VLOG BERDARAH

VLOG BERDARAH
Risa Dan Dinda


__ADS_3

Setelah mendengar cerita Rara, Risa merasakan suasana hati sahabat nya itu sedang rindu terhadap sosok Ayah nya.


Bagaimana tidak? Di tinggal seorang Ayah bukan lah hal yang mudah. Rara yang sejak kecil di tinggal, harus bisa tumbuh tanpa kasih sayang seorang Ayah.


"Maaf ya, gue cengeng, hehe" Ucap Rara sambil menyeka air mata nya.


"Gapapa Ra, gue ngerti perasaan lo" Ujar Risa.


"Tapi lo hebat kok, sejauh ini, lo bisa bertahan tanpa seorang ayah di samping loh, harus nya lo sadar akan hal itu" Sambung nya.


"Iya Sa, gue kadang suka lupa sama hal itu" Ujar Rara.


"Udah, sekarang jangan nangis lagi, lo jelek tau kalo nangis, nanti gak ada yang suka loh"


"ish rese lo" Ucap Rara cemberut.


"Haha.. eh Ra, ternyata Dinda itu baik ya?" Ujar Risa.


Mendengar kata Dinda, Rara langsung merubah posisi duduk nya, yang kini berhadapan dengan Risa,


"Wow wo wo.. kenapa lo? gue yang hantu, kok jadi gue yang agak takut sama lo" Ucap Risa.


Rara mulai menatap Risa, "Apa yang lo tau?" Ucap nya dengan tatap serius.


"Oke oke tenang, santai besti"


.


*FLASHBACK ON*


Rara menatap ke arah Dinda, "Lo bisa kesana gak?" Tanya Rara.


Dan Risa juga menatap ke arah nya, "Ngapain?" Tanya Risa.


"Temenin dia ngobrol"


"Males"


"Ih buruan, gue mau lanjut"


"Ck, iya iya"


Risa yang mendapati Rara menyuruh nya itu hanya bisa bergerutu, "Ck, kalo bukan temen, udah gue takutin lo tiap hari!" Kata Risa.


Risa mulai mendekat ke arah Dinda dan berdiri di sebelah nya.


"Hai" Sapa Risa, sedangkan Dinda hanya tersenyum mengerikan.

__ADS_1


Risa menatap sinis ke Dinda, "Sombong amat gak nyapa balik" gumam nya pelan sambil memalingkan wajah nya.


Namun Dinda ternyata mendengar gumaman itu dan menunjukkan leher nya yang bolong.


"Oh bolong.. ngomong dong... oiya lupa, kan leher nya bolong jadi gak bisa ngomong" Ucap nya sambil menepuk kening nya. Dinda yang mendengar perkataan Risa hanya memutar bola mata nya jengah.


Dinda terus menatap aneh Risa, "Kenapa lo ngeliatin gue? iya gue tau kok gue cantik, gak usah di liatin gitu ah, gue kan jadi malu..." Ucap Risa menutup wajah nya dengan kedua tangan, sedangkan Dinda terasa mual mendengar perkataan Risa.


Risa berkata, "Gue di suruh ke sini sama Rara buat nemenin lo ngobrol, tapi lo nya malah gak bisa ngomong, hadeh"


Dinda yang mendengar perkataan Risa menatap nya antusias.


Risa menjelaskan, "Iya tadi nya gue lagi di depan sekolah gangguin tukang nasi goreng, cuma Rara manggil gue, gagal deh ngeliat tukang nasi goreng lari dorong gerobak" Jelas Risa.


Dinda yang mendengar perkataan Risa hanya membuka mulut seperti tertawa tanpa suara.


Risa bertanya,"Kalo kaya gitu, artinya lo ketawa?" Tanya Risa dan Dinda hanya menganggukan kepala nya.


Di rasa sudah saling kenal, Risa mengajak Dinda berjalan ke luar sekolah.


"Keluar yuk, di sini bete... cuma ngeliatin 'mereka' diem aja" Ucap Risa dan Dinda hanya menganggukan kepala nya setuju.


Kini dua sosok hantu itu keluar sekolah dan berjalan mengambang layaknya seorang teman di dunia nyata.


