VLOG BERDARAH

VLOG BERDARAH
Keberangkatan


__ADS_3

Setelah selesai mengobati kakak kelas nya, Gery dan Adam memutuskan untuk pulang.


"Ra.. kita pulang dulu ya" Ujar Gery.


"Hm.. yaudah kak, makasih ya udah anterin kita, maaf juga udah ngerepotin" Ucap Rara.


"Gapapa, santai aja kali, kalo kita gak anter, nanti Adam gak bisa deketin Rara" Goda Gery.


Sedangkan Adam yang mendapat perkataan itu hanya menatap nya tajam.


Gery yang mengerti tatapan itu langsung diam tak bicara.


"Apa sih kak, yaudah ayo Rara anter sampe depan" Ucap Rara.


Setelah kakak kelas nya pulang, Rara dan Karin masuk kembali ke dalam dan menuju kamar.


Sesampainya di kamar, Rara terus menatap Karin dengan tatapan penuh selidik.


Karin yang sedang memainkan ponsel nya dan merasa di tatap seperti itu seketika merasa risih.


"Apaan sih Ra" Ujar Karin namun Rara terus menatap nya.


"Ih Rara lo apaan sih, kesurupan? hah?" Tanya Karin.


"Hm... ngga" Jawab Rara tersenyum menggoda.


"Gak jelas"


Rara bertanya, "Lo jadian sama Kak Gery?"


Karin yang mendapat perkataan itu hanya diam tak menjawab dan pipi nya sudah mulai memerah.


"Kenapa gak jawab? Yaudah deh Kak Gery nya buat gue aja, lagian juga dia ganteng, hehe"


"Gue tabok lo"


"Haha... jadian kapan?"


"Kepo ih"


"Oh jadi gak mau ngasih tau?"


"Ck, orang belum jadian"


"Kenapa belum?"


"Ya masa harus cepet cepet, butuh proses kali"


"Ceritain dong gimana awal deket nya"


"Males"


"Ih buruan"


"Hadeh..."


Karin mulai menarik nafas nya panjang...


*FLASHBACK ON*


-POV KARIN-


"Gue sama Drey, Rara sama Kak Adam, Karin sama Kak Gery, kita berpencar cari sesuatu yang kalian pikir itu adalah petunjuk, nanti kita kumpul lagi di sini" Jelas Rama.


Mereka mencari petunjuk di sekitar tempat orang misterius itu tadi berada.


Saat Karin dan Gery masuk ke salah satu ruangan, Karin gemetar dan bersembunyi di balik punggung Gery.


"Kak.. takut" Rengek Karin.


"Tenang, kakak di sini" Ujar Gery.


Saat mereka mengitari kelas, ada bangku yang tergeser dengan sendiri nya hingga membuat Karin berlari ke Gery dan memeluk nya.

__ADS_1


"Kak.. itu apa" Ucap nya memeluk Gery.


"Ssshhh udah gak ada apa apa" Ujar Gery mengelus lembut kepala Karin.


Karin terus memeluk Gery, "Gak mau di lepas?" Tanya Gery.


Karin yang mendapat perkataan itu langsung melepas pelukan nya dari Gery. Dan kini pipi nya sudah memerah.


Gery hanya tersenyum dan mencubit gemas hidung Karin.


"Aduh kak, sakit" Gumam Karin.


"Yaudah yuk, keluar" Ujar Gery dan di susul anggukan oleh Karin.


Semenjak itu, Karin menyimpan rasa suka ke Gery.


*FLASHBACK OFF*


"Gitu aja?" Tanya Rara.


"Hm" Gumam Karin.


"Kalo lo? deket sama kak Adam?" Tanya Karin penasaran.


"Gak" Jawab Rara singkat.


"Jangan bohong" Ujar Karin menggoda.


"Kak Adam cuek, males" Ucap Rara.


"Tapi kan ganteng" Ungkap Karin.


"Hm iya sih" Gumam Rara.


"Yeee dasar"


*****


Malam kini sudah tiba, Rara dan Karin keluar dari kamar nya untuk makan malam bersama.


"Rara?" Panggil Linda.


"Kenapa mah?" Sahut Rara namun Linda hanya menatap nya dan tersenyum menggoda.


"Ih mamah kenapa sih, aneh deh" Ujar Rara.


"Sejak kapan kamu punya pacar?" Tanya Linda.


