiri?" Tanya Adam.
Rara yang mendapat perkataan itu mau tak mau pulang bersama kakak kelas nya itu.
Adam mulai menyalakan motor nya dan melajukan motor nya dengan kecepatan standar.
Di perjalanan, mereka berdua hanya diam tanpa ada percakapan, suasana mereka canggung, tapi sesekali Rara melihat Adam dari spion.
"Gak usah di liatin, nanti sayang" Ujar Adam saat mendapati Rara melihat nya. Sedangkan Rara langsung memalingkan wajah nya ke sembarang arah dengan pipi yang merona.
Saat di jalan, Gery yang berada di belakang Adam tiba tiba melajukan motor nya dengan kencang dan menghampiri Adam.
"Dam, lo liat belakang" Ujar Gery.
Adam yang mendapat perkataan seperti itu melihat dari spion nya.
"Ayo" Ucap Gery dengan tancap gas.
"Ra... pegangan" Ucap Adam tapi Rara hanya memegang ujung hoodie nya.
Adam yang merasakan itu langsung menarik lengan Rara hingga memeluk nya. Rara yang mendapat perlakuan itu hanya diam.
Rara menoleh ke belakang dan melihat ada pengendara motor mengejar nya.
"Kak... mereka siapa?" Tanya Rara.
Sedangkan Adam tak menjawab dan langsung tancap gas hingga Rara hampir terjungkal.
Mereka di kejar sekelompok pengendara motor sekitar empat orang.
__ADS_1
Namun mereka harus berhenti saat pengendara motor itu berhasil menghadang jalan mereka.
Gery dan Adam turun dari motor sedangkan Rara dan Karin hanya diam di atas motor.
"Jangan turun dari motor, kalo keadaan nya udah sulit, teriak aja minta tolong" Ujar Adam sedangkan Rara hanya mengangguk karena ia tak tau harus melakukan apa.
Gery dan Adam menghampiri pengendara motor itu dan ternyata terjadi perkelahian antara mereka.
"Aduh Rara ini gimana..." Ujar Karin panik.
"Gue gak tau, kita teriak aja minta tolong, kasian mereka kalah jumlah"
Lalu Rara dan Karin memutuskan untuk teriak.
"Tolong... tolong" Teriak mereka berdua.
Tak lama, warga dan pengendara motor yang melewati jalan lumayan sepi itu menghampiri mereka untuk melerai perkelahian.
Setelah sudah aman, Gery dan Adam menghampiri mereka dan segera tancap gas dari tempat itu.
*****
Sesampainya di rumah, Rara meminta Adam untuk singgah karena melihat Adam penuh lebam di wajah nya dan Rara ingin mengobati nya.
"Kak.. masuk dulu, itu luka nya parah banget" Ujar Rara.
"Kakak langsung pulang aja" Tolak Adam.
"Ayo kak, biar Rara obatin dulu ya" Paksa Rara.
Mendengar itu akhirnya Adam mau singgah ke rumah Rara.
Saat masuk ke dalam, terlihat Linda sedang santai di sofa sambil menonton tv.
"Mah..." Panggil Rara.
Linda menoleh dan melihat Adam dan Gery penuh luka.
"Rara... Kalian kenapa? kok bisa kayak gini?" Tanya Linda panik.
"Nanti Rara ceritain mah" Jawab Rara.
"Oke sebentar, kalian duduk dulu, mamah ambil P3K" Ujar Linda.
Sesaat sudah mengambil P3K,
"Ini P3K nya Ra, cepet kamu obatin pacar kamu" Ujar Linda yang mengira Adam adalah pacar nya.
Adam yang mendengar perkataan Linda hanya tersenyum tipis menatap Rara sedangkan Rara sudah seperti kepiting rebus.
Rara mulai mengompres luka yang ada di sudut bibir Adam dengan pelan.
"Sshh" Desis Adam.
"Ehh.. maaf, Sakit ya kak?" Tanya Rara.
"Hm" Gumam Adam.
"Hm tuh apa kak?"
"Sakit"
"Alah... lebay lo Dam, biasa nya juga gak kayak gitu" Sahut Gery yang duduk di depan Adam.
*BUGH* Sebuah bantal sofa tepat mengenai wajah Gery.
"Aduh sakit Dam" Ringgis Gery mengelus wajah nya.
__ADS_1
"Eh sakit ya kak? sini sini Karin tiupin.. huuff huuff" Ujar Karin meniup lembut wajah Gery.
Rara yang melihat itu hanya tersenyum manis.