Risa bertanya, "Din, lo udah berapa lama jadi hantu?" sedangkan Dinda hanya menunjukkan dua tangan nya dan memberi isyarat sepuluh.


Risa bertanya lagi, "Lo tau kenapa lo bisa kayak gini?" Sedangkan Dinda hanya menggelengkan kepala nya.


"Hadeh, susah juga sih, gue mau curhat tapi lo nya malah gak bisa ngomong"


"Mending kita jailin orang aja, gimana mau gak?" Ajak Risa antusias, dan Dinda hanya menunjukkan senyum mengerikan nya.


Kini mereka berdua berjalan mengambang mencari orang untuk di jahili.


Setelah mencari, akhir nya mereka menemukan anak muda yang sedang membeli sate. Kemudian mereka berdua menghampiri nya.


"Mang, sate kambing sepuluh tusuk, sama sate ayam nya lima belas tusuk" Ucap anak muda itu.


"Ahsiap, duduk dulu dek" Ujar penjual itu dan menyiapkan pesanan.


Anak muda itu menunggu duduk di kursi sambil memainkan ponsel nya.


"Sekarang?" Tanya Risa dan di susul anggukan oleh Dinda.


Risa menghampiri penjual itu dan berada tepat di belakang penjual nya, "Bang, sate seratus tusuk ya" Ucap Risa seperti di salah satu adegan film.


Penjual sate yang sedang mengibas kipas ke sate nya itu menjawab, "Duh, kalo seratus tusuk mah gak ada neng"

__ADS_1


Anak muda itu tampak heran melihat penjual sate yang berbicara sendiri, "Mang?" panggil anak muda itu.


"Kenapa dek?" Sahut penjual sate itu tanpa membalikkan badan.


"Ngomong sama saya?" Tanya anak muda itu.


Penjual sate itu menoleh dan berkata, "ngga dek, lagi ngomong sama mbak in.... TAN.. TAN.. SETAAANNN" Ucap penjual sate itu dengan raut wajah kaget dan langsung lari kocar kacir.


Anak muda itu terlihat masih duduk menatap keheranan penjual sate yang lari meninggalkan nya serta gerobak nya.


Anak muda itu berkata, "Setan? ah halu aja, hihi lumayan sate nya udah jadi, gratis pula" Ucap nya seraya mengambil pesanan nya yang sudah jadi.


Namun Risa yang melihat anak muda itu menahan nya, "Bayar dulu bang"


Anak muda itu menoleh ke sumber suara dan berkata, "Gimana mau bayar, orang penjual nya aja lar.... MAMAK... SETAAANNN" Anak muda itu lari kocar kacir menyusul penjual sate yang sudah jauh.


Risa dan Dinda hanya bisa tertawa melengking,


"Kiikkk kiikkk kiikkk"


"Gimana Din? seru kan?"


Sedangkan Dinda hanya membuka mulut tanpa suara.


*FLASHBACK OFF*


.


Rara yang mendengar cerita Risa pun tertawa terbahak bahak hingga membuat Karin sedikit terganggu.


"Hahaha, aduh lo jail banget si Sa hahaha" Ucap Rara sambil menyangga perut nya.


"Hehe, gimana? gue pinter kan kalo soal gangguin orang" Ujar Risa sambil menaik turunkan alis nya


Risa menyeka air mata yang ada di ekor mata nya karena tertawa, "Iya iya, hadeh cape gue ketawa" Ucap Risa.


"Hehe, gue seneng liat lo ketawa gitu"


"Hm, makasih ya Sa udah hibur gue"


"Makasih juga Ra udah mau temenan sama gue"


Kini dua teman beda alam itu berpelukan, namun saling menembus. Terlihat Rara seperti memeluk angin.


Meskipun mereka beda alam, mereka saling mengerti perasaan satu sama lain, di saat Rara ingin mengeluarkan isi hati nya, Risa selalu ada untuk nya, begitupun sebalik nya.


Dan tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 3:00 pagi. Setelah adegan Rara dan Risa berpelukan, kini Rara memutuskan untuk tidur karena pagi nanti ia harus ke sekolah.

__ADS_1


__ADS_2