"Pacar apa? orang Rara gak punya pacar" Jawa Rara.


"Hm, emang iya Rin? Rara gak punya pacar?" Ujar Linda sedangkan Karin hanya tersenyum.


"Yang tadi ke rumah ganteng ya Rin" Goda Linda.


"Iya bun, Karin aja sampe naksir, pengen deh deketin Kak Adam" Ujar Karin.


"Oh nama nya Adam" Kata Linda.


"Kalian ngomongin apa sih" Ujar Rara menekuk wajah nya.


"Engga, mamah boleh minta kontak kak Adam gak?" Goda Linda.


"Ih mamah... buat apa?" Tanya Rara menautkan alis.


"Siapa tau Adam suka sama mamah" Ujar Linda.


"Ih gak boleh"


"Hahaha"


Makan malam terasa hangat saat itu dengan di temani canda dan tawa.


Rara sendiri sudah lama tak merasakan kehangatan dalam keluarga, karena semenjak Linda bekerja, ia selalu sibuk hingga jarang memiliki waktu untuk putri kecil nya itu.

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan, Rara dan Karin memutuskan untuk ke kamar dan tidur.


Namun Rara tidak tidur, ia terlihat masih menatap indah nya langit malam.


"Risa keadaan nya gimana ya, kasian banget sih, gak nyangka" Gumam Rara.


"Panggil aja kali ya, siapa tau dia mau curhat" Sambung nya.


"Risa" Ucap Batin Rara.


Dan tak lama Risa datang dengan wajah sedih tak seperti biasa nya.


"Rara..." Risa datang dan langsung memeluk Rara.


"Kenapa Ayah jahat banget sama gue, kenapa gue tau pas udah jadi kayak gini, sakit Ra" Ujar Risa menangis.


"Tenang Sa, ini udah takdir, yang terpenting, Ayah lo udah minta maaf dan mengakui kesalahan nya"


"Tapi gue gak bisa terima Ra... sakit banget kenyataan nya, mereka cuma mau kemewahan, padahal gue gak pernah minta itu semua ke mereka, gue cuma mau kasih sayang mereka, bukan materi"


"Sa... udah ya, maaffin mereka, gue yakin setelah ini mereka akan berubah Sa"


"Tapi kenapa harus sekarang? kenapa berubah nya pas gue gak ada? kenapa?"


Rara yang mendapat perkataan itu hanya diam tak bisa menjawab lagi.


Teman beda alam itu saling mengeluarkan isi hati nya masing masing.


Risa masih tak terima dengan kenyataan hidup nya, padahal Asep selaku Ayah dari Risa sangat menyayangi nya.


Tapi ia terpaksa melakukan nya karena terus di desak oleh istri nya.


*****


Malam kini sudah berganti pagi, dua gadis cantik itu masih tertidur pulas dengan memeluk guling.


Linda menuju kamar Rara untuk membangunkan nya.


"Sayang... bangun yuk" Ujar Linda menepuk pelan pipi Rara.


"Ngghhh iya mah 10 menit lagi" Gumam Rara.


"Nanti kamu telat sayang, hari ini kan kamu berangkat ke Yogyakarta"


Mendengar itu Rara membuka mata nya dan terduduk.


Ia beranjak dari ranjang nya dan langsung mengambil handuk lalu menuju kamar mandi untuk melakukan ritual pagi nya.


Linda yang melihat itu hanya menggelengkan kepala nya tersenyum.


Setelah 20 menit, dua gadis cantik itu sudah siap.


"Eh Ra, gue bagusan pake ini, atau pake ini?" Tanya Karin menunjuk kan pakaian nya.


"Ini bagus" Ungkap nya sambil menyisir rambut.


"Rara... sarapan dulu sayang" Panggil Linda dari meja makan.


"Iya mah" Sahut Rara.


Rara dan Karin keluar kamar dan menuju meja makan untuk sarapan.


"Ra kamu dari sini ke sekolah berangkat sama siapa?" Tanya Linda.


"Sama Karin mah, naik bis" Jawab Rara.


"Pacar kamu gak jemput?" Goda Linda.


"Pacar apa si mah"


"Adam"


"Ih mamah" Ucap Rara dengan pipi yang memerah.

__ADS_1


Linda da Karin hanya tersenyum melihat Rara.


Saat sedang sarapan, terdengar bel rumah nya berbunyi.


__ADS_2